Pemetaan Proyektif Preferensi pada Batang Cokelat Susu dan Hitam yang Difortifikasi Nanokapsul Karotenoid Arthrospira

tokidoki slot

77888 slot

slot bonus cashback 100 persen

tamara bet togel

Abstrak

Karakteristik produk cokelat susu atau hitam Arthrospira perlu diuji sebelum produk dirilis ke pasar. Tujuan penelitian ini adalah menggunakan metode Projective Mapping (PM) untuk menentukan karakteristik dan preferensi konsumen terhadap produk cokelat susu atau hitam karotenoid Arthrospira dibandingkan dengan produk cokelat susu atau hitam komersial di pasar, serta menganalisis faktor-faktor yang dapat mempengaruhi niat beli konsumen. Sampel cokelat yang diuji adalah cokelat susu Arthrospira dan sepuluh sampel cokelat susu komersial (SQ, DF, LD, DV, CB, MG, VH, BB, TB, dan WD). Untuk cokelat hitam, dibandingkan dengan sepuluh cokelat hitam komersial (SQ, M5, M6, M7, DC, WD, TB, BB, LD, dan DV). Faktor-faktor yang mempengaruhi niat beli konsumen diidentifikasi melalui survei online dan dianalisis menggunakan chi-square. Sebanyak 159 orang (68 responden PM dan 91 responden non-PM) berpartisipasi dalam jajak pendapat cokelat susu, sedangkan 92 orang (41 responden PM dan 51 responden non-PM) berpartisipasi dalam jajak pendapat cokelat hitam. Uji PM menunjukkan bahwa konsumen menganggap cokelat susu dan cokelat hitam yang difortifikasi dengan nanokapsul karotenoid Arthrospira memiliki rasa, penampilan, tekstur, dan harga yang mirip dengan beberapa produk batang cokelat komersial, yang menyiratkan bahwa kedua produk cokelat yang difortifikasi dengan nanokapsul karotenoid Arthrospira dapat bersaing di pasar. Hasil uji chi-square untuk cokelat susu menunjukkan bahwa untuk responden PM, faktor sosio-demografis, kebiasaan konsumen membeli batang cokelat, pengetahuan tentang Arthrospira, dan manfaat mengonsumsi Arthrospira mempengaruhi minat beli mereka, sedangkan untuk responden non-PM, kebiasaan konsumen membeli batang cokelat mempengaruhi niat beli mereka. Hasil uji chi-square cokelat hitam menunjukkan bahwa pengetahuan responden tentang manfaat mengonsumsi batang cokelat dan kondisi saat mengonsumsi batang cokelat mempengaruhi minat beli mereka.

1. Pendahuluan

Konsumen semakin sadar akan kebutuhan makanan fungsional yang bermanfaat bagi kesehatan. Nanokapsul Arthrospira platensis merupakan jenis bahan pangan fungsional yang mengandung antioksidan karotenoid yang bermanfaat bagi kesehatan manusia, yang dapat diubah oleh tubuh menjadi vitamin A [1][2]. Nanokapsul Arthrospira platensis dapat digunakan sebagai bahan pangan fungsional dalam fortifikasi pangan. Fortifikasi pangan adalah penambahan beberapa senyawa bioaktif ke dalam makanan untuk meningkatkan kandungan gizi dan memberikan manfaat kesehatan [3]. Salah satu hal yang harus diperhatikan dalam fortifikasi pangan adalah kendaraan pangan yang berfungsi sebagai bahan makanan yang diberi tambahan nutrisi. Batang cokelat merupakan salah satu produk kendaraan pangan alternatif untuk memortifikasi nanokapsul Arthrospira platensis, dan produk batang cokelat dibuat dari produk olahan berbasis kakao yang populer di kalangan banyak orang [4]. Batang cokelat diklasifikasikan menjadi tiga jenis: cokelat susu, cokelat hitam, dan cokelat putih [5], yang merupakan jenis produk yang paling dikenal di Indonesia. Fortifikasi nanokapsul Arthrospira platensis ke dalam produk batang cokelat susu telah dilakukan oleh peneliti sebelumnya [6][7] dan untuk yang hitam [8][9]. Batang cokelat dibuat dengan biji kakao fermentasi dari petani kakao di Kalibawang, gula rafinasi, lemak kakao, lesitin nabati, vanili, soda kue, dan nanokapsul Arthrospira platensis. Untuk batang cokelat susu, rasio massa kakao dan lemak kakao adalah 11:10 dengan suhu tempering 27°C, sedangkan untuk batang cokelat hitam, rasio massa kakao dan lemak kakao adalah 40:30 dengan suhu tempering 35°C. Kedua batang cokelat susu dan hitam ditambahkan nanokapsul karotenoid Arthrospira platensis dengan dosis 0,372%. Manfaat fortifikasi nanokapsul Arthrospira platensis ke dalam produk batang cokelat meningkatkan kandungan β-karoten, dan bau amis, aroma menyengat, serta rasa pahit tidak terdeteksi oleh konsumen. Untuk pengembangan produk batang cokelat karotenoid Arthrospira, perlu dilakukan uji preferensi dan persepsi konsumen terhadap produk tersebut. Uji projective mapping adalah alat untuk menentukan persepsi dan preferensi konsumen terhadap produk. Parameter yang akan digunakan dalam uji projective mapping meliputi rasa, warna, harga, dan tekstur. Segmentasi produk yang diuji dapat ditentukan menggunakan uji projective mapping [10]. Uji projective mapping mudah dilakukan karena tidak memerlukan panelis terlatih dan dapat digunakan untuk mengetahui respons spontan panelis [11]. Uji projective mapping sebelumnya telah digunakan pada produk makanan seperti cokelat [12], keju susu domba [13], dan anggur [14]. Penelitian ini mengkaji persepsi dan preferensi konsumen, serta segmentasi produk batang cokelat putih karotenoid Arthrospira dan produk batang cokelat hitam karotenoid Arthrospira.

