Layanan Pengujian Sampel – Laboratorium Terpadu

pp toto slot login

europa casino reviews

bet365 uk

demo slot all game

1. Instrumen Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS)

Instrumen Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS) adalah alat laboratorium yang digunakan untuk mengukur konsentrasi unsur logam dalam sampel, terutama dalam bentuk larutan. Prinsip kerja AAS didasarkan pada penyerapan cahaya oleh atom bebas dalam keadaan gas pada panjang gelombang tertentu.

2. Instrumen Spektrofotometri UV-Vis

Spektrofotometer UV-Vis (Ultraviolet-Visible Spectrophotometer) adalah alat analisis yang digunakan untuk mengukur absorbansi (penyerapan cahaya) suatu sampel pada panjang gelombang sinar ultraviolet (200–400 nm) dan sinar tampak (400–800 nm). Biasanya Digunakan dalam bidang kimia, farmasi, lingkungan, dan biologi.

3. Instrumen Thin-Layer Chromatography (TLC) Scanner

Kromatografi lapis tipis (Thin-layer chromatography/TLC) merupakan teknik kromatografi yang berguna untuk memisahkan senyawa organik. Karena kesederhanaan dan kecepatan TLC, sering digunakan untuk memantau kemajuan reaksi organik dan untuk memeriksa kemurnian produk.

4. Instrumen Fourier Transform Infrared Spectroscopy with Attenuated Total Reflectance (FTIR-ATR)

Instrumen Fourier Transform Infrared Spectroscopy with Attenuated Total Reflectance (FTIR-ATR) adalah alat yang menggabungkan dua teknik spektroskopi, yaitu FTIR dan ATR, untuk menganalisis sampel. FTIR (Fourier Transform Infrared Spectroscopy) adalah teknik yang digunakan untuk mengidentifikasi senyawa berdasarkan interaksi molekul dengan radiasi inframerah, sedangkan ATR (Attenuated Total Reflectance) adalah metode persiapan sampel yang memungkinkan analisis sampel padat dan cair dengan persiapan minimal.

5. Instrumen: SAA, BET method

Surface Area Analyzer (SAA) adalah instrumen laboratorium yang digunakan untuk menentukan luas permukaan spesifik bahan padat, biasanya berbasis metode BET. Pengukuran ini penting dalam karakterisasi material seperti katalis, adsorben, karbon aktif, dan bahan berpori lainnya. Metode BET adalah teknik adsorpsi gas untuk menentukan luas permukaan dengan cara mengukur volume gas (biasanya nitrogen) yang diadsorpsi oleh permukaan sampel pada suhu cair.

6. Instrumen Gas Chromatography (GC)

Gas Chromatography (Kromatografi Gas) adalah teknik pemisahan analitik untuk mengidentifikasi, mengukur, dan menganalisis senyawa yang dapat diuapkan tanpa dekomposisi termal. GC bekerja dengan membawa sampel dalam bentuk gas menggunakan gas pembawa melalui kolom kromatografi.

7. Instrumen High Performance Liquid Chromatography (HPLC)

High Performance Liquid Chromatography (HPLC) adalah suatu teknik pemisahan analitik yang digunakan untuk memisahkan, mengidentifikasi, dan mengukur senyawa dalam campuran berdasarkan perbedaan interaksi senyawa dengan fase diam dan fase gerak cair (liquid mobile phase) pada tekanan tinggi.

8. Instrumen Real-Time PCR (RT-PCR)

Real-Time PCR (RT-PCR) adalah teknik amplifikasi DNA atau RNA secara in vitro yang memungkinkan deteksi kuantitatif produk amplifikasi secara real-time selama proses PCR berlangsung, menggunakan sinyal fluoresen.

9. Pemeriksaan Mikrobiologi

Pemeriksaan mikrobiologi adalah rangkaian prosedur laboratorium yang bertujuan untuk mendeteksi, mengidentifikasi, dan menghitung mikroorganisme (seperti bakteri, virus, jamur, dan parasit) dalam berbagai jenis sampel biologis (darah, urin, dahak, tinja, dll). Pemeriksaan ini penting untuk diagnosis infeksi, pemantauan terapi, dan penelitian.

10. Instrumen: Mikroskop

Mikroskop adalah alat optik yang digunakan untuk memperbesar gambar objek kecil yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Alat ini memungkinkan pengamatan detail struktur mikroorganisme, jaringan, dan sel.

11. Rotating Viscometer Digital

Rotating Viscometer Digital adalah alat ukur viskositas fluida yang bekerja dengan memutar spindle di dalam sampel cairan dan mengukur hambatan torsi yang dihasilkan. Viskositas merupakan ukuran kekentalan atau resistensi aliran suatu fluida.

12. Colony Counter Digital

Colony Counter Digital adalah alat laboratorium yang digunakan untuk menghitung jumlah koloni mikroorganisme yang tumbuh pada media padat (biasanya di cawan petri). Alat ini menggunakan sistem digital untuk membantu teknisi atau analis dalam mencatat jumlah koloni dengan lebih akurat dan cepat, menghindari kesalahan perhitungan manual.

13. Metode Kjeldahl

Metode Kjeldahl adalah metode analisis kimia yang digunakan untuk menentukan kadar nitrogen total dalam senyawa organik maupun anorganik. Nitrogen ini kemudian digunakan untuk menghitung kandungan protein.

14. pH meter

pH meter adalah alat ukur elektronik yang digunakan untuk menentukan tingkat keasaman atau kebasaan (pH) suatu larutan (seperti air) atau bahan semi padat seperti tanah. pH meter bekerja dengan membaca perbedaan potensial listrik antara elektroda referensi dan elektroda pengukur dalam larutan uji.

