Sejarah dan Pesona Kasino Monte-Carlo yang Legendaris
Sejarah dan Pesona Kasino Monte-Carlo yang Legendaris
Kasino Monte-Carlo telah menjadi ikon dalam sejarah Monako selama berabad-abad, dengan atmosfer glamor dan eksklusif yang menarik pengunjung dari seluruh dunia. Kasino itu sendiri menangkap kemegahan dan misteri Monte-Carlo. Desainer sutra Jérôme Faillant-Dumas mengambil inspirasi dari fasad bersejarahnya dan menuangkannya ke dalam motif latar belakang sutra Kasino.
Bangunan ikonik ini dirancang oleh arsitek Paris Gobineau de la Bretonnerie dan dibuka pada tahun 1865. Pada tahun 1875, bangunan spektakuler ini diubah dan diperluas hingga mencakup Opéra de Monte-Carlo, dirancang oleh arsitek terkenal Charles Garnier. Di dalamnya juga terdapat Les Ballets de Monte-Carlo, perusahaan balet klasik yang didirikan pada tahun 1985 oleh Putri Caroline dari Monako untuk menghormati keinginan ibunya, Putri Grace.
Zaman Kemewahan
Dibangun dengan indah dalam gaya arsitektur Belle Époque, kasino ini adalah karya seni mutlak, mewakili keagungan zaman keemasan budaya dan kemakmuran artistik. Gaya khas ini memadukan keanggunan dan kecanggihan, dengan fasad eksterior yang sama menawannya dengan interior. Di dalam, jendela kaca patri yang rumit, patung hias, dan lampu gantung dramatis menambah atmosfer yang mengesankan, sementara taman dan teras yang luas berkontribusi pada latar luar ruangan yang indah.
Momen Hollywood
Selain keajaiban arsitekturnya, warisan budaya yang kaya dari kasino ini menjadi daya tarik utama. Sejak pertama kali dibuka, Kasino Monte-Carlo telah menjadi tuan rumah bagi para bangsawan, tokoh global, dan selebriti. Desainnya yang menakjubkan telah menjadi inspirasi bagi kasino lain dan juga menjadi latar populer untuk film dan video musik. Mata-mata Inggris fiksi James Bond sering dikaitkan dengan rumah judi terkenal ini, dan sejumlah film 007 direkam di lokasi Monako dan kasinonya.
Pada tahun 2021, Yang Mulia Pangeran Albert II bersama Princess Grace Foundation menjadi tuan rumah pemutaran perdana dunia kedua "No Time To Die", bagian ke-25 dari waralaba film James Bond, yang juga disutradarai oleh pemenang Penghargaan Princess Grace Cary Joji Fukunaga. Acara karpet merah dan pemutaran film yang glamor berlangsung di Kasino Monte-Carlo dan menghormati mendiang Sir Roger Moore, yang juga merupakan teman dekat Putri Grace. Film ini diputar di Opera House (Salle Garnier), di mana aroma Promenade Sur Le Rocher memenuhi udara.
Inspirasi dan Cerita
Jérôme Faillant-Dumas ingin simbol ikonik kehidupan malam Monako menghiasi sutra Kasino yang mewah. Elemen bunga emas membatasi syal, memberikan penghormatan kepada keindahan alam French Riviera dan kecintaan Putri Grace pada bunga. Sutra-sutra tersebut disablon dan diselesaikan dengan tangan di Italia, menggunakan teknik kerajinan tangan yang telah teruji oleh waktu.
Dengan kemewahan di setiap sudut, Kasino Monte-Carlo telah membangkitkan perasaan keagungan sejak awal. Arsitektur, sejarah, dan prestisenya terus menginspirasi dengan hubungannya yang tak lekang oleh waktu dengan kemewahan dan kehidupan malamnya yang memikat.
Platform Lainnya
Berita Piala Dunia
kategori penilaian fashion show
Jika Anda memiliki pertanyaan, silakan kirim email ke [email protected]