12 Nama Galaksi: Pengertian, Jenis, dan Teori Pembentukannya
Apa Itu Galaksi?
Galaksi adalah sebuah sistem bintang yang memiliki ukuran sangat besar, tersusun atas bintang-bintang yang jumlahnya tak terhitung banyaknya. Biasanya, bintang-bintang tersebut dapat juga berupa bintang tunggal maupun gugus bintang, kemudian ada juga planet, cluster, nebula, asteroid, komet, gas, hingga debu-debu kosmik. Perlu diketahui bahwa planet bumi ini bukanlah jenis bintang, sebab tidak memiliki kemampuan untuk memancarkan cahayanya sendiri.
Matahari adalah pusat dari tata surya kita. Matahari bersama planet-planet lain termasuk bumi, berputar mengikuti garis edar alias orbitnya pada sebuah galaksi. Galaksi tersebut dinamakan sebagai Galaksi Milky Way atau Galaksi Bima Sakti. Seluruh manusia yang hidup di planet bumi ini berada di dalam Galaksi Bima Sakti.
Galaksi-galaksi yang ada di seluruh alam semesta ini terdiri atas bermilyar-milyar bintang dan benda langit yang masing-masing memiliki ragam tipenya, ada yang berupa bintang berwarna merah dan warna putih. Jarak antara satu bintang dengan bintang lainnya sangat jauh, sehingga alam semesta akan tampak "kosong". Namun, ada juga beberapa puluh ribu bintang tampaknya "berdekatan" mengelilingi sebuah pusat, sehingga apabila dilihat akan tampak seperti kabut.
Ciri-Ciri Galaksi
- Sebuah galaksi memiliki cahaya sendiri dan cahayanya bukanlah berupa pantulan (fluorescence). Selain itu, cahaya tersebut nantinya akan memberikan spektrum serap yang menunjukkan bahwa benda penyinar tersebut berupa benda padat dengan diliputi oleh gas-gas tertentu.
- Sebuah galaksi memiliki bentuk khusus dimana terdapat bagian inti bercahaya di pusatnya, sehingga mudah dikenali.
- Sebuah galaksi akan terlihat di luar jalur bintang Kali Serayu, sejauh apapun itu dari matahari.
Jenis-Jenis Galaksi
Apabila dilihat dari bentuknya, galaksi yang terdapat di seluruh alam semesta ini dapat diklasifikasikan menjadi beberapa jenis, yakni.
1. Galaksi Spiral
Jenis galaksi ini paling umum dikenal orang, sebab sebagian besar galaksi memiliki bentuk demikian. Dalam galaksi tipe ini, bagian utamanya disebut dengan bulge dan hallo. Bulge adalah bagian pusat galaksi yang menonjol dan berupa bagian yang padat. Pada galaksi kita yaitu Bima Sakti, pusat galaksinya berada di arah rasi Sagitarius, tetapi mata kita tidak dapat melihatnya secara langsung. Sedangkan hallo adalah bagian lengan spiral.
Umumnya, galaksi spiral terdiri atas pusaran bintang dan medium antarbintang yang berupa garis tengah atau pusat galaksi tersebut memiliki bintang-bintang dengan umur yang sangat tua. Bintang-bintang yang ada di galaksi ini juga terdiri lagi atas bintang muda dan bintang tua. Galaksi spiral berotasi dengan kecepatan sangat jauh lebih besar dibandingkan dengan jenis galaksi elips. Kecepatan rotasinya bahkan dapat menyebabkan galaksi ini menjadi pipih dan membentuk bidang galaksi. Contoh Galaksi jenis spiral ialah M31 (Andromeda), M33 (Triangulum), dan M51 (Whirlpool).
2. Galaksi Elips (Elliptical)
Bentuk dari jenis galaksi ini bermacam-macam, mulai dari bentuk hampir bulat seperti ellipsoidal hingga hampir berbentuk datar. Galaksi elips merupakan jenis galaksi yang diperkirakan memiliki bentuk elipsoid dan terlihat lembut, sebab terangnya cahaya pada antarbintang. Klasifikasi galaksi ini dicetuskan oleh Edwin Hubble dalam skema klasifikasi Hubble. Contoh jenis galaksi ini adalah M32, M49, dan M59.