2. Bahan dan Metode

Uji projective mapping (PM) terdiri dari dua jenis batang cokelat: batang cokelat susu dan batang cokelat hitam yang difortifikasi dengan nanokapsul karotenoid Arthrospira platensis. Biji kakao fermentasi dari petani Kalibawang, susu bubuk, gula rafinasi, lesitin nabati, lemak kakao, vanili, soda kue, dan nanokapsul karotenoid yang dikembangkan di Laboratorium Teknologi Hasil Perikanan, Departemen Perikanan, Universitas Gadjah Mada [6][8]. Batang cokelat susu yang difortifikasi karotenoid Arthrospira didasarkan pada formula yang dibuat oleh [6] sedangkan yang hitam oleh [8]. Metode penelitian yang digunakan adalah PM untuk menentukan persepsi dan preferensi konsumen serta segmentasi produk batang cokelat susu karotenoid Arthrospira dan batang cokelat hitam karotenoid Arthrospira.

2.1 Penentuan Atribut

Atribut yang diuji untuk PM dipilih berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh [9][15] tentang faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian konsumen terhadap produk batang cokelat. Rasa, warna, tekstur, dan harga merupakan beberapa faktor yang dipertimbangkan konsumen saat membeli batang cokelat, menurut temuan tersebut.

2.2 Inventarisasi Batang Cokelat Komersial

Tujuan inventarisasi batang cokelat adalah untuk menentukan produk batang cokelat di pasar Yogyakarta. Yogyakarta dipilih sebagai lokasi penelitian karena dianggap sebagai miniatur Indonesia. Populasi Yogyakarta berasal dari seluruh Indonesia, menjadikannya mikrokosmos negara. Inventarisasi dilakukan dengan mensurvei pasar Yogyakarta seperti supermarket, minimarket, dan lokasi produksi cokelat. Batang cokelat yang dipilih dan digunakan untuk penelitian adalah batang cokelat komersial yang mirip dengan sampel batang cokelat, yaitu cokelat susu dan cokelat hitam.

