ANALISIS RELEVANSI KOMPETENSI SISWA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN TERHADAP KEBUTUHAN DUNIA KERJA BIDANG KONSTRUKSI
ANALISIS RELEVANSI KOMPETENSI SISWA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN TERHADAP KEBUTUHAN DUNIA KERJA BIDANG KONSTRUKSI
FAJRIANTI SARI - PROGRAM PASCASARJANA - PENDIDIKAN TEKNOLOGI DAN KEJURUAN - (S2)
Published on 2025
Penelitian ini berangkat dari tingginya angka pengangguran lulusan SMK serta ketidaksesuaian antara kompetensi yang diperoleh di sekolah dengan tuntutan industri konstruksi yang dinamis dan berkembang pesat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi kompetensi siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) terhadap kebutuhan dunia kerja di bidang konstruksi. Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif. Sampel yang digunakan yakni siswa kelas XII yang berjumlah 162 siswa yang dipilih menggunakan teknik probability sampling. Instrumen penelitian berupa angket (kuisioner) yang disusun berdasarkan indikator kompetensi di dunia kerja yang selanjutnya di uji validitas oleh para ahli. Teknik analisis data yang digunakan yakni statistik deskriptif dengan mengelompokkan kategori berdasarkan rentang persentase, untuk mengetahui tingkat relevansi kompetensi siswa SMK dengan kebutuhan dunia kerja di bidang konstruksi. Hasil analisis menunjukkan 1) kompetensi siswa bidang juru gambar relevan dengan kebutuhan dunia industri dengan presentase juru gambar arsitektur 83%, struktur 80%, jalan dan jembatan 77%, dengan kategori cukup mampu hingga sangat mampu. 2) Kompetensi siswa bidang pelaksana bangunan gedung struktur relevan dengan kebutuhan dunia industri dengan presentase pelaksana bangunan gedung struktur bawah 71% dan pelaksana struktur atas 69% dengan kategori cukup mampu hingga sangat mampu. 3) Kompetensi siswa bidang juru ukur relevan dengan kebutuhan dunia industri dengan presentase 74% dimana kompetensi yang relatif lebih tinggi yakni pada program DPIB. 4) Tingkat employability skills siswa berada dalam kategori kompeten dengan kategori cakap hingga ahli dengan presentase 78% dimana kompetensi yang relatif lebih tinggi yakni pada program DPIB. Kesimpulan penelitian ini adalah sebagian besar siswa telah memiliki dasar kompetensi yang cukup, namun masih terdapat kesenjangan yang perlu dijembatani melalui penguatan soft skills, penyelarasan kurikulum, serta optimalisasi program Prakerin.
Catatan: Karya ilmiah ini hanya menampilkan sebagian isi dokumen. Akses penuh dibatasi untuk menjaga hak cipta serta ketentuan akses repository. Untuk mendapatkan akses lengkap, silakan menghubungi pengelola perpustakaan.
Platform Lainnya
siti slot bonus senza deposito
Berita Piala Dunia
Jika Anda memiliki pertanyaan, silakan kirim email ke [email protected]