Mengapa 'I Bet on Losing Dogs' Milik Mitski Begitu Menyentuh
Mengapa 'I Bet on Losing Dogs' Milik Mitski Begitu Menyentuh
Lagu tentang mencintai apa yang tidak pernah ditakdirkan untukmu dan mengapa rasanya begitu menghancurkan
Mitski memiliki cara untuk mengubah patah hati menjadi sesuatu yang indah dan menghantui, dan 'I Bet on Losing Dogs' dari album Puberty 2 tahun 2016 adalah salah satu lagunya yang paling menghancurkan dan menusuk hati. Lagu yang berdurasi lebih dari dua setengah menit ini menangkap rasa sakit dari penghancuran diri, cinta yang tak terbalas, dan keniscayaan kehilangan. Tapi mengapa lagu ini begitu menyentuh? Mari kita bedah.
Pada intinya, lagu ini bukan tentang benar-benar kehilangan seekor anjing. Ini tentang bertaruh pada hubungan yang sudah ditakdirkan gagal sejak awal. 'Anjing kalah' melambangkan orang atau hubungan. Dia membandingkan dirinya dengan seorang penjudi yang memasang taruhan pada anjing kalah meskipun tahu mereka akan kalah, sama seperti dia mengulangi dirinya dalam hubungan satu sisi yang menyakitkan. Dia bernyanyi:
'Aku bertaruh pada anjing kalah... Aku tahu mereka kalah dan aku membayar tempatku'
Ini bukan hanya tentang cinta; ini tentang memilih rasa sakit daripada kebahagiaan berulang kali, karena itulah yang kamu ketahui. Entah itu tetap dalam hubungan di mana kamu tidak dihargai atau mengejar sesuatu yang tidak akan pernah mencintaimu kembali. Lagu ini terasa begitu kuat karena mencerminkan kebenaran yang tidak ingin diakui banyak orang. Orang tidak ingin mengakui fakta bahwa mereka ingin berada dalam hubungan yang mereka tahu tidak akan bertahan atau bahkan tidak akan dimulai.
Tidak seperti lagu-lagu Mitski yang lebih ceria dan ironis, 'I Bet on Losing Dogs' lambat, melankolis, dan seperti mimpi. Gitar dengan efek reverb yang kuat dan perkusi lembut yang bergema menciptakan perasaan jauh, hampir seperti dunia lain, seperti suara kenangan yang diputar ulang di kepala. Produksi yang kabur ini membuat lagu terasa nostalgis, seperti melihat kembali sesuatu yang menyakitkan tetapi terasa berharga saat itu.
Penyampaian vokal Mitski dalam lagu ini lembut, lelah, dan penuh kerinduan. Dia tidak berteriak atau menjerit; sebaliknya, dia bernyanyi seolah sudah pasrah pada rasa sakit. Ada sesuatu yang sangat mengharukan tentang itu. Dia tidak berjuang untuk hasil yang berbeda, dia hanya menerima nasibnya.
Saat dia bernyanyi:
'Aku selalu menginginkanmu saat aku akhirnya baik-baik saja / Bagaimana kamu akan menatapku di mataku'
Ini menunjukkan bahwa meskipun dia berhasil move on, dia kembali ke awal, memulai siklus lagi, yang mendambakan hal yang menyakitinya. Lagu ini meromantisasi gagasan mencintai dengan sia-sia, menggambarkannya sebagai sesuatu yang menyakitkan sekaligus indah.
Lagu ini tidak pernah memuncak. Ia hanya memudar, membuat pendengar merasa seolah-olah mereka digantung di tengah kesadaran yang menyedihkan. Tidak ada momen pencerahan atau resolusi. Hanya ada penerimaan diam terhadap kehilangan. Kurangnya penutupan ini membuatnya semakin menyakitkan karena dalam kehidupan nyata, patah hati jarang memiliki akhir yang bersih.
Pada nada terakhir 'I Bet on Losing Dogs', kamu ditinggalkan dengan rasa hampa yang sama seperti yang diungkapkan Mitski dalam lagunya. Namun, itulah yang membuat lagu ini begitu tak terlupakan. Ia tidak memberikan jawaban, dan ia tidak menawarkan penutupan. Ia hanya meninggalkanmu dengan perasaan yang terkadang cukup membuatmu duduk bersama rasa sakit itu dan membiarkannya berbicara sendiri. Dan rasa sakit itu adalah menyadari bahwa kamu dan orang spesial itu tidak akan berhasil.
Pada akhirnya, 'I Bet on Losing Dogs' lebih dari sekadar lagu tentang patah hati. Ini tentang kecenderungan manusia untuk menaruh kepercayaan pada hal-hal yang mungkin tidak menguntungkan kita, sambil tahu di lubuk hati yang paling dalam bahwa kita sedang menjebak diri sendiri untuk merasakan sakit (yaitu patah hati atau merasa sendirian). Penggambaran tanpa ampun dari Mitski tentang perasaan ini menjadikan lagu ini bukan hanya ekspresi artistik, tetapi pengalaman yang pada suatu titik, semua orang bisa memahaminya.
Platform Lainnya
Berita Piala Dunia
Jika Anda memiliki pertanyaan, silakan kirim email ke [email protected]