2.3 Uji Projective Mapping (PM)

Uji PM dilakukan dengan panelis tidak terlatih, yang sebagian besar adalah mahasiswa. Panelis mengevaluasi 11 sampel, termasuk batang cokelat karotenoid Arthrospira dan sepuluh merek batang cokelat komersial. Panelis diminta untuk mencicipi sampel dan kemudian memetakannya di atas kertas 30 x 30 cm berdasarkan kesamaan dan perbedaan karakteristik sampel. Sampel dipetakan oleh panelis berdasarkan persepsi mereka. Uji PM mengevaluasi karakteristik berikut: penampilan, tekstur, rasa, dan harga. Pada atribut harga, panelis diminta untuk menuliskan harga berdasarkan persepsi mereka untuk setiap sampel dengan berat 80 gram. Panelis diminta untuk menguji semua parameter secara bersamaan pada empat lembar kertas uji yang berbeda. Produk dengan karakteristik serupa dikelompokkan bersama, sedangkan produk dengan karakteristik berbeda dikelompokkan terpisah. Panelis juga diminta untuk menuliskan deskripsi karakteristik setiap sampel pada setiap atribut. Untuk membuat peta proyektif, jarak horizontal dan vertikal dari titik pemetaan sampel diterjemahkan ke dalam koordinat x dan y. Koordinat yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan perangkat lunak MFA (Multiple Factor Analysis) dari IBM Statistics SPSS 20. Diagram alir uji PM disajikan pada Gambar 1.

2.4 Survei Online

Survei online dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor apa yang mempengaruhi minat beli konsumen terhadap produk cokelat. Responden dipilih dari mereka yang memiliki atau sering mengonsumsi batang cokelat. Responden dibagi menjadi dua kelompok: mereka yang mengikuti uji PM terlebih dahulu dan kemudian menyelesaikan survei, dan mereka yang hanya menyelesaikan survei. Survei online mencakup pertanyaan tentang data sosio-demografis, pengetahuan tentang batang cokelat, kebiasaan konsumsi batang cokelat, kebiasaan membeli batang cokelat, dan pengetahuan tentang Spirulina. Survei online dilakukan antara 15 Februari hingga 30 April 2020, menggunakan Google Forms. Data dari survei online dianalisis menggunakan chi-square dan perangkat lunak Ms. Excel dan IBM Statistics SPSS 20. Tabel dan diagram digunakan untuk menyajikan data untuk setiap atribut yang diuji.

3. Hasil dan Pembahasan

3.1 Inventarisasi Batang Cokelat Komersial

Inventarisasi batang cokelat komersial dilakukan untuk memilih batang cokelat komersial sebagai perbandingan dalam uji projective mapping guna memudahkan proses produksi, distribusi, mengetahui preferensi konsumen, dan mengetahui minat beli terhadap produk cokelat susu dan hitam yang difortifikasi Arthrospira di masa depan. Batang cokelat komersial terbuat dari cokelat yang sama dengan batang cokelat karotenoid Arthrospira, yaitu cokelat susu dan hitam. Data batang cokelat susu komersial disajikan pada Tabel 1 dan data batang cokelat hitam komersial disajikan pada Tabel 2.

PasarSilver queen (SQ)Delphi (DF)Lindt (LD)Dove (DV)Cadbury (CB)Monggo (MG)Van Houten (VH)Ndalem (BB)Toblerone (TB)Wondis (WD)
Superindovvvvvvv---
MirotaKampusvv-vvvvv--
Gardenavv-vv-v---
Lottemartvv--v-----
Ndalem Chocolate--------v-
Monggo Chocolate----------
Wondis Chocolate---------v
Frekuensi4413423111
PasarSilver queen (SQ)Monggo 58% (M5)Monggo 69% (M6)Monggo 77% (M7)Toblerone (TB)Dove (DV)Lindt (LD)Delicacao (DC)Ndalem (BB)Wondis (WD)
Mirota Kampusvvvvvv----
Superindovvvvvvvv--
Gardenav---vvv---
IndoMartv----v----
Alfamartv---------
Monggo Chocolate-vvv------
Ndalem Chocolate--------v-
Wondis Chocolate---------v
Frekuensi5333342111

Terdapat 10 merek batang cokelat susu komersial yang dipilih dan digunakan dalam uji PM. Cokelat merek Silverqueen, Delfi, dan Cadbury adalah cokelat yang paling sering ditemukan di pasar dengan frekuensi 4 kali. Sepuluh merek batang cokelat hitam komersial yang berbeda dipilih dan digunakan dalam uji PM. Dengan frekuensi 5 kali, cokelat merek Silverqueen adalah cokelat yang paling sering ditemukan di pasar. Frekuensi dari berbagai merek batang cokelat susu dan hitam cukup menarik. Produk komersial ini, yang dapat ditemukan di beberapa supermarket dan minimarket, bertujuan untuk menentukan berapa banyak area pemasaran yang dimiliki merek tersebut, dengan harapan akan ada lebih banyak merek cokelat susu dan hitam. Batang cokelat yang dipasarkan di beberapa lokasi menunjukkan bahwa merek tersebut dikenal oleh konsumen, yang dapat meningkatkan minat beli konsumen terhadap merek cokelat susu dan hitam. Jadi Arthrospira adalah merek yang dapat digunakan sebagai perbandingan dalam memasarkan produk cokelat susu dan hitam.

