Pemanfaatan Pati Kulit Ubi Kayu sebagai Bahan Baku Edible Coating dengan Penambahan Kitosan untuk Memperpanjang Umur Simpan Jeruk Rimau Gerga Lebong (RGL) Bengkulu
online slot machines real money
Penulis
Andwini Prasetya dan Siska Apriyani
Afiliasi
Dosen Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Dehasen Bengkulu
Kata Kunci
Jeruk RGL, pati, kulit ubi kayu, kitosan
Diterbitkan
2022-04-06
Abstrak
Provinsi Bengkulu memiliki komoditas jeruk lokal unggulan, yaitu jeruk Rimau Gerga Bengkulu (RGL). Jeruk RGL memiliki spesifikasi antara lain buah berbentuk elips (clavate-ovoid), kuning-oranye, kulit buah tebal (0,4–0,5 cm), ukuran buah besar (173–347 gram), rasa daging buah asam manis segar, kadar air 89,2%, kadar gula 10,51%, kadar asam 0,92%, dan kandungan vitamin C 18,34 mg/100 g. Salah satu kendala pengembangan jeruk RGL adalah rendahnya daya simpan buah jeruk (mudah busuk) terutama jika disimpan pada suhu ruang akibat penanganan pascapanen yang buruk. Pati kulit ubi kayu sangat potensial digunakan sebagai bahan dasar pembuatan edible coating. Setiap 1 kg ubi kayu biasanya menghasilkan ±20% kulit ubi kayu dengan kandungan pati berkisar 44–59%. Meskipun pati ubi kayu memiliki sifat yang baik sebagai bahan edible coating, pati memiliki kelemahan yaitu ketahanan air yang rendah dan barrier uap air yang rendah sehingga mudah rusak/sobek dan penyimpanan kurang optimal sehingga perlu penambahan biopolimer yang bersifat hidrofobik dan/atau memiliki sifat antimikroba. Salah satunya adalah kitosan. Penelitian ini merupakan penelitian dasar untuk (1) menentukan kuantitas pati dari kulit ubi kayu yang dihasilkan, dan (2) menentukan jumlah pati yang akan dibuat untuk penggunaan konsentrasi pati ubi kayu yang akan diaplikasikan pada jeruk RGL. Rendemen yang dihasilkan dari pembuatan pati kulit ubi kayu adalah 9,1%. Aplikasi pati dari ubi kayu dan kitosan pada jeruk RGL masih dianggap layak karena dengan 405 gram pati dari kulit ubi kayu dapat melapisi hingga 243 buah jeruk.
Daftar Pustaka
- Akbar, F., Z. Anita, dan H. Harahap. 2013. Pengaruh Waktu Simpan Film Plastik Biodegradasi dari Pati Kulit Ubi kayu Terhadap Sifat Mekanikalnya. Jurnal Teknik Kimia USU 2(2): 11-15.
- Association Of Agriculture Chemist. 1990. Official Methods of Analysis of the Association of Agriculture Chemist A.O.A.C, Washington D.C.
- Badan Pusat Statistik. 2017. Provinsi Bengkulu dalam Angka Tahun 2017. BPS. go
- Budiman. 2011. Aplikasi Pati Singkong sebagai Bahan Edible Coating untuk Memperpanjang Umur Pisang Cavebdish (Musa cavendishii.). Fakultas Pertanian. Intistut Pertanian Bogor. Skripsi.
- Camatari, F., L. Santana, M. Carnelossi, A. Alexander, M. Nunes, M. Goulart, N. Narain, dan M. Silva. 2017. Impact of Edible Coatings Based on Casssava Starch and Chitosan on the Post-Harvest Shelf Life of Mango (Mangifera indica) “Tommy Atkins” Fruits. Food Science and Technology.
- Fitiriani, H. 2017. Pengolahan Kulit Umbi Ubi kayu (Manihot utilisima) di Kawasan Kampung Adat Cireundeu sebagai Bahan Baku Alternatif Perintang Warna Pada Ikan. e- Proceeding of Art and design 4(3): 1109-1119.
- Mahadin, M. 2015. Aplikasi Edible Coating Berbasis Pati Singkong untuk Memperpanjang Umur Simpan Buah Naga Terolah Minimal. Fakultas Teknologi Pertanian. Institut Pertanian Bogor. Skripsi
- Miskiyah, widaningrum, dan C. Winarti. 2011. Aplikasi Edible Coating berbasis pati sagu dengan penambahan vitamin C pada Paprika: Preferensi Konsumen dan Mutu Mikrobiologi. Jurnal Hortikulturan 21(1): 68-76.
- Misni, Nurlina, dan I. Syahbanu. 2017. Pengaruh Penggunaan Edible Coating Berbahan Pati Talas dan Kitosan Terhadap Kualitas Kerupuk Basah Khas Kapuas Hulu Selama Penyimpanan. JKK 7(1): 10-19.
- Pratiwi, R. 2014. Manfaat Kitin dan Kitosan Bagi Kehidupan Manusia. Jurnal Oseana 39(1): 35-43.
- Rambe, S.S.M dan L. 2013. Pengaruh Pemupukan dan Pemangkasan terhadap Kulitas Buah Jeruk Gerga Lebong. Prosiding. http:go. (diakses 15 agustus 2018)
- Santoso, B., D. Saputra, dan R. Pambuyan. 2004. Kajian Teknologi Edible Coating dari Pati dan Aplikasinya untuk Pengemas Primer Lempok Durian. Jurnal Teknologi dan Industri Pangan 15(3): 239-252.
- Sarwono, R. 2010. Pemanfaatan Kitn/Kitosan sebagai Bahan Anti Mikroba. JKTI 12(1):32-38.
- Surahman, D., E.K. Apriliyadi, H. Astro, T. Rahman. 2016. Potensi Pemanfaatan Jeruk Gerga Sebagai Upaya Diversifikasi Pangan di Kabupaten Rejang Lebong Melalui Pemanfaatn Teknologi Tepat Gunaing Konferensi san seminar Nasional Teknologi Tepat Guna:280-288.
- Widianingrum, Miskiyah, dan C. Winarti. Edible Coating Berabsis Pati Sagu dengan Penambahan Minyak Sereh Pada Paprika: Preferensi Konsumen dan Mutu Vitamin C. Jurnal Agritech 35(1): 53-59.
- Wilda, M., L. Ivanti, T. Hidayat, Zainani, D. A. Juniansyah. 2015. Pengkajian Peningkatan Nilai Tambah Buah Jeruk Spesifik Bengkulu. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Bengkulu.
- Winarti, C., Miskiyah, dan Widaningrum. 2012. Teknologi Produksi dan Aplikasi Pengemas Edible Antimikroba Berbasis Pati. Jurnal Litbang Pertanian 31(3):85-93
Platform Lainnya
Berita Piala Dunia
Jika Anda memiliki pertanyaan, silakan kirim email ke [email protected]