Kelelawar Sayap-Bet Biasa (Miniopterus schreibersii)
Kelelawar Sayap-Bet Biasa (Miniopterus schreibersii)
Kehidupan Hewan > Mamalia
Identifikasi
Kelelawar ini berukuran sedang (panjang kepala-tubuh 4,8 hingga 6,2 cm), dengan moncong datar dan dahi tinggi menonjol. Wajahnya mirip dengan anjing Peking. Memiliki telinga pendek berbentuk segitiga dengan tragus pendek (lobus kecil menonjol di dalam telinga). Ekornya pendek (4,7 hingga 6,4 cm) dan tidak menonjol dari uropatagium (selaput sayap yang menghubungkan ekor dan kaki). Sayapnya sempit, runcing, dan sangat panjang (panjang lengan bawah 4,4 hingga 4,8 cm). Bulunya berwarna abu-abu dengan perut lebih terang. Betina lebih besar daripada jantan. Ia mengeluarkan suara ekolokasi dengan frekuensi 54 hingga 56 kHz.
Di Mana Ia Tinggal?
Spesies ini ketat tinggal di gua, hidup di celah-celah dan gua alami. Dalam jumlah lebih kecil, juga dapat diamati di tambang, terowongan, jembatan, dan bangunan terbengkalai. Daerah perburuan dipengaruhi oleh ketersediaan makanan. Ia lebih suka area terbuka atau lahan basah dengan ketersediaan serangga tinggi, meskipun juga menggunakan lembah sungai, tanaman budidaya, padang rumput, padang rumput penggembalaan, serta hutan. Untuk tempat berlindung berkembang biak, ia menggunakan gua alami dan lubang, terutama batu kapur, dengan iklim stabil dan tidak berada di atas 1.000 m di atas permukaan laut. Tempat berlindung dan area perburuan bisa cukup jauh satu sama lain. Ia adalah hewan migran. Tempat berlindung untuk hibernasi khusus di gua dan biasanya berjarak 70 hingga 120 km dari tempat berkembang biak (kadang lebih dari 350 km).
Bagaimana Ia Hidup?
Ia adalah hewan nokturnal yang memakan ngengat, lalat, nyamuk, atau sayap renda. Ia melakukan perjalanan musiman dari tempat berlindung berkembang biak ke tempat berlindung musim dingin. Terbangnya lincah dan cepat (hingga 55 km/jam) dan mirip dengan burung walet, begitu pula bentuk sayapnya. Ia menggunakan jalur sungai sebagai jalan raya saat bepergian ke area perburuan. Mereka adalah hewan kolonial yang dapat hidup berkelompok lebih dari 20.000 individu. Koloni biasanya bersifat kekeluargaan. Betina sangat filopatrik (cenderung tinggal dekat dengan koloni tempat mereka dilahirkan). Jantan tidak filopatrik dan menyebar mencari wilayah baru.
Bagaimana Ia Bereproduksi?
Perkawinan kelelawar sayap-bet terjadi pada musim gugur-musim dingin dan kelahiran pada akhir musim semi berikutnya. Betina menunda kehamilan, yang biasanya berlangsung sekitar 8-9 bulan. Mereka melahirkan satu anak yang sudah bisa terbang 40-60 hari setelah lahir dan matang secara seksual pada usia satu tahun untuk jantan dan dua tahun untuk betina. Harapan hidup mereka sekitar 10 hingga 25 tahun.
Di Mana Kita Bisa Melihatnya di Málaga?
Spesies ini jarang dan tidak terlalu umum di provinsi ini. Ada koloni di Sierra de la Utrera de Casares, pegunungan Ronda, Sierra de las Nieves, Sierra Tejeda, El Chorro, Torcal dan Camarolos, Sierra de la Camorra, pegunungan Cortes, antara lain. Di Jalur Besar, kita dapat menemukannya pada tahap 17, 20, 21, 23, 24, dan 28.
Fakta Menarik
Koloni kelelawar sayap-bet sering meninggalkan bekas di gua tempat mereka tinggal. Bekas ini sangat khas dan teratur; bahkan kadang disalahartikan sebagai lukisan gua dan terlihat seperti bintik pada kulit macan tutul. Kelelawar sayap-bet adalah pengganti nokturnal bagi burung walet. Mereka berburu plankton udara pada ketinggian 10 hingga 20 meter dari tanah. Karena terbangnya lincah dan cepat, ia juga disebut "kelelawar-elang" atau "kelelawar-walet".
Spesies Serupa
Saat terbang dan sepintas, semua spesies kelelawar tampak serupa. Mereka hanya dapat dibedakan dari frekuensi ultrasonik yang mereka pancarkan. Sangat jarang mengamati mereka saat bergantung. Bentuk tragus, moncong, atau ukuran telinga adalah faktor kunci untuk membedakannya. Kelelawar sayap-bet memiliki moncong yang sangat datar, mirip dengan moncong anjing Peking.
Rute di Mana Ia Dapat Diamati
- Jalur Besar Málaga (GR 249). Tahap 17. Alameda – Fuente de Piedra
- Jalur Besar Málaga (GR 249). Tahap 20. Embalses del Guadalhorce – Estación de El Chorro (Álora)
- Jalur Besar Málaga (GR 249). Tahap 21. Estación de El Chorro (Álora) – Carratraca – Ardales
- Jalur Besar Málaga (GR 249). Tahap 23. El Burgo – Ronda
- Jalur Besar Málaga (GR 249). Tahap 24. Ronda – Estación de Benaoján
- Jalur Besar Málaga (GR 249). Tahap 28. Genalguacil – Casares
Platform Lainnya
Berita Piala Dunia
Jika Anda memiliki pertanyaan, silakan kirim email ke [email protected]