Analisis Tata Letak Alternatif Gudang Menggunakan Metode Dedicated Storage pada Penyimpanan Produk Usaha Sablon Surya Cipta Kreasi

rtp gacor99

casino guichard perrachon

link game slot penghasil uang

where to bet on sports

Abstrak

Sablon Surya Cipta Kreasi merupakan usaha di bidang barang yang memproduksi berbagai jenis barang hasil penyablonan (cetakan) diantaranya adalah kaos, kemeja, hoodie, jaket, totebag, kaos kaki, topi, payung, mug, dan jersey. Permasalahan pada usaha sablon Surya Cipta Kreasi ini adalah penentuan tata letak alternatif pada penyimpanan gudang produk jadi agar didapatkan jarak tempuh yang terkecil. Data yang digunakan dalam penelitian ini didapatkan dari hasil observasi data kode produk, data rata-rata penerimaan dan pengiriman produk, serta data jarak slot ke input dan ke output berdasarkan 3 alternatif yang diteliti, yaitu alternatif arus lurus, arus ”U” dan arus ”L”. Metode yang digunakan dalam penelitian kali ini adalah metode Dedicated Storage dengan menghitung throughput, rankthroughput, space requirement, melakukan perancangan tata letak perbaikan, serta perhitungan jarak tempuh berdasarkan 3 arus alternatif. Tujuan penelitian ini untuk memperbaiki tata letak penyimpanan gudang pada usaha sablon surya cipta kreasi agar lebih efektif. Berdasarkan perhitungan menggunakan metode Dedicated Storage didapatkan hasil perhitungan ketiga alternatif diatas, maka didapatkan jarak total pada arus lurus sebesar 328,5 (input) 425,63 (output), jarak total pada arus ”U” sebesar 247,32 (input) 422,97 (output), dan jarak total pada arus ”L” sebesar 264,49 (input) 433,13 (output). Sehingga tata letak yang akan dipilih adalah tata letak alternatif 2 dengan arus “U” karena memiliki total nilai terkecil.

Kata Kunci: Dedicated Storage, Throughput, Space Requirement, Jarak Tempuh.

Pendahuluan

Sablon Surya Cipta Kreasi merupakan usaha di bidang barang yang memproduksi berbagai jenis barang hasil penyablonan (cetakan) diantaranya adalah kaos, kemeja, hoodie, jaket, totebag, kaos kaki, topi, payung, mug, dan jersey. Sablon adalah sebuah teknik mencetak tinta diatas media berupa kaos, kaca, plastik, dan sebagainya. Saat ini jasa penyablonan sudah berkembang menjadi sebuah jenis usaha sendiri yang cukup menjanjikan. Perusahaan sablon semakin hari kini semakin banyak diminati oleh masyarakat terutama oleh anak muda [5].

Hasil produksi dari perusahaan sablon biasanya sebelum dikirimkan ke konsumen disimpan di tempat penyimpanan sementara. Maka penyimpanan barang di gudang menjadi suatu hal yang sangat penting karena akan mempengaruhi pelayanan kepuasan pelanggan. Oleh karena itu perlu dilakukan penataan lokasi penyimpanan produk pada gudang produk jadi dengan menggunakan metode Dedicated Storage [1].

Metode Dedicated Storage. Menurut Fitriani (2018), dedicated storage adalah strategi untuk memilih atau menentukan peletakan produk yang permanen dengan memiliki tempat dilokasi tertentu. Strategi ini dikembangkan untuk dapat diunggulkan dari segi mudahnya pada saat pencarian suatu produk, kesesuaian lokasi dengan bentuknya serta akses yang dapat dijangkau dengan mudah (Andriansyah, 2018). Bartholi dan Hackman (2017) mengungkapkan bahwa dedicated storage merupakan penempatan barang dimana satu tempat penyimpanan digunakan untuk menyimpan suatu jenis barang saja dan tidak bisa ditempati oleh barang lain. Karena lokasi penempatan yang tetap membuat operator menjadi lebih familiar terhadap lokasi barang, sehingga memudahkan dalam pengambilan barang. Prasetyo (2021) berpendapat bahwa dedicated storage memiliki arti yaitu fixed slot storage yang mana merupakan penyimpanan yang tetap. Dedicated storage ini merupakan penyimpanan yang memerlukan alamat penyimpanan yang unik atau tertentu yang sebelumnya telah ditentukan tempatnya dan hanya ditujukan untuk penempatan barang yang telah direncanakan (Priliyanto, 2019) dan Nursyanti (2020) berpendapat dengan menggunakan dedicated storage bermanfaat dapat memberikan gudang terkoordinasi dengan keluar masuknya produk jadi menjadi optimal [8].

