Puisi oleh Kurihara Sadako
Puisi oleh Kurihara Sadako
Diterjemahkan dengan Pengantar dan Catatan oleh Richard H. Minear
Bagian Satu: Telur Hitam
Kata Pengantar
Pendahuluan
Puisi Bebas
- Telur Hitam
- Perang Jarak Dekat
- Langit Musim Gugur Berbintang
- Koin Emas Rubah
- Apa Itu Perang?
- Dari Semua Medan Perang
- Sekali Lagi, Matahari
- Memikirkan Tahun Baru
- Pada Hari Salju Bubuk
- Berjemur di Bawah Matahari
- Persaingan
- Demam
- Ulat Sutra
- Hari demi Hari
- Surat—untuk Peter Kropotkin
- Cinta
- Hijau Musim Semi
- Mari Kita Menjadi Bidan!
- Bukan Musimnya
- Suara Anak-Anak
- Jangan Dibuka
- Rekonstruksi
- Gairah
- Jabat Tangan
- Taman yang Ditumbuhi
- Mewariskan Mimpi
- Kelelahan
- Ikrar
- Tanaman Rambat
Tanka
- Hari Bom Atom
- Mimpi Buruk
- Penyerahan Diri
- Kota yang Dilalap Api
- Artikel Koran
- Malam Bersalju
- Bahasa
- Larut Malam
- Kisah Sedih dari Tentara yang Didemobilisasi
- Kepada Seorang Teman yang Dievakuasi
- Lagu Tomat
- Efek Terakhir
- Elegi
- Surat Pertama
- Kelahiran Junko
- Adik Prajurit Baru
- Aneka
- Cinta Diri
- Jatuhnya Paris—Hitler
- Hormat pada Kemanusiaan
- Kenangan
- Sawah
- Diserbuki Angin
- Catatan Gairahku
- Cinta
- Temanku Melahirkan Seorang Putra
- Ayah, Ibu
- Suntikan Anestesi
- Bunga Kaktus
- Gadis Korea
- Kepada Seorang Teman
- Bangun dari Tidur Siang
- Elegi
- Untuk Ibu Takemoto Kikuyo
- Hijiyama Saat Bertunas
Kata Penutup
Bagian Dua: Puisi-Puisi Akhir Terpilih
Sang Penyair
- Aku Akan Terus Bernyanyi
- Aku Bersaksi untuk Hiroshima
- Musim Panas yang Hilang
- Terdampar
- Cinta dan Kematian
- Kata-Kata—Kembalilah Hidup!
- Kata-Kata Mati
- Mata Beku
- Daun Berhembus di Angin
- Paparan
- In Memoriam
- Mobil Jenazah Berlapis Emas
- Hidup dan Mati
Hiroshima
- Sachiko, Tewas dalam Pengeboman Atom
- Kota di Bawah Tanah
- Reruntuhan
- Hiroshima: Tiga Puisi
- Hijau Hiroshima
- Hiroshima yang Tak Dinyanyikan Siapa Pun
- Dialog
- Lukisan
- Kekosongan
- Sungai
- Kota Kita
- Pintu ke Masa Depan
- Aku Melihat Hiroshima
- Doa untuk Masa Depan Bebas Nuklir
Jepang
- Bendera, 1
- Pendidikan Perdamaian Ditangkap
- Sungai Api yang Mengalir Melalui Jepang
- Di Bawah Langit yang Sama
- Pertanyaan
- Tak Ada Istirahat Damai di Bawah Bendera
- Saat Kita Mengatakan "Hiroshima"
- Dakwaan terhadap Jepang
- Bendera, 2
- Bendera, 3
- Yasukuni
- Sebelas Februari 1984
- Musim Semi Telah Tiba di Eropa…
- Untuk Apa Mereka Berjuang?
- Kata-Kata Adalah Tempat Dimulainya
- Perubahan
Kaisar, Perdana Menteri, Wali Kota
- Kaisar Manusia, Lemah dan Lembut
- Nippon: Piroshima
- Kaisar Telanjang
- Yang Mulia Memiliki Telinga Keledai
- Hiroshima dan Pakaian Baru Kaisar
- Emas dan Nuklir
- Hari Berakhirnya Era ShĹŤwa
Dunia
- Gagak
- Nevada, 1
- Semipalatinsk, 2
- Untuk Siapa Mereka Berjuang?
- Jangan Pergi ke AS!
- Krokot Amerika
- Vietnam, Korea, Hiroshima
- Amerika: Jangan Binasa oleh Tanganmu Sendiri!
- Amerika: Terbaik di Dunia dalam Segala Hal
- Mei
- Keluar dari Batu
- Pengungsi
- Tragedi Amerika
- Mei di Beijing
- Hiroshima, Auschwitz: Kita Tidak Boleh Lupa
- Hujan
- Daripada Senjata, Mawar
Zaman Nuklir
- "Kamu Berikutnya!"
- Hiroshima
- Pelayaran Abad ke-20
- Musim Dingin Jepang 1961
- Kota yang Dihancurkan
- Enterprise Terbakar
- Pohon Sakura Hiroshima
- Bayangan: Dunia Pasca-Kiamat
- Lingkaran Konsentris
- Masa Depan Dimulai di Sini
- Hiroshima, Nagasaki, Harrisburg Terbakar
- Jam Lain
- Biarkan Matahari Bersinar pada Anak-Anak
- Prinsip Perempuan: Hidup dan Perdamaian
Platform Lainnya
makna lagu i'm god clams casino
Berita Piala Dunia
Jika Anda memiliki pertanyaan, silakan kirim email ke [email protected]