'Judi Tajen' Menjamur di Bali, Ada yang Dekat Polresta Lho! Diduga, 'Dibackingi' Apa

casino dewi365

casino stage

uang vip apk slot download

bet one

'Judi Tajen' Menjamur di Bali, Ada yang Dekat Polresta Lho! Diduga, 'Dibackingi' Apa

Denpasar. Bali identik dengan tradisi sabung ayam atau dikenal dengan istilah tajen. Di Indonesia, hanya Kepulauan Bali yang mendapatkan izin dari pemerintahan untuk melakukan sabung ayam karena berhubungan dengan acara adat dan ritual keagamaan Hindu di Bali. Sabung ayam sudah ada sejak zaman Majapahit dan lekat dengan tradisi tabuh rah, yaitu salah satu upacara dalam masyarakat Hindu Bali. Tradisi ini sudah melekat dan sulit ditinggalkan, terutama bagi kaum lelaki. Pada tahun 1981, ada larangan karena dikaitkan dengan judi, sehingga sabung ayam dilakukan secara sembunyi-sembunyi.

Kegiatan sembunyi-sembunyi ini biasanya lekat dengan perjudian. Kini, tajen yang diwarnai perjudian justru dilakukan terang-terangan di beberapa tempat, namun belum ada tindakan tegas dari aparat penegak hukum.

Informasi yang dihimpun menyebutkan beberapa lokasi di Denpasar kerap digunakan untuk sabung ayam (judi tajen) di enam tempat:

  • Jalan Mertajaya Denpasar
  • Pura Dalem Renon
  • Jalan Subak Dalem Gatot Subroto
  • Jalan Subali Padang Sumbu
  • Kesiman
  • Banjar Teges, Jalan Gunung Tangkuban Perahu

Sementara itu, di wilayah Badung ada empat lokasi: Dawas Canggu, Mengwi, Abiansemal, dan Buduk. Salah satu lokasi di Mertajaya disebut sebagai arena judi tajen terbesar di Bali. Diduga banyak pendatang dari luar Bali turut bermain di arena tersebut.

"Ya kalau tempat itu 3000 orang masuk. Tiketnya masuk Rp 30 ribu. Masuk saja. Belum ke arena tajennya Rp 30 ribu. Minimal bawa Rp 60 ribu kesana. Dari karcisnya saja bisa capai Rp 180 juta," kata sumber yang enggan disebut namanya, Minggu (4/11).

Aliran uang di arena ini bisa mencapai miliaran dan paling sedikit Rp200 juta. Lantaran pemain tidak hanya dari kalangan bawah, tetapi juga kalangan elite. "Banyak bos-bos dari luar daerah. Kalau uang ya bisa capai Rp 1 miliar karena taruhan saja sampai ratusan juta," ujarnya. Di lokasi lain di Jalan Gunung Tangkuban Perahu, setiap malam mencapai 600 orang yang turut mengadu nasib. Mereka bermain antara pukul 10.00–14.00 WITA, kemudian 15.00–18.00 WITA, dan malam sekitar 21.00–04.00 WITA.

Lokasi yang dekat dengan Mapolresta Denpasar ini tentu menimbulkan pertanyaan: mengapa aparat seolah-olah tutup mata? "Lokasinya ini kan dekat Polresta. Malam hari ramai banget. Sampai mengganggu pengguna jalan karena diselenggarakan di pinggir jalan. Nah, ini kok seolah-olah tutup mata. Jelas mengganggu," keluhnya.

Sementara di kawasan Kabupaten Badung, sumber menyebutkan omset tidak sebesar di Denpasar yang bisa ratusan juta, hanya berkisar di bawah Rp 10 jutaan. Masyarakat mempertanyakan kinerja aparat karena sekelas preman saja bisa diberantas, apalagi hanya judi tajen. Selain judi tajen murni, judi lain yang kerap digelar adalah bola adil, kocokan, dan spirit dengan taruhan sekitar Rp 50 ribuan per pemain. Spirit Rp 5.000 bisa menghasilkan puluhan juta. Biasanya di lokasi judi tajen juga ada judi spirit yang memakai kartu domino.

"Yang jelas ada yang membackingi. Aparat jangan tebang pilih. Kalau dibuka ya buka semua. Kalau ditutup, tutup semua," imbuhnya. 90% yang datang ke acara tersebut sudah tentu bermain, sedangkan 10% mencari kerja seperti berdagang atau calo pencari lawan alias tukang stir.

Hingga berita ini diturunkan, Kapolresta Denpasar Bali AKBP Ruddy Setiawan maupun Kapolres Badung AKBP Yudith Satriya Hananta yang dikonfirmasi belum memberikan respons.

ayam sabung thailand

▲ Kembali ke atas

Platform Lainnya

kostenlose slots

super casino estonia

LUCK99

casino near asheville nc

Berita Piala Dunia

KUNCI777

bet network internships

slots mod apk

apex slot

Jika Anda memiliki pertanyaan, silakan kirim email ke [email protected]

▲ Kembali ke atas