3.2 Batang Cokelat Susu Karotenoid Arthrospira

3.2.1 Atribut Penampilan

Gambar 2 menunjukkan hasil uji PM untuk atribut rasa batang cokelat susu karotenoid Arthrospira. Batang cokelat susu karotenoid Arthrospira (MS) sebanding dengan sampel cokelat Ndalem (BB) dan Monggo (MG). Ketiga cokelat tersebut berwarna cokelat tua. Menurut [16], semakin banyak Arthrospira platensis yang ditambahkan ke dalam batang cokelat, semakin gelap warna cokelat dari warna aslinya.

3.2.2 Atribut Tekstur

Seperti yang ditunjukkan pada Gambar 3, batang cokelat susu karotenoid Arthrospira (MS) dekat dengan sampel cokelat merek Monggo (MG). Cokelat MS dan MG memiliki tekstur berpasir. Cokelat dengan Arthrospira memiliki tekstur berpasir [16]. Tekstur batang cokelat susu karotenoid Arthrospira sudah sebanding dengan cokelat komersial.

3.2.3 Atribut Rasa

Gambar 4 menunjukkan batang cokelat susu karotenoid Arthrospira (MS) di sebelah sampel cokelat merek Dove (DV). Rasa cokelat manis dan pahit terdeteksi pada dua sampel cokelat tersebut. Orang yang sadar kesehatan tidak menyukai cokelat yang terlalu manis, sehingga rasa cokelat yang diinginkan memiliki komposisi cokelat lebih banyak daripada cokelat yang terasa manis dengan gula. Menurut hasil uji PM pada atribut rasa cokelat susu, batang cokelat susu karotenoid Arthrospira sudah memiliki rasa yang mirip dengan cokelat komersial di pasaran.

3.2.4 Atribut Harga

Uji PM atribut harga dilakukan untuk mengetahui pendapat panelis tentang harga yang dianggap sesuai untuk batang cokelat susu karotenoid Arthrospira. Uji PM atribut harga juga dapat digunakan untuk menentukan apakah harga batang cokelat susu karotenoid Arthrospira kompetitif dengan batang cokelat susu komersial. Gambar 5 menggambarkan hasil uji PM untuk atribut harga cokelat susu. Batang cokelat susu karotenoid Arthrospira (MS) dekat dengan sampel cokelat Ndalem (BB). Mayoritas panelis menyatakan bahwa cokelat MS dan BB berharga antara Rp20.000 dan Rp30.000. Harga yang sesuai dan terjangkau merupakan faktor yang dipertimbangkan konsumen saat membuat keputusan pembelian. Penetapan harga dilakukan sesuai dengan kualitas produk yang dihasilkan dan menarik bagi konsumen, yang berarti jika harga tepat, konsumen akan terpengaruh untuk membeli produk. Karena mayoritas panelis dalam uji PM adalah mahasiswa, yang sebagian besar tidak memiliki penghasilan, harga yang ditulis adalah harga yang sesuai untuk mahasiswa.

3.3 Batang Cokelat Hitam Karotenoid Arthrospira

3.3.1 Atribut Penampilan

Gambar 6 menunjukkan hasil uji PM untuk atribut rasa batang cokelat hitam. Batang cokelat hitam karotenoid Arthrospira (DS) terletak di sebelah sampel cokelat Toblerone (TB). Kedua cokelat memiliki warna yang sama, yaitu cokelat tua mengkilap dengan sedikit kemerahan. Menurut [16], batang cokelat hitam memiliki penampilan cokelat kemerahan. Penampilan batang cokelat hitam karotenoid Arthrospira sudah mirip dengan cokelat komersial di pasaran.

3.3.2 Atribut Tekstur

Sampel batang cokelat hitam karotenoid Arthrospira (DS) berada di dekat sampel cokelat Monggo 77% (M7), Ndalem (BB), dan Wondis (WD) seperti yang ditunjukkan pada Gambar 7. Tekstur keempat cokelat memiliki kesamaan, yaitu keras dan lembut saat meleleh dan sedikit berpasir. Pada batang cokelat hitam karotenoid Arthrospira, tekstur berpasir muncul karena penambahan Arthrospira ke dalam produk [16]. Batang cokelat hitam karotenoid Arthrospira sudah memiliki tekstur yang mirip dengan batang cokelat hitam komersial di pasaran.