Berdasarkan latar belakang tersebut, maka permasalahan dalam usaha sablon Surya Cipta Kreasi ini adalah penentuan tata letak alternatif pada penyimpanan gudang produk jadi agar didapatkan jarak tempuh yang terkecil. Pada usaha sablon di Surya Cipta Kreasi tata letak gudang penyimpanan berbentuk acak, sehingga tidak efektif dalam penyimpanan produk jadi. Oleh karena itu, digunakan metode dedicated storage untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Metode dan Prosedur

Desain Penelitian

Pada penelitian kali ini menggunakan pendekatan observasi dan literature. Yaitu dengan mengamati tata letak gudang dan menghitung jarak tempuh masing-masing penempatan rak. Hal ini bertujuan untuk mengumpulkan informasi dan data penelitian. Teknik penelitian yang digunakan menggunakan metode dedicated storage untuk menganalisis tata letak penyimpanan gudang yang efektif.

Prosedur Penelitian

Prosedur yang dilakukan pada penelitian kali ini adalah dengan mengidentifikasi tata letak penyimpanan gudang serta jarak yang dibutuhkan pada setiap penempatan rak gudang produk jadi. Metode penelitian yang digunakan yaitu dengan melakukan pengumpulan data, pengolahan data, menganalisis dan kesimpulan.

Teknik Pengumpulan Data

Data didapatkan dari hasil observasi data kode produk, data rata-rata penerimaan dan pengiriman produk, serta data jarak slot ke input dan ke output berdasarkan 3 alternatif yang diteliti, yaitu alternatif arus lurus, arus ”U” dan arus ”L”.

Metode yang Digunakan

Metode yang digunakan pada penelitian kali ini adalah metode dedicated storage. Dengan menghitung throughput, rankthroughput, space requirement, melakukan perancangan tata letak perbaikan, serta perhitungan jarak tempuh berdasarkan 3 arus alternatif.

Dedicated Storage

Metode Dedicated Storage atau yang disebut juga sebagai lokasi penyimpanan yang tetap (fixed slot storage), menggunakan penempatan lokasi atau tempat simpanan yang spesifik untuk tiap barang yang disimpan (Hadiguna, 2008:170). Hal ini dikarenakan suatu lokasi simpanan diberikan pada satu produk yang spesifik. perbandingan aktivitas tiap produk (throughput) dengan kebutuhan ruang (space requirement) yang butuhkan produk kemudian didapatkan urutan produk dari yang terbesar sampai terkecil. (Permana, et al 2013: 272) [7]. Berdasarkan metode ini terdapat 3 alternatif untuk tata letak arus lurus sederhana, arus ”U”, dan arus ”L”.

Tata Letak Arus Lurus Sederhana

Tata letak lurus sederhana merupakan tata letak dimana arus barang akan berbentuk garis lurus. Proses keluar masuk barang tidak melalui lorong atau gang yang berkelok-kelok sehingga proses penyimpanan dan pengambilan barang relatif lebih cepat [1].

Tata Letak Arus ”U”

Tata Letak Arus “U” merupakan tata letak dimana arus barang berbentuk “U”. Proses keluar masuk barang melalui lorong atau gang yang berkelok-kelok sehingga proses penyimpanan dan pengambilan barang relatif lebih lama [1].

Tata Letak Arus ”L”

Tata Letak Arus “L” merupakan tata letak dimana arus barang berbentuk “L” dan proses keluar masuk barang melalui lorong atau gang yang tidak terlalu berkelok-kelok sehingga proses penyimpanan dan pengambilan barang relatif cepat [1].

Perhitungan Throughput

Throughput (Aktivitas) adalah hubungan aktivitas di antara semua aktivitas atau fasilitas kerja yang terlibat dalam kondisi tersebut akan menunjukan antara satu fasilitas dengan fasilitas yang lainnya selama proses kerja yang berlangsung berdasarkan aktivitas penerimaan dan pengiriman dalam gudang rata-rata per hari [6]. Rumus yang digunakan adalah sebagai berikut [7] : (1) Penyusunan rankthroughput dilakukan untuk mengetahui jenis produk yang memiliki aktivitas pergerakan yang paling cepat hingga yang paling lambat. Yang mana nantinya dalam perancangan tata letak penyimpanan produk jadi salah satunya beracuan dari hasil rankthroughput tersebut [1].

