Flora dan Fauna: Pengertian, Jenis-jenis, Karakteristik, hingga Contohnya

bigbos4d slot

jm200 slot login

betting apps in india

prada55 slot

Flora

Secara umum, flora adalah sekelompok tanaman atau tumbuhan. Sementara untuk pengertian secara umum, flora adalah segala jenis tumbuhan dan tanaman yang ada di bumi. Istilah flora berasal dari kata floral yang berarti dewi bunga. Sehingga, flora bisa juga diartikan sebagai kelompok tanaman asli pada ekosistem sebuah wilayah geografis.

Jenis-jenis flora

  • Hutan musim yang terdapat di kawasan pada suhu udara tinggi. Kondisi tumbuhan di hutan musim memiliki perbedaan pada saat kemarau dan hujan. Saat kemarau, tumbuhannya akan meranggas dan pada musim hujan akan kembali hijau.
  • Hutan hujan tropis yang berada di kawasan dengan curah hujan tinggi. Hutan hujan tropis di Indonesia banyak dijumpai di Pulau Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua.
  • Sabana adalah padang rumput yang diselingi pepohonan bergerombol. Umumnya, sabana berada di kawasan dengan curah hujan sedikit.
  • Hutan bakau atau mangrove yang berada di kawasan pantai berlumpur. Di Indonesia, hutan bakau bisa dijumpai di Papua, Sumatera bagian Timur, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Barat.

Karakteristik flora

  • Merepresentasikan semua kehidupan tumbuhan di Bumi.
  • Semua flora bisa membuat makanannya sendiri.
  • Tidak banyak mobilitas yang terjadi.
  • Memiliki dinding sel.

Fungsi flora

  • Sebagai sumber makanan.
  • Penyimpanan cadangan air di dalam tanah.
  • Penghasil kayu.
  • Menjaga kesuburan tanah.
  • Menjaga longsor.

Contoh flora

Beberapa contoh flora meliputi kumpulan pohon pisang, rumput, bunga matahari, dan tumbuhan-tumbuhan lain yang ada di muka bumi.

Fauna

Secara sederhana fauna adalah hewan. Sementara itu, pengertian umumnya, fauna adalah segala jenis hewan yang hidup di muka bumi. Apabila dilihat dari Mitologi Romawi, Fauna mengacu pada kesuburan. Selain itu, ada pula yang menyebutkan fauna berasal dari kata fauns, yang artinya roh hutan.

Jenis-jenis fauna

  • Fauna daerah padang rumput.
  • Fauna daerah hutan basah.
  • Fauna daerah hutan gugur.
  • Fauna daerah taiga.

Karakteristik fauna

  • Merepresentasikan semua kehidupan binatang.
  • Membutuhkan tumbuhan atau hewan lain sebagai makanannya.
  • Semua hewan bisa bergerak bebas.
  • Tidak punya dinding sel.

Fungsi fauna

  • Penghasil bahan pangan.
  • Penghasil bahan sandang.
  • Menjaga keseimbangan lingkungan.
  • Menjaga kesuburan tanah.
  • Sumber bahan obat.

Contoh fauna

Contoh fauna antara lain: singa, harimau, ayam, dan hewan-hewan lainnya yang ada di muka bumi.

Perbedaan flora dan fauna di darat dan laut

Ada beberapa perbedaan untuk flora dan fauna yang ada di darat dan laut. Untuk flora atau tumbuhan di darat biasanya memiliki kambium dan batangnya lebih keras. Namun, untuk flora di laut tidak memiliki kambium dan batang tumbuhannya lunak. Kemudian, untuk fauna di darat umumnya bergerak dengan kaki dan bernapas menggunakan paru-paru. Sementara, fauna di laut bernapas dengan insang dan sebagian besar bergerak dengan sirip dan ekor. Namun, ada beberapa fauna laut yang bergerak dengan tentakel, seperti gurita.

Persebaran flora dan fauna di Indonesia

Flora dan fauna di Indonesia digolongkan menjadi tiga golongan, yaitu flora dan fauna Asiatis, flora dan fauna Australis, serta flora dan fauna di kawasan tengah atau peralihan. Berikut ini penjelasannya:

Persebaran flora di Indonesia

Untuk persebaran flora di Indonesia dibagi menjadi Paparan Sunda (Asiatis), Paparan Sahul (Australis), dan Daerah Peralihan.

Paparan Sunda

Wilayah Paparan Sunda meliputi flora yang ada di Pulau Sumatera dan sekitarnya. Ada tiga jenis flora di kawasan ini, yaitu di Pantai Barat Pulau Sumatera (misalnya: rotan, kemuning, meranti), Pantai Timur Pulau Sumatera (misalnya: mangrove), dan flora endemik (misalnya: bunga Raflesia Arnoldi).

