Sejarah Kesawan: Kota Tua di Kota Medan

COLOKSGP

kecurangan casino online

new casino 2020

ps2 memory card slot 2

Sejarah Kesawan: Kota Tua di Kota Medan

Kesawan bukanlah orang baru di Medan. Bagi anak muda, Kesawan hadir sebagai tempat yang strategis untuk menghabiskan waktu bersama teman, pacar, dan keluarga, terutama di malam hari. Sementara bagi para lansia, Kesawan merupakan tempat tak terlupakan yang menyimpan sejuta kenangan.

Kesawan yang dijuluki “Kota Tua” juga menyandang status sebagai jalan tertua di Kota Medan. Meski kini sudah berganti menjadi Jalan Ahmad Yani, namun masyarakat tetap menyebutnya Kesawan. Terlihat popularitasnya sulit mengikuti perkembangan zaman.

Kesawan Masa Lalu

Latar belakang Kesawan sebagai kampung Melayu di Medan pun membuatnya menyukainya. Belakangan, seiring dengan pindahnya orang Tionghoa dari Malaka dan Tiongkok ke sana, fenomena ini perlahan menghilang. Tepatnya pada tahun 1880. Oleh karena itu, bagi masyarakat Tionghoa, Kesawan merupakan jalan tertua yang mereka tinggali.

Pada tahun 1838 hingga 1887, ruko-ruko yang dibangun dengan papan kayu mulai dibangun di kawasan Kesawan yang saat itu didominasi oleh persawahan. Sementara itu, jalan setapaknya dilapisi batu. Sayangnya, dua tahun kemudian, kebakaran terjadi di kawasan tersebut, menghancurkan 67 rumah dan toko berpanel kayu.

Tahun-tahun perkembangan Kesawan

Kebakaran di Kesawan tidak terjadi sendirian. Setelah itu, pembangunan dilakukan secara cepat dengan menggunakan bahan dasar yang lebih baik, yakni batu bata. Tidak sampai disitu saja, Kesawan terus berkembang pada periode-periode berikut:

  1. 1913-1937 : Pembangunan bangunan tempat tinggal dan pusat pertokoan, pemerintahan, perdagangan dan hiburan.
  2. 1938-1962: Bangunan-bangunan yang lebih modern mulai ditemukan.
  3. 1963-1995 : Menjadi kawasan perkantoran pemerintah atau swasta, dan pusat hiburan.
  4. 1996 hingga 2004: Bangunan tersebut dikembangkan menjadi ruko lima lantai sehingga menghancurkan karakter masa lalu Kesawan. Bahkan, ruko-ruko tersebut dijadikan sarang burung walet.
  5. 2002: Berubah menjadi pusat kuliner dengan gerbang besar yang memisahkan Kesawan dengan daerah lain.
  6. 2003 : Selesai dibangun sebagai pusat jajanan yang diberi nama Kesawan Plaza.
  7. 2007: Masa disfungsi Alun-Alun Kesawan.
  8. 2013: Jalan Kesawan berganti nama menjadi Ahmad Yani dan ruko dua lantai disulap menjadi pusat perdagangan.
  9. Sekarang: Kesawan yang tadinya ramai pedagang kaki lima dan banyak orang lalu lalang, kini sepi. Dilihat dari kabar terkini yang beredar di masyarakat, Satpol PP mengusir pengusaha di sana. Sebab, hal tersebut merupakan bagian dari rencana Wali Kota Medan untuk merevitalisasi Kesawan dan menjadikannya lebih baik.

Beserta beberapa tanda sejarah Kesawan

Masjid Gang Bengkok
Dibuat oleh Tjong A Fie sebagai penghormatan langsung kepada Kesultanan Deli. Pemerintahannya diserahkan kepada Sultan Deli Makmun Al Rasyid (1874).
Bank Nederlandsche Handel Maatschappij (1888)
Sebelumnya melayani pemukim Belanda yang menjajah Denadli. Kini menjadi kantor Bank Mandiri yang terletak di perempatan Jalan Pemuda-Jalan Ahmad Yani.
Kamp Lembah (1909)
Ini adalah gedung percetakan Sumatra Post, surat kabar kedua yang terbit di Tanadri. Kini telah diubah menjadi Dinas Pariwisata Provinsi Sumut.
Kafe Klub Witte Societeit (1879)
Sebuah kafe tempat para tuan perkebunan mengobrol. Gedung tersebut saat ini digunakan oleh Bank BCA Medan.
Rumah Tjong A Fie
Rumah seorang pengusaha sukses yang merupakan bankir dan kapten laut. Dari Tiongkok, mendirikan perusahaan perkebunan, perdagangan dan politik di Medan.
Restoran Tip Top
Awalnya berlokasi di Jalan Pandu (1929) sebagai Restoran Jangkie, kemudian dipindahkan ke Jalan Kesawan pada tahun 1934. Restoran ini tetap populer hingga saat ini.
London Sumatera
Gedung Perkebunan milik Harrison dan Crossfield merupakan gedung pertama di Kota Medan yang memiliki fasilitas lift.

Dilihat dari keseluruhan sejarah Kesawan, tidak salah jika Kesawan dianggap sebagai representasi peradaban di kota Medan. Berbagai bentuk arsitektur membuktikan bahwa Kesawan memang menjadi saksinya. Perjalanan Medan sebagai kota metropolitan juga dimulai di Kesawan.

Sejarah Kesawan tentu tidak berhenti sampai disitu saja. Setelah revitalisasi selesai, sejarah baru akan ditulis. Setelah itu, tugas komunitas adalah melihat apa lagi yang bisa memberi warna pada perjalanan Kesawan.

kampung hoki slot

â–˛ Kembali ke atas

Platform Lainnya

jet hoki slot

bandar lotre​

sabung ayam online 24 jam

1 minimum deposit casino uk

Berita Piala Dunia

istana bet 777

giok 77 slot login

dana slot asia login

situs slot deposit 1k

Jika Anda memiliki pertanyaan, silakan kirim email ke [email protected]

â–˛ Kembali ke atas