3. Galaksi Tak Beraturan
Jenis galaksi ini disebut demikian sebab bentuknya bukan spiral maupun eliptikal, melainkan beragam bentuknya. Ada beberapa yang disebut dengan Galaxy Dwarf sebab bentuknya yang lebih kecil dibandingkan galaksi pada umumnya, contohnya adalah M110. Beberapa yang lainnya disebut dengan Ring Galaxy sebab berbentuk layaknya cincin dengan bagian tengah adalah pusatnya, contohnya adalah Objek Hong. Ada pula yang disebut dengan Lenticular Galaxy sebab bentuknya berupa perpaduan dari jenis spiral dan eliptik, contohnya adalah NGC 5866 HG. Galaksi yang tidak memiliki bentuk khusus ini biasanya mengandung materi antarbintang yang terdiri atas gas dan debu, tetapi tetap memiliki bintang muda serta bintang tua. Contoh lain dari galaksi jenis ini adalah Awan Magellan Besar dan Awan Magellan Kecil yang berjarak sekitar 180.000 tahun cahaya dari Galaksi Bima Sakti.
Nama Galaksi yang Terdapat di Alam Semesta
1. Galaksi Bima Sakti
Galaksi yang berbentuk spiral ini adalah tempat kita hidup bersama manusia lain di planet bumi. Galaksi Bima Sakti tersusun atas miliaran bintang, kabut kosmis, debu-debu, dan gas-gas kosmis yang sebarannya tidak merata. Kumpulan bintang di galaksi ini dapat dilihat dengan mata telanjang, terutama ketika malam hari. Pusat dari galaksi Bima Sakti berupa kawasan yang sangat terang, dengan diselimuti kabut debu, dan biasanya hanya tampak dalam gelombang radio (inframerah). Di sekitar pusat tersebut akan terdapat bintang dan bahan bintang yang membentang membentuk piring, dengan garis tengah sekitar 80.000 tahun cahaya.
2. Galaksi Andromeda (M31)
Galaksi Andromeda dapat dilihat secara langsung tanpa teropong. Galaksi Andromeda juga berbentuk spiral dan jarak antara keduanya dengan galaksi kita adalah sekitar 2,5 juta tahun cahaya. Nama lain dari Galaksi Andromeda adalah Messier 31 (M31). Messier adalah nama seorang astronom asal Perancis yang pertama kali mencatat galaksi ini ketika menyelidiki keberadaan galaksi yang ada di alam semesta.
3. Galaksi Magellan Besar dan Magellan Kecil
Kedua galaksi ini berada di belahan langit selatan, kira-kira berjarak 150.000 tahun cahaya dari galaksi Bima Sakti. Bentuknya yang berdekatan itu kerap dianggap sebagai satelit-satelit dari galaksi kita. Nama keduanya diambil dari penemunya, Ferdinand Magellan, seorang astronom dari Portugal. Berhubung galaksi ini kerap mengorbit di sekitar galaksi Bima Sakti, banyak yang menganggap bahwa dua galaksi tersebut adalah bagian dari sistem galaksi kita, padahal sebenarnya bukan.
4. Galaksi Sombrero
Bentuk galaksi ini adalah spiral dan terlihat seperti topi sombrero, maka dari itu dinamakan demikian. Nama lain dari Galaksi Sombrero ini adalah Messier 104 (M104), yang terletak di sekitar 28 juta tahun cahaya dari galaksi kita. Inti pada galaksi ini sangat cerah, pada pusat tonjolannya yang besar dan di bagian tengah dikelilingi debu. Pada tonjolan besar tersebut diperkirakan sebagai pusat lubang hitam supermasif.
5. Galaksi The Rose (Arp 273)
Galaksi ini disebut demikian sebab bentuknya seperti bunga mawar dan berada di rasi bintang Andromeda. Galaksi The Rose terdiri dari 2 galaksi yakni UGC 1810 dan UGC 1813. UGC 1810 berukuran besar dan memiliki cakram yang membentuk menyerupai bunga mawar. UGC 1813 yang berada di bawahnya berbentuk lebih kecil dan menunjukkan tanda-tanda berbeda dari proses pembentukan bintang aktif pada umumnya.
6. Galaksi Sculptor (NGC 253)
Galaksi NGC 253 berbentuk spiral dan disebut sebagai galaksi paling terang sekaligus yang paling redup. Terletak di rasi bintang Sculptor selatan dengan jarak sekitar 8 juta tahun cahaya. Dalam Galaksi Sculptor ini memiliki banyak debu, bahkan selur-selur debunya kerap terlihat naik dari piringan galaksinya.
