Zonasi Taman Wisata Alam Berdasarkan Sensitivitas Ekologis dan Sosial-Ekonomi: Studi Kasus Taman Wisata Alam Grojogan Sewu
Zonasi Taman Wisata Alam Berdasarkan Sensitivitas Ekologis dan Sosial-Ekonomi: Studi Kasus Taman Wisata Alam Grojogan Sewu
Taman Wisata Alam Grojogan Sewu, yang mencakup area seluas 64.124 hektar, telah mengalami perubahan lingkungan dan tata ruang yang tidak lagi sesuai dengan rencana zonasi pengelolaan awalnya. Penelitian ini bertujuan untuk merancang ulang blok pengelolaan berdasarkan sensitivitas ekologis dan sosial-ekonomi melalui penggunaan evaluasi multi-kriteria spasial yang dikombinasikan dengan proses pengambilan keputusan hierarkis dan analisis berbasis sistem informasi geografis. Tujuan penelitian adalah menentukan zona pengelolaan menggunakan kriteria sensitivitas ekologis yang meliputi tutupan vegetasi, tutupan lahan, klasifikasi lereng, sensitivitas geologis, dan distribusi flora dan fauna. Selain itu, sensitivitas sosial-ekonomi dinilai menggunakan kriteria seperti aksesibilitas ke area potensial pemanfaatan, zona kegiatan pariwisata, dan area penggunaan sumber daya air. Temuan penelitian ini menunjukkan pembagian spasial yang direvisi dari taman alam menjadi dua blok pengelolaan utama: blok perlindungan dan blok pemanfaatan. Blok perlindungan mencakup sekitar 36.966 hektar atau 57,65 persen dari total area, sedangkan blok pemanfaatan mencakup sekitar 27.158 hektar atau 42,35 persen. Skema zonasi yang diusulkan diharapkan dapat mendukung strategi konservasi yang efektif dan meningkatkan perencanaan tata ruang terpadu untuk pengelolaan pariwisata alam yang berkelanjutan di Grojogan Sewu.
Kata Kunci
- sensitivitas ekologis
- sensitivitas sosial-ekonomi
- perencanaan tata ruang
- manajemen konservasi
- pariwisata alam
Platform Lainnya
Berita Piala Dunia
situs slot gacor mahjong bet 200
best free sports betting picks
Jika Anda memiliki pertanyaan, silakan kirim email ke [email protected]