Daftar Artikel Kopi

uge300 slot

bi win slot

truques slots online

star303 slot

Artikel Penelitian Kopi

Model Fisik Dan Kualitas Organoleptik Kopi Arabika Metode Pengolahan Honey Dengan Berbagai Konsentrasi Kopi Dan Jahe

Penulis: Purnama, Rizsky Wan. Jurnal Sosiologi Pertanian dan Agribisnis Vol 6 No 1 (2024): Januari. DOI: 10.55542/juspa.v6i1.1198

Abstrak. Proses yellow honey merupakan proses pengolahan kopi, dimana menyisakan kulit daging yang dapat memberikan rasa manis pada kopi. Komsumsi kopi saat ini masih sangat rendah hal ini disebabkan banyaknya minuman penyegar kemasan dengan berbagai macam bentuk dan rasa. Usaha untuk meningkatkan komsumsi kopi dilakukan dengan menambahkan rempahan sebagai penambah rasa serta khasiat yang diberikan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif, secara kualitatif yaitu menjelaskan hasil uji organoleptik kopi arabika dengan pengolahan yellow honey. Analisis kuantitatif menggunakan analisis varian (ANAVA) dengan melihat F hitung. Pencampuran bubuk kopi yellow honey dan bubuk jahe sesuai dengan perlakuan, 48 gr kopi + 2 gr jahe, 46 gr kopi+ 4 gr jahe dan 44 gr kopi + 6 gr jahe dengan penambahan air 100 ml dengan suhu 89°C dan setiap formulasi disediakan untuk 30 cup. Hasil penelitian berdasarkan uji organoleptik pencampuran bubuk kopi honey dan bubuk jahe yang paling disukai panelis adalah formulasi 48 gr bubuk kopi honey + 2 gr bubuk jahe. Berdasarkan hasil ANAVA pada level signifikasi 5% (0,05) dengan F tabel (2,27), Hasil penilaian panelis terhadap semua sampel bubuk kopi honey dan bubuk jahe yaitu terdapat perbedaan signifikan rupa bentuk, warna, aroma jahe, rasa kopi, rasa pahit, kekentalan/body, aftertaste dan penerimaan keseluruhan sedangkan untuk aroma kopi, rasa jahe, rasa manis dan rasa asam tidak terdapat perbedaan signifikasi.

PERUBAHAN FISIK DAN CITA RASA KOPI ARABIKA AKIBAT LEVEL ROASTING SECARA FULL WASH

Penulis: Purnama, Rizsky Wan. Jurnal Sosiologi Pertanian dan Agribisnis Vol 6 No 2 (2024): Juli. DOI: 10.55542/juspa.v6i2.1388

Abstrak. Kopi arabika merupakan salah satu minuman yang memiliki rasa nikmat dan aroma khas serta memberikan efek positif bagi kesehatan. Selain itu, kopi arabika sangat populer di kalangan masyarakat lokal dan dunia. Proses pemanggangan kopi (roasting) memiliki peran penting dalam membentuk karakteristik rasa dan aroma kopi yang dihasilkan. Proses pemanggangan kopi dibagi menjadi suhu pemanggangan ringan yaitu 190°C - 195°C dan suhu pemanggangan sedang 200°C - 205°C, yang sangat menentukan rasa yang akan dinikmati dan sangat penting bagi tahapan pengolahan kopi. Kopi arabika di Aceh Tengah memiliki potensi besar, namun belum teridentifikasi berdasarkan tingkat pemanggangan. Pemahaman mendalam tentang pengaruh tingkat pemanggangan terhadap seduhan kopi arabika penting untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang semakin meningkat akan kopi berkualitas tinggi. Meskipun telah banyak penelitian tentang proses pemanggangan kopi, masih diperlukan pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana tingkat pemanggangan mempengaruhi karakteristik seduhan kopi, terutama kopi arabika, khususnya di Aceh Tengah. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Data primer diperoleh langsung dari sumber asli melalui kuesioner, data ini diperoleh dari tanggapan panelis terhadap penilaian sampel kopi untuk uji rasa. Dengan kata lain, peneliti mengumpulkan data dengan menjawab pertanyaan penelitian melalui metode survei, kemudian data dicatat dalam formulir penilaian sensoris. Dalam penelitian ini, data dianalisis secara kuantitatif menggunakan analisis varian (ANOVA) dengan melihat nilai F hitung untuk menentukan perbedaan antar kelompok sampel. Hasil penilaian panelis terhadap semua sampel tingkat pemanggangan light roast, medium roast dan dark roast menunjukkan perbedaan yang signifikan pada warna, aroma kopi, rasa kopi, rasa pahit, rasa manis, rasa asam, kekentalan/body, dan penerimaan keseluruhan, sedangkan untuk penampilan dan aftertaste tidak terdapat perbedaan signifikan.

Analisis Dampak Perdagangan Internasional Dalam Meningkatkan Ekspor Kopi di Takengon Kabupaten Aceh Tengah

Penulis: Fibriana, Rahmi; Purnama, Rizsky Wan. Jurnal Sosiologi Pertanian dan Agribisnis Vol 7 No 2 (2025): Juli. DOI: 10.55542/juspa.v7i2.1584

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran perdagangan internasional dalam meningkatkan ekspor kopi Gayo di Takengon, Kabupaten Aceh Tengah. Kopi Gayo merupakan salah satu komoditas unggulan Indonesia yang memiliki daya saing tinggi di pasar global berkat kualitas dan cita rasanya yang khas, serta dukungan sertifikasi mutu seperti Indikasi Geografis (IG). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi literatur dan data sekunder dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan sumber-sumber ilmiah lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun kopi Gayo memiliki potensi ekspor yang besar, volume ekspor kopi Indonesia ke Malaysia mengalami tren penurunan dari tahun 2021 hingga 2023. Penurunan ini disebabkan oleh persaingan dari negara produsen lain, fluktuasi nilai tukar, serta kendala dalam akses petani terhadap pasar ekspor dan sertifikasi mutu. Namun, perdagangan internasional tetap memberikan peluang strategis dalam memperluas pasar dan meningkatkan nilai tambah produk kopi Gayo. Diperlukan upaya peningkatan daya saing melalui penguatan kualitas produksi, diversifikasi pasar, serta dukungan pemerintah dan pelaku usaha dalam memperluas jaringan ekspor. Dengan demikian, perdagangan internasional dapat menjadi sarana efektif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal di Takengon secara berkelanjutan.

honey milk

▲ Kembali ke atas

Platform Lainnya

bet football broker

BOLAEMAS77

jonislot login

slot gacor deposit pulsa

Berita Piala Dunia

bet reality shows

spela casino med bankid

triestina

parlay bet example

Jika Anda memiliki pertanyaan, silakan kirim email ke [email protected]

▲ Kembali ke atas