3.3.3 Atribut Rasa

Rasa merupakan faktor penting bagi konsumen saat memilih batang cokelat hitam karotenoid Arthrospira [9]. Uji PM dapat menentukan apakah batang cokelat hitam karotenoid Arthrospira memiliki rasa yang mirip dengan batang cokelat komersial. Gambar 8 menggambarkan hasil uji PM untuk atribut rasa batang cokelat hitam. Batang cokelat hitam karotenoid Arthrospira (DS) terletak di dekat sampel cokelat merek Delicacao (DC). Rasa cokelat DS dan DC serupa: pahit dan sedikit manis. Penggabungan nanokapsul karotenoid Arthrospira platensis ke dalam batang cokelat hitam tidak mempengaruhi rasa produk [8].

3.3.4 Atribut Harga

Gambar 9 menunjukkan hasil uji PM untuk atribut harga cokelat hitam. Batang cokelat hitam karotenoid Arthrospira (DS) ditemukan di dekat sampel cokelat Lindt (LD) dan Monggo 77% (M7). Mayoritas panelis menulis bahwa cokelat DS, LD, dan M7 berharga antara Rp20.000 dan Rp30.000. Konsumen akan membeli produk yang sesuai dengan pendapatan mereka [17]. Mayoritas panelis uji PM adalah mahasiswa, yang sebagian besar tidak memiliki penghasilan, sehingga harga yang tercantum adalah harga yang sesuai untuk mahasiswa.

3.4 Faktor Minat Beli Konsumen terhadap Cokelat Susu Arthrospira

Tabel 3 menampilkan hasil uji chi-square cokelat susu. Hasil yang diperoleh adalah faktor minat responden PM dan non-PM dalam membeli batang cokelat susu karotenoid Arthrospira berbeda. Faktor responden PM dalam membeli batang cokelat susu karotenoid Arthrospira dipengaruhi oleh sosio-demografis, kebiasaan konsumen membeli batang cokelat, pengetahuan tentang Arthrospira, dan manfaat mengonsumsi Arthrospira.

Faktorp-value PMp-value Non PM
Sosio-demografis responden
Usia0*0.805
Jenis kelamin0.019*0.441
Profesi0*0.495
Asal0.8380.278
Pengetahuan responden tentang batang cokelat
Suka mengonsumsi batang cokelat0.360.179
Cara mengonsumsi batang cokelat0.9790.696
Pengetahuan tentang manfaat mengonsumsi batang cokelat0.470.473
Persepsi tentang batang cokelat di pasaran0.120.351
Kebiasaan responden membeli batang cokelat
Atribut yang menarik konsumen0.05*0.831
Frekuensi mengonsumsi batang cokelat0.5080.315
Jenis batang cokelat0.2960.276
Ukuran batang cokelat0.6950.399
Kebiasaan responden mengonsumsi batang cokelat
Aktivitas saat mengonsumsi batang cokelat0.280.84
Tempat membeli batang cokelat0.7960.242
Kondisi saat mengonsumsi batang cokelat0.8830.05*
Pengetahuan responden tentang Arthrospira
Responden tahu atau tidak tentang Arthrospira0*0.674
Pengalaman mengonsumsi Arthrospira0.8250.712
Manfaat mengonsumsi Arthrospira
Kenaikan harga cokelat Arthrospira0.8130.08
Keyakinan Arthrospira baik untuk kesehatan0.003*0.061