Perhitungan Space Requirement

Space requirement merupakan perhitungan untuk menentukan lokasi penyimpanan produk tertentu. Formula ini bertujuan untuk memastikan bahwa hanya terdapat satu produk yang ditempatkan pada lokasi penyimpanan rak gudang. Berikut ini merupakan formulasi yang digunakan untuk menghitung space requirement [6] : (2).

Perhitungan Rasio Tj dan Sj

Urutan produk berdasarkan perbandingan throughput (Tj) dengan storage (Sj) bertujuan untuk mengetahui produk yang memiliki tingkat kepentingan yang tinggi di antara produk-produk yang ada. Produk dengan tingkat kepentingan tinggi dapat diketahui dari nilai perbandingan T/S yang tinggi. Formulasi yang digunakan untuk menghitung urutan tersebut adalah [9] : (3)

Perancangan Tata Letak Perbaikan

Dengan mengetahui rasio Tj dan Sj dari setiap jenis produk, maka dirancang 3 alternatif tata letak perbaikan dengan arus lurus sederhana, arus “U”, dan arus “L”.

Perhitungan Jarak Tiap Slot Penyimpanan dengan I/O Point

Perhitungan ini dilakukan dengan cara menentukan titik X dan Y pada layout kemudian menghitung jarak antar dock dan blok dari titik X dan Y untuk titik tengah masing-masing tujuan menggunakan rectilinear distance. Setelah itu akan didapatkan hasil nilai T/S terbesar hingga T/S terkecil dari masing-masing dock dan blok (Priliyanto 2019). Berikut adalah rumus yang digunakan dalam perhitungan jarak perjalanan tiap slot ke I/O point (Samsiah, 2016) [8] : (4) Dimana : Dk = Jarak tempuh xi = Untuk ke titik pintu atau I/O point dari koordinat x xj = Untuk slot tujuan dari koordinat X yi = Untuk pintu atau I/O poin dari koordinat Y yj = Untuk slot tujuan dari koordinat Y [8].

Hasil dan Pembahasan

Berdasarkan hasil perhitungan barang jadi yang masuk dan keluar dari gudang barang jadi pada usaha Sablon Surya Cipta Kreasi menunjukkan bahwa jumlah throughput sebanyak 53 kali. Throughput barang jadi tersebut dapat dilihat pada tabel dibawah ini :

TABEL I PERHITUNGAN THROUGHPUT TIAP PRODUK

NoKode ProdukRata-rata PenerimaanRata-rata PengirimanKapasitas AngkutThroughput (Tj)
1KS3002501006
2KM1901401004
3HD2251951005
4JK100901002
5TB3253001007
6KK1801501004
7TP2802351006
8PY1951751004
9MG3503101007
10JRS3603421008
Total53

Contoh Perhitungan Produk Kaos (KS) Selanjutnya dilakukan penyusunan rankthroughput. Penyusunan ranktthroughput dilakukan untuk mengetahui jenis produk yang memiliki aktivitas pergerakan yang paling cepat hingga yang paling lambat. Rankthroughput dapat dilihat pada tabel dibawah ini :

TABEL II RANKTHROUGHPUT PRODUK BARANG JADI

NoKode ProdukRata-rata PenerimaanRata-rata PengirimanKapasitas AngkutThroughput (Tj)
1JK100901002
2KM1901401004
3KK1801501004
4PY1951751004
5HD2251951005
6KS3002501006
7TB3253001007
8TP2802351006
9MG3503101007
10JRS3603421008
Total53

Setelah diketahui hasil dari throughput tiap produk, maka selanjutnya menghitung space requirement untuk mengetahui kapasitas kebutuhan produk.

