ANALISIS PENGARUH ALIH FUNGSI LAHAN PERTANIAN TERHADAP KETAHANAN PANGAN DI KECAMATAN BAYAN KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2013 DAN TAHUN 2023

casino x no deposit bonus

qq slot 303

virgin casino no deposit bonus

casino minimum deposit 20

Penulis

Fitri Tri Mahmudah, Sarwono, Rahning Utomowati

Fitri Tri Mahmudah dan Sarwono: Pendidikan Geografi, Universitas Sebelas Maret, Surakarta, Indonesia. Rahning Utomowati: Pendidikan Geografi, Universitas Sebelas Maret, Surakarta, Indonesia, dan Pusat Penelitian Lingkungan Hidup, Universitas Sebelas Maret, Surakarta, Indonesia.

DOI: doi

Abstrak

Tujuan penelitian ini adalah (1) Menganalisis alih fungsi lahan pertanian di Kecamatan Bayan pada tahun 2013 dan 2023. (2) Menganalisis ketahanan pangan di Kecamatan Bayan pada tahun 2013 dan 2022. (3) Menganalisis dampak alih fungsi lahan pertanian terhadap ketahanan pangan di Kecamatan Bayan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan spasial. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, dokumentasi, dan interpretasi citra. Teknik analisis data menggunakan analisis overlay peta, perhitungan rasio ketersediaan pangan, dan uji statistik paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Alih fungsi lahan pertanian (sawah dan tegalan) di Kecamatan Bayan pada periode 2013–2023 adalah 78,37 hektar (3,11%). (2) Ketahanan pangan di Kecamatan Bayan pada periode 2013–2022 secara keseluruhan menunjukkan kondisi surplus pangan, terlihat dari nilai rasio ketersediaan pangan yang melebihi 1 di setiap desa/kelurahan. Namun, terdapat 2 desa pada tahun 2022 yang mengalami defisit pangan, yaitu Desa Grantung dan Desa Pekutan. (3) Pengaruh alih fungsi lahan pertanian terhadap ketahanan pangan di Kecamatan Bayan diketahui dari hasil uji statistik paired sample t-test dengan nilai Sig sebesar 0,317, nilai tersebut lebih besar dari nilai alpha 0,05, sehingga H0 diterima dan H1 ditolak. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa tidak ada pengaruh signifikan alih fungsi lahan pertanian terhadap ketahanan pangan di Kecamatan Bayan.

Kata Kunci

Alih fungsi lahan pertanian; Ketersediaan pangan; Ketahanan pangan

Referensi

  1. Anggraini, D. P. (2021). “Analisis Dampak Alih Fungsi Lahan Pertanian Sawah Terhadap Ketahanan Pangan di Kabupaten Sragen”. Skripsi. Surakarta: Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret.
  2. Djelantik, A. A. A. W. S., Sudarma, I. M., & Dera Setiawan, I. G. B. (2022). Alih Fungsi Lahan Sawah dan Dampaknya di Kecamatan Kediri Kabupaten Tabanan. Jurnal Manajemen Agribisnis (Journal Of Agribusiness Management), 10(2), 904. doi
  3. Prasada, I. M. Y., & Rosa, T. A. (2018). Dampak Alih Fungsi Lahan Sawah Terhadap Ketahanan Pangan di Daerah Istimewa Yogyakarta. Jurnal Gama Societa, 14(3).
  4. Putra, M. Z. M. (2019). “Pengaruh Alih Fungsi Lahan Pertanian dan Jumlah Penduduk Terhadap Ketahanan Pangan Beras Kota Tasikmalaya Tahun 2012 – 2017”. Skripsi. Tasikmalaya: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Siliwangi.
  5. Rosana, M. (2018). Kebijakan Pembangunan Berkelanjutan yang Berwawasan Lingkungan di Indonesia. Jurnal Kelola: Jurnal Ilmu Sosial, 1(1), 148–163.
  6. Suratha, I. K. (2015). Krisis Petani Berdampak Pada Ketahanan Pangan di Indonesia. Media Komunikasi Geografi, 16(1).
  7. Wijayanti, A., & Hidayat, A. (2021). Kajian Daya Dukung Pangan Kecamatan Mojolaban untuk Mendukung Ketahanan Pangan Kabupaten Sukoharjo. Jurnal Planoearth, 6(2), 107–113.
MPOASIA

â–˛ Kembali ke atas

Platform Lainnya

casino raiders 2 full movie

piringtoto slot

pt777bet

winstar slot 4d

Berita Piala Dunia

rans88 slot

jp88 slot

8055 slot apk

bath88

Jika Anda memiliki pertanyaan, silakan kirim email ke [email protected]

â–˛ Kembali ke atas