Keterangan: PM = responden yang mengikuti uji PM; Non PM = responden yang tidak mengikuti uji PM; * hasil signifikan, p-value lebih kecil dari alpha 0.05. Usia, jenis kelamin, dan profesi adalah faktor sosio-demografis yang mempengaruhi minat beli batang cokelat susu karotenoid Arthrospira. Nilai p-value untuk faktor usia, jenis kelamin, dan profesi pada responden PM adalah 0, 0.019, dan 0. Karena nilai p-value ketiga faktor ini kurang dari nilai alpha 0.05, ketiga faktor ini mempengaruhi minat beli responden terhadap batang cokelat susu karotenoid Arthrospira. Hasil ini menunjukkan bahwa pria dan wanita memiliki tingkat preferensi yang berbeda terhadap batang cokelat; pria lebih menyukai makanan gurih seperti daging, ikan, dan telur, sedangkan wanita lebih menyukai makanan manis seperti cokelat, kue, dan es krim [18]. Mahasiswa, baik responden PM maupun non-PM, merupakan faktor profesi yang paling dominan. Meskipun memiliki berbagai pekerjaan, hampir semua responden, menurut hasil survei, tertarik untuk membeli batang cokelat susu karotenoid Arthrospira. Atribut yang menarik konsumen (rasa, warna, harga, dan tekstur) untuk membeli batang cokelat adalah karotenoid Arthrospira. Hasil uji chi-square atribut yang menarik konsumen untuk responden PM memperoleh nilai p-value 0.05, menunjukkan bahwa atribut yang menarik konsumen ini mempengaruhi minat beli responden terhadap batang cokelat susu karotenoid Arthrospira. Kebiasaan membeli batang cokelat karena atribut (rasa, warna, harga, dan tekstur) juga berfungsi untuk mengetahui sejauh mana preferensi konsumen terhadap batang cokelat. Pada responden PM, nilai p-value untuk mengetahui atau tidak mengetahui tentang Arthrospira adalah 0. Temuan ini menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan responden tentang Arthrospira mempengaruhi minat beli mereka terhadap batang cokelat susu karotenoid Arthrospira. Faktor pengetahuan Arthrospira mengacu pada mengetahui atau memahami Arthrospira. Responden yang pernah mendengar Arthrospira biasanya menggambarkannya sebagai jenis mikroalga hijau yang bermanfaat bagi kesehatan. Pada responden PM, nilai p-value faktor keyakinan Arthrospira baik untuk kesehatan kurang dari nilai alpha 0.05, yaitu 0.003. Menurut temuan ini, kepercayaan responden terhadap manfaat kesehatan Arthrospira mempengaruhi minat mereka untuk membeli batang cokelat susu karotenoid Arthrospira. Keuntungan mengonsumsi Arthrospira adalah meningkatkan kesehatan. Arthrospira mengandung pigmen fikosianin antioksidan dan antiinflamasi, polisakarida dengan sifat antitumor dan antivirus, serta asam γ-linoleat (GLA) dari Arthrospira yang dapat berfungsi dalam menurunkan kolesterol dan dengan cepat mengurangi efek imunoglobulin (IgE) [19]. Konsumsi batang cokelat merupakan faktor yang mempengaruhi minat beli responden non-PM terhadap batang cokelat susu karotenoid Arthrospira. pada manfaat kesehatan dari makan batang cokelat. Uji chi-square faktor kondisi saat makan batang cokelat menghasilkan nilai p-value 0.05. Menurut temuan ini, kondisi di mana responden mengonsumsi batang cokelat dapat mempengaruhi minat beli mereka terhadap batang cokelat susu karotenoid Arthrospira. Rasa manis cokelat dianggap dapat menyenangkan orang yang mengonsumsinya untuk mengurangi stres. Theobromine dan phenylethylamine berperan penting dalam mengatur perasaan senang seseorang. Ini meningkatkan Serotonin di otak kita, juga dikenal sebagai hormon kebahagiaan, dan menyebabkan perasaan senang.

3.5 Faktor Minat Beli Konsumen terhadap Cokelat Hitam Arthrospira

Tabel 4 menunjukkan hasil uji chi-square untuk produk cokelat hitam karotenoid Arthrospira. Pada responden PM, nilai p-value faktor pengetahuan tentang manfaat mengonsumsi batang cokelat dan kondisi saat mengonsumsi batang cokelat kurang dari nilai alpha 0.05, keduanya adalah 0. Temuan ini menunjukkan bahwa pengetahuan tentang manfaat mengonsumsi batang cokelat, serta kondisi di mana batang cokelat dikonsumsi, mempengaruhi minat beli responden PM terhadap batang cokelat hitam karotenoid Arthrospira. Pada responden non-PM, nilai p-value yang diperoleh dari semua faktor lebih besar dari nilai alpha 0.05, menunjukkan bahwa tidak ada faktor yang mempengaruhi kurangnya minat beli responden. Temuan ini menunjukkan bahwa pembelian responden terhadap batang cokelat hitam karotenoid Arthrospira yang menarik tidak dipengaruhi oleh faktor apa pun.