Produk yang disimpan di gudang akan disusun diatas rak. Rak yang digunakan untuk penyimpanan memiliki kapasitas yaitu 100 slot. Perhitungan space requirement dalam slot untuk setiap barang dilakukan dengan pembulatan ke atas untuk memastikan tidak ada barang jadi yang kekurangan area penyimpanan. Berikut tabel perhitungan space requirement :

TABEL III SPACE REQUIREMENT (SR)

NoKode ProdukRata-rata PenerimaanSpace Requirement TeoritisSpace Requirement (Sj)
1KS3003,003
2KM1901,902
3HD2252,253
4JK1001,001
5TB3253,254
6KK1801,802
7TP2802,803
8PY1951,952
9MG3503,504
10JRS3603,604

Contoh perhitungan pada produk kaos (KS) : Setelah mendapatkan hasil perhitungan dari frekuensi penerimaan dan pengiriman serta kebutuhan slot, maka selanjutnya dilakukan perhitungan untuk rasio Tj dan Sj. Produk dengan nilai rasio T/S terbesar akan ditempatkan di slot dengan jarak kedua terkecil dan seterusnya. Secara teknis cara penempatan seperti ini bertujuan untuk meminimasi jarak tempuh operator dari titik I/O ke slot. Tabel rasio Tj dan Sj dapat dilihat sebagai berikut :

TABEL IV RASIO TJ DAN SJ

NoKode ProdukTjSjTj/Sj
1KS632,00
2KM422,00
3HD531,66
4JK212,00
5TB741,75
6KK422,00
7TP632,00
8PY422,00
9MG741,75
10JRS842,00

Dengan mengetahui rasio Tj dan Sj dari setiap jenis produk diatas, maka dirancang 3 alternatif tata letak perbaikan dengan arus lurus sederhana, arus “U”, dan arus “L”.

Penempatan produk pada ketiga alternatif tata letak disusun berdasarkan nilai Tj/Sj terbesar, dan karena rasio barang masuk dan barang keluar lebih dari 1, maka seluruh jarak dihitung dari titik input. Produk dengan Tj/Sj terbesar diletakkan paling dekat dengan titik input dan produk dengan Tj/Sj terkecil diletakkan paling jauh dengan titik input. Berikut tabel jarak tempuh tata letak alternatif arus lurus, arus ”U” dan arus ”L” :

TABEL V JARAK TEMPUH TATA LETAK ARUS LURUS

NoKode ProdukTj/SjJarak Slot ke InputJarak Slot ke OutputJarak Tempuh ke InputJarak Tempuh ke Output
1KS2,009281856
2KM2,0012262452
3JK2,0013,5252750
4KK2,0015233046
5TP2,0017223444
6PY2,0018,5213742
7JRS2,002020,54041
8TB1,75211936,7533,25
9MG1,75231840,2531,5
10HD1,66251841,529,88
Total Jarak Tempuh Layout Arus Lurus328,5425,63

TABEL VI JARAK TEMPUH TATA LETAK ARUS ”U”

NoKode ProdukTj/SjJarak Slot ke InputJarak Slot ke OutputJarak Tempuh ke InputJarak Tempuh ke Output
1KS2,0010282056
2KM2,0010252050
3JK2,0012242448
4KK2,001323,52647
5TP2,0013,5232746
6PY2,001521,53043
7JRS2,0017203440
8TB1,7517,51930,6233,25
9MG1,75191833,2531,5
10HD1,6621,51735,6928,22
Total Jarak Tempuh Layout Arus “U”247,31422,97

TABEL VII JARAK TEMPUH TATA LETAK ARUS ”L”

NoKode ProdukTj/SjJarak Slot ke InputJarak Slot ke OutputJarak Tempuh ke InputJarak Tempuh ke Output
1KS2,009281856
2KM2,009,5261952
3JK2,0011252250
4KK2,0012252450
5TP2,0013222644
6PY2,0014,5212942
7JRS2,001620,53241
8TB1,7517,52030,6235
9MG1,75181931,533,25
10HD1,6619,51832,3729,88
Total Jarak Tempuh Layout Arus “L”264,49433,13

Berdasarkan perbandingan hasil perhitungan ketiga alternatif diatas, maka didapatkan jarak total pada arus lurus sebesar 328,5 (input) 425,63 (output), jarak total pada arus ”U” sebesar 247,32 (input) 422,97 (output), dan jarak total pada arus ”L” sebesar 264,49 (input) 433,13 (output).

Total jarak terkecil akan dipilih sebagai alternatif pilihan untuk memperbaiki tata letak penyimpanan gudang pada usaha Sablon Surya Cipta Kreasi.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan metode Dedicated Storage, perhitungan jarak untuk 3 jenis tata letak yang telah dirancang, didapatkan hasil perbandingan jarak tempuh pada seluruh tata letak dengan jarak tempuh terkecil terdapat pada tata letak arus “U” yaitu sebesar 247,32 (input) 422,97 (output).

