Mengeringkan Tanah Menggunakan Pipa Berlubang
Mengeringkan Tanah Menggunakan Pipa Berlubang
Karakteristik utama pipa drainase berlubang mikro adalah mengumpulkan kelebihan air dan mengalirkannya. Untuk fungsi pertama, diperlukan celah agar air tanah dapat masuk ke dalam pipa di sepanjang jalur drainase; sedangkan untuk pengaliran, pipa harus memiliki penampang yang cukup, bebas dari sumbatan, dan dipasang dengan kemiringan yang memungkinkan air mengalir.
Pada pipa drainase air hujan, pengumpulan air dijamin oleh celah pada pipa itu sendiri. Celah pada pipa berlubang mikro dapat diatur di sekeliling seluruh keliling (360°) atau hanya di bagian atas (220°), sehingga permukaan bawah bebas celah dan tetap mengumpulkan air. Lebar celah sangat penting: harus cukup sempit untuk mencegah partikel besar masuk dan menyumbat, namun cukup lebar agar air dapat mengalir keluar dengan cepat. Lebar celah ideal yang ditemukan adalah 2 mm.
Celah dapat tegak lurus terhadap pipa, memanjang, atau diagonal terhadap sumbu pipa. Pada pipa berlubang, lubang harus berada di alur gelombang sehingga dua puncak gelombang mencegah material di sekitarnya menghalangi celah. Kombinasi ketebalan dan panjang perforasi memungkinkan pipa drainase berlubang bertindak sebagai filter, memisahkan air dari lumpur tanah yang tersuspensi.
Pipa drainase bergelombang tersedia dalam berbagai bentuk:
- Pipa dalam gulungan hingga diameter luar 200 mm
- Pipa polietilena dalam batang lurus hingga diameter luar 200 mm
- Pipa dalam batang lurus hingga diameter luar 1200 mm
Platform Lainnya
Berita Piala Dunia
Jika Anda memiliki pertanyaan, silakan kirim email ke [email protected]