Faktorp-value PMp-value Non PM
Sosio-demografis responden
Usia0.9920.317
Jenis kelamin0.4180.073
Profesi0.9600.311
Asal0.7310.138
Pengetahuan responden tentang batang cokelat
Suka mengonsumsi batang cokelat-0.677
Cara mengonsumsi batang cokelat0.4180.638
Pengetahuan tentang manfaat mengonsumsi batang cokelat0*0.734
Persepsi tentang batang cokelat di pasaran0.8290.446
Kebiasaan responden membeli batang cokelat
Atribut yang menarik konsumen0.8980.729
Frekuensi mengonsumsi batang cokelat0.8070.585
Jenis batang cokelat0.1600.417
Ukuran batang cokelat0.8660.299
Kebiasaan responden mengonsumsi batang cokelat
Aktivitas saat mengonsumsi batang cokelat0.5290.688
Tempat membeli batang cokelat0.7770.988
Kondisi saat mengonsumsi batang cokelat0*0.852
Pengetahuan responden tentang Arthrospira
Responden tahu atau tidak tentang Arthrospira0.0830.597
Pengalaman mengonsumsi Arthrospira0.3470.142
Manfaat mengonsumsi Arthrospira
Kenaikan harga cokelat Arthrospira0.9760.193
Keyakinan Arthrospira baik untuk kesehatan0.1620.122

Keterangan: PM = responden yang mengikuti uji PM; Non PM = responden yang tidak mengikuti uji PM; * hasil signifikan, p-value lebih kecil dari alpha 0.05. Berdasarkan hasil uji minat beli, ditemukan bahwa masih banyak responden yang tidak mengetahui Arthrospira, sehingga hasil uji minat beli responden PM memberikan gambaran yang baik untuk mengembangkan strategi pemasaran batang cokelat hitam karotenoid Arthrospira. Harus ada strategi pemasaran untuk mengembangkan produk batang cokelat hitam karotenoid Arthrospira, seperti memberi label pada produk dengan manfaat kesehatan Arthrospira. Label yang diberikan diharapkan dapat mendidik konsumen tentang manfaat makan cokelat dan Arthrospira. Strategi pemasaran lainnya adalah memberikan sampel produk batang cokelat hitam karotenoid Arthrospira di lokasi penjualan sehingga konsumen dapat mencicipi produk dan memutuskan apakah akan membelinya atau tidak.

4. Kesimpulan

Menurut hasil uji PM, konsumen menganggap cokelat susu dan cokelat hitam yang difortifikasi dengan nanokapsul karotenoid Arthrospira memiliki rasa, penampilan, tekstur, dan harga yang mirip dengan beberapa produk batang cokelat komersial, yang menyiratkan bahwa kedua produk cokelat yang difortifikasi dengan nanokapsul karotenoid Arthrospira dapat bersaing di pasar. Hasil uji minat beli cokelat susu menunjukkan bahwa untuk responden PM, faktor sosio-demografis, kebiasaan konsumen membeli batang cokelat, pengetahuan tentang Arthrospira, dan manfaat mengonsumsi Arthrospira mempengaruhi minat beli mereka, sedangkan untuk responden non-PM, kebiasaan konsumen membeli batang cokelat mempengaruhi niat beli mereka. Hasil uji minat beli cokelat hitam menunjukkan bahwa pengetahuan responden tentang manfaat mengonsumsi batang cokelat dan kondisi saat mengonsumsi batang cokelat mempengaruhi niat beli mereka. Berdasarkan hasil uji minat beli, ditemukan bahwa masih banyak responden yang tidak mengetahui Arthrospira, sehingga hasil uji minat beli memberikan gambaran yang baik untuk mengembangkan strategi pemasaran batang cokelat hitam karotenoid Arthrospira.

Daftar Pustaka

[1] Soni, R.A., K. Sudhakar, dan R.S. Rana. 2017. Spirulina – dari pertumbuhan hingga produk nutrisi: ulasan. Trends in Food Science & Technology 69, hlm 157-171.

[2] Christwardana, M., M. M. A. Nur, dan Hadiyanto. 2013. Spirulina platensis: potensinya sebagai bahan pangan fungsional. Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan 2, hlm 1-4.

