Rencana Membangun Kasino Mega di Bali Terungkap!
Rencana Pembangunan Kasino Mega di Bali Terungkap!
Berita ini pasti bisa disebut sensasional! Indonesia, di mana segala bentuk perjudian mendapat hukuman berat, termasuk hukuman penjara yang signifikan, sedang mempertimbangkan untuk membangun kasino pertama di Bali. Setidaknya, pejabat setempat sudah membicarakannya.
Ketua BPC HIPMI, Putu Bayu Mandayana, mengusulkan agar zona kasino khusus dapat didirikan di Kabupaten Buleleng di Bali utara. Ia percaya hal ini dapat membantu merangsang pariwisata dan pembangunan ekonomi di salah satu daerah yang paling jarang dikunjungi di Bali saat ini. BPC HIPMI adalah Asosiasi Mahasiswa Islam, dan Mandayana sebagai ketua memiliki pengaruh signifikan baik di komunitas Islam di Bali maupun dalam gerakan pemuda. Mandayana adalah seorang pengusaha dari Buleleng dan ingin daerah yang sering dianggap sebagai kabupaten termiskin di Bali itu makmur di masa depan.
Mandayana mengatakan, "Menurut pendapat saya, kemajuan daerah kita tidak bisa lepas dari pergerakan ekonomi di dalamnya. Saya pikir untuk meningkatkan pendapatan anggaran daerah secara global, kita tidak bisa hanya mengandalkan sektor lokal; Buleleng harus mampu menarik sumber dana eksternal untuk mendatangkan wisatawan kaya." Ia menambahkan, "Kita tidak boleh melihat kasino semata-mata sebagai tempat perjudian; kita perlu mengubahnya menjadi tujuan wisata yang utuh. Jika ini terjadi di Buleleng, ini akan menjadi satu-satunya titik jual yang kuat dan unik di sini. Dan saya pikir orang-orang yang datang di masa depan akan lebih dari mampu secara finansial dan murah hati."
Meskipun antusias dengan ide ini, Mandayana tidak menjelaskan bagaimana kasino sebenarnya bisa dibangun. Karena kasino dan perjudian saat ini dilarang di semua provinsi di Indonesia, perubahan signifikan dalam undang-undang dan opini publik akan diperlukan agar proyek semacam itu terwujud. Menurut Pasal 303 Kitab Undang-undang Hukum Pidana Indonesia, hampir semua bentuk perjudian, termasuk perjudian online, dilarang. Namun, perjudian dan kasino legal di negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, Laos, Vietnam, Kamboja, dan Filipina. Pengalaman mereka mungkin menjadi kekuatan pendorong untuk mengubah intoleransi tradisional terhadap perjudian.
Dukungan untuk Pendapatan Pajak
Adjus Linggih, ketua Asosiasi Pengusaha Muda Indonesia, percaya bahwa membuka kasino adalah salah satu cara untuk dengan cepat meningkatkan pendapatan pajak untuk anggaran Bali. Menurutnya, industri perjudian di Singapura mencapai pendapatan USD 5,25 miliar pada tahun 2023, setara dengan lebih dari IDR 63 triliun. Dengan tarif pajak 18–22%, ini berarti Bali berpotensi menerima pendapatan pajak IDR 11–13 triliun dengan pendapatan yang sama. Adjus Linggih yakin bahwa Bali dengan kasino bisa melipatgandakan pendapatan pajaknya. "Saya pikir dengan potensi ini, masalah mendesak Bali dapat diatasi, terutama pengelolaan sampah, pembangunan infrastruktur, dan pelestarian tradisi. Selain itu, pajak dari kasino di Bali bisa digunakan untuk meningkatkan pendidikan dan kesehatan masyarakat Bali." "Tentu, ada pro dan kontra. Tapi jika manfaatnya lebih besar daripada kerugiannya, mengapa tidak?" pungkas Adjus Linggih.
Keberatan Keras
Usulan berani ini juga memiliki lawan yang gigih. Senator Indonesia terpilih Niluh Djelantik percaya bahwa membangun kasino akan menghancurkan Bali. Menurutnya, meskipun kasino direncanakan sebagai atraksi wisata yang ditujukan untuk orang asing, tidak ada jaminan bahwa itu tidak akan merugikan masyarakat Bali. Ia menjelaskan bahwa orang asing datang ke Bali karena tertarik dengan budaya dan keindahan alam pulau ini. "Orang asing sebenarnya merindukan Bali tanpa kemacetan lalu lintas dan kejahatan. Kami banyak membaca di media sosial tentang bagaimana pengunjung dari negara lain merindukan Bali yang lama, tanpa dominasi klub pantai dan pusat perbelanjaan seperti sekarang," kata Niluh.
Penolakan dari Pejabat Pariwisata
Pejabat pariwisata telah mengakhiri diskusi ini. Pertama, kepala Dinas Pariwisata Bali, Cokorda Bagus Pemayun, berjanji bahwa tidak akan pernah ada tempat perjudian di Pulau Dewata selama kepemimpinannya: "Inisiatif ini, menurut definisi, tidak memiliki prospek. Ini tidak mungkin dalam keadaan apa pun, karena negara kita memiliki undang-undang yang melarang perjudian. Tidak ada yang berencana untuk mencabutnya." Ide pengusaha muda Indonesia ini juga dikritik oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia, Sandiaga Uno. Ia juga berjanji untuk mematuhi hukum yang ada di negara ini.
Alternatif Pengembangan Pariwisata
Jadi, untuk saat ini, salah satu rencana nyata untuk pengembangan pariwisata di Bali Utara dan Barat adalah menghubungkan secara logistik wilayah tersebut dengan Jawa Timur, sehingga wisatawan yang bepergian ke Ijen lebih memperhatikan, misalnya, Taman Nasional Bali Barat. Dinas Pariwisata Kabupaten Buleleng telah mengonfirmasi bahwa proyek kerja sama baru akan dilaksanakan dengan Dinas Pariwisata Banyuwangi di Jawa Timur. Langkah pertama adalah memodernisasi speedboat antara Gilimanuk dan Lovina di Bali serta Banyuwangi di Jawa Timur. Rute ini diharapkan akan ditawarkan kepada wisatawan sebagai paket gabungan di masa depan.
Platform Lainnya
nba 2k24 arcade edition download
Berita Piala Dunia
Jika Anda memiliki pertanyaan, silakan kirim email ke [email protected]