Xuly Bet: Desainer Terbaik Tahun 90-an yang Belum Pernah Anda Dengar Kembali
Kebangkitan Kembali Maestro Mode Paris
Lamine Kouyaté, desainer asal Mali di balik merek XULY.Bët, dulunya merupakan bintang panggung mode Paris. Kini, setelah sempat menghilang, ia kembali ke kota yang pertama kali menjadikannya seorang superstar.
Perjalanan Sang Pangeran dari Potongan Kain
Pada era 1990-an, Kouyaté dikenal sebagai "Pangeran Potongan Kain". Ia merangkai sisa-sisa kain menjadi gaun impian dengan jahitan merah khas yang menyerupai bekas luka. Karya-karyanya memiliki biografinya sendiri, memadukan pengaruh global dari Mali hingga dunia mode mewah. Ia berkolaborasi dengan Puma, mendandani selebriti seperti Janet Jackson, dan tampil di sampul majalah.
Hilang dari Sorotan
XULY.Bët tiba-tiba menghilang dari panggung mode internasional. Namun, Kouyaté tidak pernah benar-benar berhenti berkarya. Ia terus bekerja secara underground, hingga akhirnya memutuskan untuk kembali ke Paris.
Kembali dengan Visi Baru
Kouyaté, kini berusia 57 tahun, didampingi oleh Rodrigo Martinez sebagai CEO. "Ini bukan sekadar comeback; ini adalah rekonsiliasi dengan Paris," ujarnya. Misi mereka adalah berbicara kepada generasi muda Paris yang multikultural, seksi, dan penuh kepercayaan diri.
Keberlanjutan dan Kejujuran sebagai Mewah
Kouyaté telah lama menggunakan upcycling, jauh sebelum tren ini populer. Ia menolak dianggap sebagai penemu: "Saya tidak menciptakannya; saya hanya menggunakannya dalam proses saya." Baginya, kemewahan sejati adalah kejujuran. Koleksi terbaru menampilkan pakaian yang terjangkau—jarang ada yang melebihi 300 euro—dengan fokus pada nilai produk, bukan sekadar citra.
Masa Depan XULY.Bët
Kouyaté dan Martinez sangat tertarik pada anak muda Paris yang skeptis terhadap kreativitas korporat, namun tergila-gila dengan mode dan aktif secara politik. Mereka ingin menjadi merek yang berbicara kepada mereka, dengan harga yang ramah di kantong.
"Faktanya, bahkan sebagian besar merek mewah tidak memiliki nilai dalam produk. Nilainya ada pada citra, bukan pada produk." — Lamine Kouyaté
Dedikasi Kouyaté untuk kejujuran dan keberlanjutan menjadikannya desainer yang relevan saat ini. Ia mendedikasikan koleksi Spring 2021 untuk almarhum kritikus mode Amy Spindler, yang pertama kali menulis tentangnya pada tahun 1993. "Ada begitu banyak ide dalam koleksi itu—begitu banyak hal yang benar-benar berarti sekarang," kenang Kouyaté.
Platform Lainnya
Berita Piala Dunia
Jika Anda memiliki pertanyaan, silakan kirim email ke [email protected]