Kenang “Pahit Getir” Perjalanan Hidup, Prof. Sagir Ungkap Rahasia Berkah Ulama Banjar

casino mobiili

bojoku

demo slot mammoth

kansas 4d slot

Kenang “Pahit Getir” Perjalanan Hidup, Prof. Sagir Ungkap Rahasia Berkah Ulama Banjar

BANJARBARU – Di balik momen khidmat pengukuhan guru besar, selalu ada kisah perjuangan personal. Hal ini terungkap saat Prof. Dr. H. Akhmad Sagir, M. memberikan kata persembahan “ter-spesial” untuk sang istri, Hj. Fitrahelwati Lanovisa, S.

“Sokongan yang setia, dalam suka dan duka, pahit getirnya perjalanan hidup yang kami lalui sehingga sampai pada anugerah ini,” kenangnya di hadapan senat dan para tamu undangan.

Kisah personal tentang kesetiaan dan berkah dalam keluarga ini, menjadi pengantar yang kuat bagi inti orasi ilmiah Prof. Sagir. Dirinya tidak sedang membahas hubungan suami-istri, melainkan sebuah rahasia yang mengakar dalam tradisi keilmuan di tanah Banjar: berkah orang tua.

Prof. Sagir, pada Selasa (4/11/2025), resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam Bidang Ilmu Ushul Al Hadits, di Gedung Serbaguna Kampus 2 UIN Antasari, Banjarbaru. Judul orasinya adalah “Implementasi Hadis Ridhallah Fi Ridha Al-Walidain dalam Mengasuh Anak Ulama Banjar”.

Living Hadis di Tanah Banjar

Prof. Sagir memaparkan, hadis “Keridaan Allah tergantung pada keridaan kedua orang tua, dan kemurkaan Allah tergantung pada kemurkaan keduanya”, bukanlah sekadar teks hafalan di masyarakat Banjar. Hadis ini, menurutnya, telah menjadi living hadis (hadis yang dihidupkan).

“Bagi masyarakat Banjar, ketaatan kepada orang tua tidak hanya dipandang sebagai kewajiban moral, melainkan jalan menuju keberkahan hidup dan ilmu,” papar Prof. Sagir dalam orasinya.

Dirinya menguraikan, fondasi keulamaan Banjar dibangun di atas birrul walidain (bakti pada orang tua). Prof. Sagir kemudian mencontohkannya lewat beberapa ulama besar:

  • KH. Muhammad Zaini Abdul Ghani (Guru Sekumpul), dikenal sangat berbakti dan menegaskan bahwa seluruh keberkahan hidupnya berasal dari doa dan rida sang ibu.
  • KH. Ahmad Zuhdiannor (Guru Zuhdi), selalu menekankan pentingnya rida orang tua dan guru sebagai syarat utama keberkahan ilmu.
  • Keluarga Ulama Martapura (seperti Guru Ibad), menjunjung tinggi tradisi “berkat orang tua” (doa dan restu) sebagai pintu keberhasilan.

“Melalui keteladanan mereka, tampak bahwa keberhasilan pendidikan Islam bukan hanya hasil dari kecerdasan intelektual, melainkan buah dari rida orang tua, adab, dan keberkahan ilmu,” tegas Wakil Rektor Bidang Adminsitrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan tersebut.

Jawaban untuk Krisis Adab Modern

Prof. Sagir menilai, tradisi luhur ini sangat relevan untuk menjawab tantangan zaman modern. Menurutnya, era digital telah memicu individualisme dan mengikis nilai penghormatan anak kepada orang tua.

Pola asuh ulama Banjar yang mengedepankan keteladanan, adab, dan kasih saying, menurutnya dapat direaktualisasi dalam sistem pendidikan karakter modern.

Pengukuhan Prof. Dr. H. Akhmad Sagir dilakukan oleh Rektor Prof. Dr. H. Mujiburrahman, M.A., bersama delapan guru besar lainnya.

bet pramuka guru

▲ Kembali ke atas

Platform Lainnya

starlight slot

casino norman ok

aplikasi slot deposit dana

laris99 slot

Berita Piala Dunia

demo mahjong bet 1000

live draw siem riep

rt slot login

casino slot machine

Jika Anda memiliki pertanyaan, silakan kirim email ke [email protected]

▲ Kembali ke atas