Berdasarkan perbandingan tersebut dapat disimpulkan bahwa tata letak yang akan dipilih adalah tata letak alternatif 2 dengan arus “U”. Tata letak alternatif ini diharapkan dapat mempermudah dalam proses penyimpanan produk jadi di Usaha Sablon Surya Cipta Kreasi. Sejalan dengan penelitian yang dilakukan [10] dalam tata letak perbaikan usulan dengan penerapan metode Shared Storage, menempatkan produk berdasarkan urutan Frekuensi yang terbesar pada slot yang memiliki jarak tempuh terpendek terhadap titik I/O point atau pintu gudang.

Referensi

  1. A. Olivia, S. Wayan & R.N. Siti. ”Analisis Tata Letak Gudang Dengan Menggunakan Metode Dedicate Storage”. Jurnal ASIMETRIK : Jurnal Ilmiah Rekayasa & Inovasi. Vol. 1 No. 1, pp. 43-49. Januari 2019.
  2. Y. Amri & R. Marwanto. “Analisa Dan Perancangan Warehouse Management System (WMS) Pada UKM Online”. Jurnal Logistik Bisnis. Vol. 09 No. 2, pp. 81-89. November 2019.
  3. S. Rois & W. Diyah. “Pengaruh Penerapan Warehouse Management System Terhadap Pelayanan Pelanggan Pada PT. Pesaka Loka Kirana”. JMB – Jurnal Manajemen Dan Bisnis. Vol. 05 No. 02, pp. 1-12. 2019.
  4. M. S. Ucok. ”Perancangan Tata Letak Warehouse Baru Untuk Meningkatkan Kapasitas Penyimpanan Material Dengan Metode Dedicated Storage Di PT. XX”. JISI : Jurnal Integrasi Sistem Industri. Vol. 3 No. 1, pp. 23-28. Februari 2016.
  5. R. A. Muhammad, A. Achmad, & P. Djoko. ”Pengembangan Sistem Manajemen Perusahaan Sablon Kaos Berbasis Website Menggunakan Metode Prototyping (Studi Kasus : Perusahaan Sablon Di Kota Malang)”. Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi Dan Ilmu Komputer. Vol. 3 No. 9, pp. 8514-8522. September 2019.
  6. R. Fransiska, A. Safi’i, & M. S. Maulana. ”Usulan Perbaikan Layout Gudang Obat Klinik Di Kota Depok Dengan Metode Dedicated Storage”. Bulletin Of Applied Industrial Engineering Theory. Vol. 3 No. 1, pp. 23-28. Maret 2022.
  7. M. Delia, & M. P. Husor. “Relayout Tata Letak Gudang Barang Dengan Menggunakan Metode Dedicated Storage”. JRSI : Jurnal Rekayasa Sistem Industri. Vol. 4 No. 1, pp. 32-29. November 2018.
  8. Y. Dwi, & P. W. Endang. ” Perancangan Ulang Tata Letak Gudang Penyimpanan Produk Jadi Menggunakan Metode Dedicated Storage Untuk Meminimalkan Jarak Perpindahan Di PT. Petrokimia Gresik”. Jurnal Manajemen Industri Dan Teknologi. Vol. 03 No. 02, pp. 97-108. 2022.
  9. H. P. Irfan, A. I. Muhammad, & F. Evi. ” Relayout Tata Letak Gudang Produk Jadi Menggunakan Metode Dedicated Storage”. Jurnal Teknik Industri. Vol. 1 No. 4, pp. 272-277. Desember 2013.
  10. S. Perdana, Tiara, & A. A. U. Nugeroho, Perbaikan Tata Letak Gudang Dengan Metode Shared Storage Pada Distributor Mawar Super Laundry. Faktor Exacta, 15 (4), 252-258. 2023.
demo spesimen slot

â–˛ Kembali ke atas

Platform Lainnya

zona66 slot

otg 2 slot

slot master

casino raider 2

Berita Piala Dunia

istana8899 slot

bosstoto slot

RTP AUTO7SLOT

online casino tips

Jika Anda memiliki pertanyaan, silakan kirim email ke [email protected]

â–˛ Kembali ke atas