Ulasan Buku: Bet Me (Jennifer Crusie).
Ulasan Buku: Bet Me (Jennifer Crusie).
Bet Me karya Jennifer Crusie adalah novel roman kontemporer. Saya menemukan deskripsi buku ini menarik dan berbeda, jadi saya memutuskan untuk membacanya. Buku ini bercerita tentang seorang wanita berusia 33 tahun bernama Minerva Dobbs. Dia memutuskan untuk pergi berkencan dengan Calvin Morrisey meskipun tahu bahwa Cal telah membuat taruhan tentang mengajaknya keluar. Setelah dia setuju untuk makan malam, cerita pun berjalan dan segalanya berubah baginya.
Bet Me karya Jennifer Crusie dimulai saat Minerva dicampakkan oleh pacarnya, David, di sebuah bar tempat dia kemudian bertemu Cal. Min tidak sengaja mendengar Cal membicarakan taruhan yang melibatkan dirinya. Plot kemudian terungkap dengan cara yang jenaka dan manis. Minerva adalah karakter yang hebat. Dia bukan tokoh utama roman yang 'ideal'; dia biasa dan gemuk, yang jarang ditemukan dalam novel roman. Pergumulan karakternya terkait masalahnya digambarkan secara realistis oleh penulis. Perjuangannya untuk merasa nyaman dengan dirinya sendiri, baik secara fisik maupun mental, berkembang secara alami. Tidak ada satu pun perkembangan karakter yang terasa dipaksakan dalam cerita.
Tema yang mendasari keseluruhan buku adalah citra tubuh yang positif. Min berjuang untuk menerima standar kecantikan yang ditetapkan oleh masyarakat dan ibunya. Pada awalnya, ia terus-menerus khawatir tentang makannya dan berusaha menyesuaikan diri dengan gaun tertentu untuk pernikahan saudara perempuannya. Seiring berjalannya cerita, Cal membantunya merasa nyaman dengan dirinya sendiri. Cal dan Min adalah karakter unik dengan selera humor yang nakal dan kepribadian yang aneh. Karakter Cal tampak tipikal di awal buku, tetapi ada begitu banyak kedalaman pada dirinya seiring cerita berlanjut.
Subplot tentang David dan mantan Cal, yang merupakan seorang psikolog, terus berusaha menyabotase hubungan Min dan Cal yang sedang tumbuh. Teori-teori Cyn, mantan Cal, terasa menjengkelkan setelah beberapa kali pertama dan tidak masuk akal bagi saya. Saya merasa subplot ini tidak sepenuhnya terselesaikan karena Cal tidak pernah memahami alasan di balik pengejaran Cyn terhadapnya. Bahkan karakter pendukung memiliki suara yang khas dan berperan dalam membawa cerita ke depan.
Interaksi karakter begitu hidup dan keren dalam cara penulisannya. Dialog-dialognya manis, lucu, dan kadang-kadang sarkastik. Pandangan Min dan Cal terhadap cinta bersifat praktis; Min lebih sinis dalam hal itu. Dia tidak mengharapkan dongeng atau kebahagiaan selamanya dan kalkulatif dalam segala hal yang dia lakukan. Mereka berdua memiliki hubungan yang agak disfungsional dengan keluarga mereka, tetapi tidak berlebihan. Penulis tidak bergantung pada drama untuk cerita; konflik yang muncul tidak dibuat-buat. Pertemuan kebetulan antara Min dan Cal sangat menggemaskan.
Bet Me adalah buku pertama Jennifer Crusie yang saya baca dan saya menyukai gaya penulisannya. Cepat, tanpa drama yang tidak perlu, dan humoris. Hubungan romantis antara Min dan Cal berkembang perlahan dan mantap; lucu melihat mereka jatuh cinta. Anda tidak bisa tidak mendukung karakter dan sesekali merasakan keterkaitan. Buku ini jenaka, sarkastik, dan menyenangkan untuk dibaca dari awal hingga akhir. Begitu saya mulai membacanya, saya tidak bisa menyelesaikannya dengan cepat.
Platform Lainnya
Berita Piala Dunia
Jika Anda memiliki pertanyaan, silakan kirim email ke [email protected]