7. Galaksi Black Eye (M64)
Disebut demikian sebab galaksi ini memiliki pita gelap yang spektakuler dalam menyerap debu yang ada di depan inti terang galaksi. Pita gelap tersebut diperkirakan terbentuk akibat tabrakan dengan galaksi lain. Galaksi ini ditemukan oleh Charles Messier.
8. Galaksi Roda Biru (Blue Pinwheel Galaxy)
Sesuai dengan namanya, galaksi ini memiliki bentuk bundar layaknya roda dengan warna biru. Galaksi ini berjarak sekitar 2 juta tahun cahaya dengan galaksi kita. Karena bertetangga dekat dengan galaksi Bima Sakti, anggotanya dapat dengan mudah dilihat oleh manusia di bumi, baik menggunakan binokuler maupun teropong khusus.
9. Galaksi Cartwheel
Bentuknya sangat unik, mirip dengan roda pada gerobak yang berjejer, dan memiliki ukuran jarak sekitar 150.000 tahun cahaya. Galaksi Cartwheel memiliki pusat yang sangat terang, dengan jeruji debu dan gas tipis yang memancar ke arah cincin bintang di sekitarnya. Jaraknya dari bumi sekitar 500 juta tahun cahaya, berada di rasi bintang Sculptor. Bentuk unik tersebut diperkirakan terjadi karena tabrakan kosmik secara langsung pada jutaan tahun yang lalu.
10. Galaksi Bunga Matahari (Sunflower)
Bentuk tampilannya hampir menyerupai bunga matahari dan mempunyai nama lain Messier 63 (M63). Galaksi ini ditemukan oleh Charles Messier pada tahun 1781. Bentuknya adalah spiral dengan banyak lengan, sehingga terlihat seperti pola bunga matahari. Jaraknya dari bumi sekitar 27 juta tahun cahaya, berada di rasi bintang Canes Venatici. Cahaya terang yang sering menerangi galaksi ini dihasilkan oleh bintang raksasa biru-putih yang terbentuk baru-baru ini.
11. Galaksi Ursa Mayor
Nama lain dari galaksi ini adalah Galaksi Bintang Biduk. Keberadaannya bermanfaat bagi para pelayar yang menjadikannya sebagai patokan ketika berlayar pada malam hari. Galaksi Ursa Mayor juga populer di kalangan petani, karena kemunculannya sering dianggap sebagai penanda dimulainya waktu tanam padi, terutama di masyarakat Jawa yang mengenalnya dengan nama Lintang Kartika. Galaksi ini tampak memiliki tujuh bintang yang sangat terang sehingga dapat dijadikan patokan. Jumlah bintang yang terlihat adalah 6 buah, dapat dilihat di langit Kutub Utara.
12. Galaksi Pusaran Air (M51)
Bentuk tampilannya seolah menyerupai pusaran air, yang terjadi akibat gangguan gravitasi di alam semesta. Galaksi Pusaran Air alias M51 ini sering dijadikan sasaran empuk bagi para astronom dalam mempelajari struktur dan lengan spiral galaksi.
Teori Terbentuknya Galaksi
Terdapat dua teori utama mengenai bagaimana terbentuknya sebuah galaksi:
1. Teori Kelompok Chaostic
Pendapat dalam teori ini dikemukakan oleh sekelompok sarjana kosmologi modern, yang meyakini bahwa terbentuknya galaksi berhubungan dengan Teori Big Bang pada proses pembentukan alam semesta. Lambat laun, benda-benda yang terlempar dari ledakan membentuk sebuah galaksi.
2. Teori Kelompok Quiescent
Pendapat dalam teori ini dikemukakan oleh sekelompok sarjana kosmologi yang percaya bahwa alam semesta memiliki jumlah kecil kondisi inhomogenitas, sehingga lambat laun akan berkembang membentuk galaksi.
Hingga sekarang, belum ada ahli astronom yang memiliki teori pasti akan bagaimana proses terbentuknya galaksi. Meskipun kedua teori tersebut memiliki kelebihan masing-masing, secara konkrit belum dapat dipastikan teori mana yang benar.
Platform Lainnya
Berita Piala Dunia
Jika Anda memiliki pertanyaan, silakan kirim email ke [email protected]