Terjemah Ilmu Mantiq Sullamul Munawraq

demo athena slot

m88 com live casino login

aztec88 slot

dingdong88

Terjemah Ilmu Mantiq Sullamul Munawraq

Pembukaan (Mukadimah)

Segala puji bagi Allah yang telah menampakkan berbagai bentuk pemikiran kepada orang-orang yang memiliki akal. Dan Dia yang telah menyingkap setiap tabir kebodohan dari langit pikiran, sehingga matahari pengetahuan terbit bagi mereka dan mereka dapat melihat permasalahan rumit terurai dengan jelas. Kami memuji Allah atas nikmat iman dan Islam. Dia telah memberi keistimewaan kepada kita dengan manusia terbaik, yaitu Nabi Muhammad, pemimpin orang-orang yang ditaati, berbangsa Arab, keturunan Bani Hasyim, dan manusia pilihan. Semoga Allah melimpahkan rahmat kepada beliau selama akal masih bergerak menyelami makna yang luas bagaikan lautan, dan juga kepada keluarga dan para sahabat beliau yang bagaikan bintang-bintang pemberi petunjuk.

Kedudukan Ilmu Mantiq

Kedudukan ilmu mantiq bagi akal sebanding dengan kedudukan ilmu nahwu bagi lisan. Ilmu ini menjaga pikiran dari kesalahan dan membuka pemahaman yang rumit. Ambillah beberapa kaidah dari dasar-dasar ilmu mantiq yang dapat mengumpulkan faedah dari cabang-cabangnya. Karya ini dinamakan Sullam Munawwaroq (tangga yang dihiasi) yang dengannya dapat dicapai ilmu mantiq yang tinggi bagaikan langit. Hanya kepada Allah aku berharap kitab ini menjadi karya yang murni karena-Nya dan bermanfaat. Semoga kitab ini bermanfaat bagi pemula sehingga dapat menuju kitab-kitab yang lebih luas.

Hukum Mempelajari Ilmu Mantiq

Perbedaan wacana tentang hukum memperdalam ilmu mantiq terbagi menjadi tiga pendapat. Pertama, Ibnu Shalah dan Imam An Nawawi berpendapat haram. Kedua, sebagian kelompok mengatakan ilmu ini sebaiknya diketahui. Ketiga, pendapat yang terkenal menyatakan bahwa memperdalam ilmu mantiq adalah sahih bagi mereka yang memiliki kesempurnaan akal dan menguasai hadis serta Al-Quran, agar mereka dapat memperoleh petunjuk menuju kebenaran hakiki.

Jenis Ilmu dan Klasifikasinya

Ilmu diklasifikasikan menjadi dua: tashawwur (deskriptif) yaitu ilmu dari arti kata secara mandiri, dan tashdiq (pembenaran) yaitu ilmu dari hasil pendeskripsian arti satu kata. Pengertian awal (deskripsi) menjadi obyek awal karena harus didahulukan. Ilmu juga terbagi menjadi nazhari (diperoleh dari pemikiran panjang) dan dharuri (diperoleh tanpa pemikiran panjang). Sesuatu yang dapat dipertemukan dengan ilmu tashawwur dapat berhasil dengan menggunakan kata syarih (jelas). Jika susunan kata dibuat biasa, maka disebut qaul sarih.

dewa scatter

▲ Kembali ke atas

Platform Lainnya

replay slot

promosi slot

bets apostas

lucky fortune cat slot

Berita Piala Dunia

rejekibet apk slot

frontier casino

online casino minimum deposit 1

top crypto casino vipbtc2025com

Jika Anda memiliki pertanyaan, silakan kirim email ke [email protected]

▲ Kembali ke atas