15. Friability Tester

Friability Tester adalah alat laboratorium yang digunakan untuk menguji ketahanan tablet terhadap guncangan mekanis (kerusakan fisik ringan) selama proses penanganan, pengemasan, dan pengangkutan. Uji ini dikenal sebagai uji keausan (friability test), yang merupakan bagian dari kontrol kualitas produk farmasi padat.

16. Parameter: Ekstraksi

Parameter ekstraksi adalah faktor-faktor yang mempengaruhi proses ekstraksi, yaitu pemisahan senyawa dari suatu bahan menggunakan pelarut.

17. Parameter: Distilasi

Distilasi adalah proses pemisahan campuran berdasarkan perbedaan titik didih komponen-komponennya. Alat distilasi dirancang untuk memanaskan campuran hingga salah satu komponen mendidih, menguap, lalu didinginkan menjadi cairan murni (kondensat).

18. Proksimat

Proksimat adalah metode analisis kimia untuk menentukan komponen utama dalam sampel bahan organik, terutama bahan pangan atau pakan.

19. X-Ray Diffraction (XRD)

X-Ray Diffraction (XRD) adalah teknik karakterisasi material berbasis difraksi sinar-X yang digunakan untuk mengidentifikasi struktur kristal suatu bahan, termasuk fase, ukuran kristalit, dan tegangan sisa.

20. X-Ray Fluorescence (XRF)

X-Ray Fluorescence (XRF) adalah instrumen analisis unsur kimia yang bekerja berdasarkan prinsip fluoresensi sinar-X. XRF digunakan untuk mengidentifikasi dan menentukan konsentrasi unsur-unsur dalam sampel padat, cair, atau bubuk tanpa merusaknya.

21. SEM

Scanning Electron Microscope (SEM) adalah instrumen mikroskopi elektron yang digunakan untuk menghasilkan citra permukaan objek dengan resolusi tinggi melalui pemindaian menggunakan elektron.

22. Raman

Raman Spectroscopy adalah teknik analisis spektroskopi yang digunakan untuk mengidentifikasi molekul berdasarkan vibrasi ikatan dalam molekul tersebut. Teknik ini memanfaatkan efek Raman yakni perubahan energi pada cahaya yang dipantulkan akibat interaksi dengan getaran molekul.

23. AW Meter

AW Meter adalah alat yang digunakan untuk mengukur aktivitas air (Water Activity atau aw) dalam suatu bahan, yang menunjukkan ketersediaan air bebas untuk reaksi kimia, pertumbuhan mikroba, dan stabilitas produk.

24. Texture Analyzer

Texture Analyzer adalah alat laboratorium yang digunakan untuk mengukur sifat mekanik atau tekstur fisik dari berbagai material, terutama produk makanan, kosmetik, farmasi, dan bahan biomedis. Parameter yang diukur meliputi kekerasan, elastisitas, adhesivitas, kekenyalan, kerapuhan, dan lain-lain.

25. ELISA reader

ELISA Reader adalah alat laboratorium yang digunakan untuk mendeteksi dan mengukur intensitas warna hasil reaksi imunologi antara antigen dan antibodi pada teknik ELISA (Enzyme-Linked Immunosorbent Assay). Alat ini membaca absorbansi atau intensitas cahaya pada panjang gelombang.

26. Chromameter

Chromameter adalah alat ukur warna yang digunakan untuk mengukur parameter warna suatu benda berdasarkan model warna tertentu. Chromameter biasa digunakan di industri makanan, farmasi, tekstil, kosmetik, plastik, hingga penelitian untuk mengevaluasi kualitas produk dari sisi warna.

27. Freeze Dryer

Freeze Dryer atau Lyophilizer adalah alat yang digunakan untuk mengeringkan bahan dengan metode sublimasi, yaitu mengubah air dari bentuk es langsung menjadi uap tanpa melalui fase cair. Proses ini sangat ideal untuk bahan yang sensitif terhadap panas, seperti produk biologis, farmasi, makanan, dan bahan kimia.

28. Next Generation Sequencing (NGS)

Next Generation Sequencing (NGS) adalah teknologi sekuensing DNA/RNA yang memungkinkan analisis genetik secara cepat dan paralel, memungkinkan pengurutan jutaan fragmen nukleotida secara bersamaan. Alat ini menggantikan metode sekuensing konvensional seperti Sanger sequencing, dengan kecepatan, akurasi, dan kapasitas yang jauh lebih tinggi.

29. HPLC Preparative

Preparative HPLC (High Performance Liquid Chromatography) adalah sistem kromatografi cair bertekanan tinggi yang dirancang untuk pemisahan dan pemurnian senyawa dalam skala besar, bukan hanya untuk analisis kuantitatif atau kualitatif seperti HPLC analitik. Alat ini sering digunakan dalam skala preparatif untuk menghasilkan senyawa murni dalam jumlah miligram hingga gram untuk riset, pengembangan obat, produksi bahan aktif, dan isolasi metabolit.

30. Skrining Fitokimia

Skrining fitokimia adalah analisis kualitatif awal terhadap senyawa metabolit sekunder dalam tanaman seperti alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, terpenoid, steroid, glikosida, dan fenol. Tujuan utamanya adalah mendeteksi keberadaan senyawa-senyawa tersebut dalam ekstrak tanaman untuk tujuan farmakologi atau penelitian.

aviator sunglass

▲ Kembali ke atas

Platform Lainnya

KING123

DOYANJUDIPOKER

ucupbet slot

slot garansi kekalahan 4d

Berita Piala Dunia

hemat 138 slot

jnt 777 slot login

toto188 slot

dragon tiger slot​

Jika Anda memiliki pertanyaan, silakan kirim email ke [email protected]

▲ Kembali ke atas