Paparan Sahul

Untuk Paparan Sahul, berada di wilayah Papua. Flora di kawasan ini terdiri dari hutan hujan tropik, pohon nipah, mangrove, pohon sagu, dan pohon matoa.

Daerah Peralihan

Flora di wilayah Sulawesi dan sekitarnya masuk ke dalam Daerah Peralihan. Pada kawasan ini, jenis-jenis floranya adalah percampuran antara flora di Paparan Sahul dan Paparan Sunda. Jenis yang paling menonjol adalah kayu eboni.

Persebaran fauna di Indonesia

Sementara itu, untuk persebaran fauna di Indonesia, digolongkan menjadi wilayah Asiatis di bagian Barat, Australis di bagian Timur, dan Asia-Australia di bagian tengah.

Asiatis

Fauna Asiatis tersebar di wilayah Indonesia bagian barat, yaitu Pulau Sumatera, Jawa, Bali, dan Kalimantan. Beberapa hewan di kawasan Asiatis, antara lain gajah, badak bercula satu, tapir, landak, babi hutan, buaya, tokek, dan kijang. Fauna di bagian barat wilayah Indonesia mirip dengan fauna di kawasan Asia. Penyebab di Indonesia bagian barat memiliki kemiripan dengan daratan Benua Asia karena adanya pergerakan atau migrasi fauna saat wilayah-wilayahnya menyatu.

Australis

Fauna Australis tersebar di Pulau Irian Jaya dan pulau-pulau kecil di sekitarnya. Beberapa contoh hewan di kawasan ini adalah kangguru, beruang, nokdiak, oposum layang, kuskus, dan cendrawasih.

Asia-Australia

Fauna Asia-Australis tersebar di Pulau Sulawesi, Timor, Kepulauan Maluku, NTB, dan NTT. Sementara, untuk contoh-contoh hewannya, yaitu anoa, komodo, soa-soa, nuri, dan rangkong.

Faktor persebaran flora dan fauna

Faktor Iklim (Klimatik)

Faktor paling dominan yang mempengaruhi sebaran flora dan fauna di dunia adalah iklim. Daerah dengan iklim ekstrim, seperti di kutub yang sangat dingin atau di gurun pasir yang sangat panas, memiliki flora dan fauna dengan jumlah spesies sedikit. Sementara, di kawasan khatulistiwa, keragaman flora dan faunanya sangat tinggi. Faktor iklim yang ikut berperan dalam sebaran makhluk hidup antara lain, suhu udara, kelembapan udara, angin, dan curah hujan.

Faktor Edafik (Tanah)

Tanah adalah media utama untuk tumbuhnya vegetasi, sehingga juga berperan dalam persebaran flora dan fauna di dunia. Kebutuhan pertumbuhan dan perkembangan vegetasi sangat dipengaruhi oleh kondisi tanah, seperti unsur hara, kebutuhan bahan organik atau humus, udara di dalam tanah, dan air yang terkandung. Selain itu, hewan juga akan lebih mudah menemukan makanan di daerah yang memiliki tanah subur dan banyak dijumpai tumbuhan.

Faktor Fisiografi (Relief)

Permukaan bumi yang memiliki beragam bentuk permukaan sangat berpengaruh terhadap persebaran flora dan fauna, misalnya kemiringan lereng yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman. Hal ini dikarenakan kondisi permukaan bumi berpengaruh pada suhu daerah tersebut, seperti di tempat tinggi suhunya cenderung lebih dingin.

Faktor Makhluk Hidup (Biotik)

Terakhir adalah faktor makhluk hidup lain atau biotik. Misalnya tumbuhan dengan daya adaptasi kuat akan menghambat tumbuhan lain dengan daya adaptasi yang lebih lemah. Kemudian, manusia juga sangat berpengaruh dengan persebaran flora dan fauna di dunia. Perilaku manusia yang kurang menjaga kelestarian alam membuat tumbuhan dan binatang semakin langka.

Cara melestarikan flora dan fauna di alam

  • Membangun tempat perlindungan untuk flora dan fauna.
  • Membangun tempat rehabilitasi.
  • Melakukan usaha pelestarian hutan.
  • Melakukan budidaya pada flora dan fauna yang dilindungi.
  • Memberikan penyuluhan dan pendidikan tentang pentingnya melestarikan flora dan fauna.
apa arti flora dan fauna

▲ Kembali ke atas

Platform Lainnya

microstar slot

semesta bet slot

casino zynga

casino night rentals

Berita Piala Dunia

blackjack fun casino

indo 350 slot

liga367 slot link alternatif

DAGOTOGEL

Jika Anda memiliki pertanyaan, silakan kirim email ke [email protected]

▲ Kembali ke atas