[3] Cardoso, R. V. C., A. Fernandes, A. M. Gonzales-Paramus, L. Barros, dan I. C. F. R. Ferreira. 2019. Fortifikasi tepung untuk perbaikan gizi dan kesehatan: Sebuah Tinjauan. Food Research International 125, hlm 1-11.

[4] Wahyudi, T., T. R. Panggabean, dan Pujiyanto. 2008. Panduan Lengkap Kakao. Penebar Swadaya, Jakarta.

[5] Glicerina, V., F. Balestra, M. D. Rosa, dan S. Romani. 2016. Karakteristik mikrostruktural dan reologi cokelat hitam, susu, dan putih: studi perbandingan. Journal of Food Engineering 169, hlm 165-171.

[6] Riaty, C. 2019. Pengaruh Penambahan Nanokapsul Karotenoid dari Spirulina platensis Terhadap Karakteristik Milk Chocolate Bar. Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta. Skripsi.

[7] Dina, R.L. 2019. Preferensi Konsumen Terhadap Produk Milk Chocolate Dengan Fortifikasi Spirulina Platensis Menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process. Fakultas Pertanian. Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta. Skripsi.

[8] Hamdan, A. B. 2019. Pengaruh Penambahan Nanokapsul Karotenoid dari Spirulina Platensis Terhadap Karakteristik Dark Chocolate Bar. Universitas Gadjah Mada. Skripsi.

[9] Asti, G. K. 2019. Preferensi Konsumen Terhadap Produk Dark Chocolate dengan Fortifikasi Spirulina platensis Menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process. Skripsi.

[10] Berget, I., P. Varela, dan T. Naes. 2019. Segmentasi dalam projective mapping. Food Quality and Preference 71, hlm 8-20.

[11] Albert, A., P. Varela, A. Salvador, G. Hough, dan S. Fiszman. 2011. Mengatasi masalah dalam deskripsi sensoris makanan panas dengan tekstur kompleks. Penerapan QDA, flash profiling dan projective mapping menggunakan panel dengan tingkat pelatihan berbeda. Food Quality and Preference 22, hlm 463-473.

[12] Risvik, E., J. A. McEwan, J. S. Colwill, R. Rogers, dan D. H. Lyon. 1994. Projective Mapping: alat untuk analisis sensoris dan riset konsumen. Food Quality and Preference 5(4), hlm 263-269.

[13] Barcenas, P., F. J. N. Elortondo, dan M. Albisu. 2004. Projective mapping dalam analisis sensoris keju susu domba: Studi tentang kinerja konsumen dan panel terlatih. Food Research International 37(7), hlm 723-729.

[14] Perrin, L., dan J. Pagès. 2009. Konstruksi ruang produk dari metode ultra-flash profiling: penerapan pada 10 anggur merah dari Lembah Loire. Journal of Sensory Studies 24(3), hlm 372-395.

[15] Dina, R.L. 2019. Preferensi Konsumen Terhadap Produk Milk Chocolate Dengan Fortifikasi Spirulina Platensis Menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process. Fakultas Pertanian. Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta. Skripsi.

[16] Negara, H. P., Iwan Y. B., dan Nurfitri E. 2014. Pengkayaan β-karoten pada cokelat batang dengan penambahan Spirulina platensis. Jurnal Perikanan 16, hlm 17-28.

[17] Thong, N. T., dan H. S. Solgaard. 2017. Motif Makanan Konsumen dan konsumsi ikan. Food Quality and Preference 56, hlm 181-188.

[18] Hallam, J., R. G. Boswell, E. E. Devito, dan H. Kober. 2016. Perbedaan terkait gender dalam keinginan makanan dan obesitas. Yale Journal of Biology and Medicine 89(2), hlm 161-173.

[19] Spolaore, P., C. Joannis-Cassan, E. Duran, dan A. Isambert. 2006. Aplikasi komersial mikroalga. Journal of Bioscience and Bioengineering 101(2), hlm 87-96.

demo slot susu dan koko

▲ Kembali ke atas

Platform Lainnya

slot 99bet

green slot

side tape bet pingpong

MPOGOLDEN

Berita Piala Dunia

demo slot joker gaming

h5 luckydf2 bet

restu 189 slot login

Mesin slot generator angka acak

Jika Anda memiliki pertanyaan, silakan kirim email ke [email protected]

▲ Kembali ke atas