Ingin Saingi Starlink, Kemenkominfo Minta 13.400 Slot Satelit LEO

detik777

slot mahjong hahacuan com

winwin4d slot

top 88 slot

Ingin Saingi Starlink, Kemenkominfo Minta 13.400 Slot Satelit LEO

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mengungkapkan rencana pengembangan satelit orbit bumi rendah atau low earth orbit (LEO) seperti halnya Starlink untuk memenuhi kebutuhan telekomunikasi di Tanah Air. Saat ini, Indonesia tengah memperjuangkan 13.400 slot satelit LEO.

Agar rencana tersebut bisa berjalan sebagaimana mestinya, Kemenkominfo terus melobi Persatuan Telekomunikasi Internasional atau International Telecommunication Union (ITU) agar mengamankan 13.400 slot satelit LEO untuk Indonesia. Jumlah tersebut masih jauh lebih sedikit dibandingkan dengan slot yang dimiliki oleh Amerika Serikat (AS).

“Saat ini AS sudah mengkavling 300.000 slot satelit LEO. Makanya kita juga nggak mau kalah, Indonesia meminta 13.400 slot orbit LEO,” kata Menteri Komunikasi dan Informatika, Budi Arie Setiadi dalam Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi I DPR RI di Komplek Parlemen, Jakarta Pusat, Senin (10/6/2024).

Budi Arie menjelaskan slot satelit LEO yang diminta oleh Indonesia berada di garis khatulistiwa atau ekuator. Ini sudah sesuai dengan kebutuhan dan kondisi geografis yang mana 30% dari ekuator bumi adalah wilayah Indonesia.

”Kita lagi bicara dengan ITU agar Indonesia bisa mengelola satelit LEO yang ekuatorial. Ini lobi antarnegara. Sedang diajarin sama ITU untuk prinsip-prinsip, kita lobi terus ini kan di atas langit kita enggak ada yang punya,” paparnya.

Sebagai catatan, satelit LEO Starlink mengelilingi bumi secara polaris dari utara menuju selatan. Pergerakannya akan berbeda dengan satelit LEO yang akan dikembangkan oleh Indonesia, bergerak di atas ekuator dari timur menuju barat.

Sebelumnya, Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika (Wamenkominfo) Nezar Patria mengatakan, pemerintah berupaya mengamankan sejumlah titik koordinat satelit LEO untuk kebutuhan telekomunikasi di dalam negeri. Orbit yang juga digunakan oleh Starlink itu dinilai strategis lantaran jaraknya tak jauh dari permukaan bumi, hanya 300 mil atau kurang dari 500 km.

“Pemerintah sekarang sedang memperjuangkan beberapa spot (titik) yang ada di angkasa kita untuk LEO, ada peluang beberapa ribu spot yang sedang diminta izin globalnya ke ITU,” katanya ketika ditemui di Universitas Paramadina, Jakarta Selatan, Jumat (31/5/2024).

Nezar mengungkapkan bahwa pemerintah mempertimbangkan penempatan Satelit Republik Indonesia 2 (Satria-2) di orbit yang sama dengan Starlink. Namun, belum ada keputusan lebih lanjut mengenai rencana tersebut.

"(Penempatan Satria-2 di LEO) lagi dalam pembahasan," kata Nezar. "Bisa jadi (Satria-2 ditempatkan di LEO). Tetapi mungkin juga bukan Satria-2, mungkin dalam bentuk yang lain,” tuturnya.

Satria-2 merupakan kelanjutan dari Satria-1 yang diluncurkan pada 19 Juni 2023. Satria-1 disiapkan untuk memenuhi kebutuhan internet untuk layanan masyarakat seperti pendidikan, kesehatan, dan keamanan dengan kapasitas 150 Gbps atau menghasilkan kecepatan internet 3-5 Mbps.

bumi 138 slot

â–˛ Kembali ke atas

Platform Lainnya

demo slot wild ape

west ham vs liverpool

bet 366

casino video games

Berita Piala Dunia

she777 slot apk

cara memasang bet merah putih

kentucky derby bet odds

bet bareskrim

Jika Anda memiliki pertanyaan, silakan kirim email ke [email protected]

â–˛ Kembali ke atas