Mengapa Ekor Komet Selalu Menjauhi Matahari?
Penjelasan Mengenai Ekor Komet
Komet adalah benda langit yang mengelilingi matahari dengan orbit yang sangat lonjong. Material penyusun komet terdiri dari es, gas, dan debu. Saat komet berada cukup dekat dengan matahari, ekor komet akan terlihat menjauhi matahari. Hal ini dikarenakan komet terpapar oleh angin matahari. Angin matahari membuat material penyusun komet menguap dan membawanya ke arah luar (menjauhi matahari). Material yang menguap dan terbawa menjauh inilah yang nampak sebagai ekor.
Di bumi, kita mengenal angin sebagai molekul udara yang mengalir. Di bumi, angin mengalir akibat adanya perbedaan suhu antara dua tempat, yang menyebabkan molekul udara bersirkulasi. Tak jauh beda dengan apa yang terjadi di bintang (contohnya: matahari). Di matahari pun terdapat fenomena yang disebut angin matahari. Bedanya, pada fenomena angin matahari, "angin"-nya bukan terdiri dari molekul udara, melainkan partikel bermuatan (ion). Ion-ion ini memancar ke luar dari bagian matahari yang bernama korona. Partikel bermuatan ini memiliki energi yang sangat tinggi, sehingga memungkinkan ia untuk menguapkan sebagian material penyusun komet. "Kencangnya" angin matahari yang menerpa komet berbanding lurus dengan seberapa dekat posisi komet terhadap matahari. Semakin dekat dengan matahari, semakin kuat energi yang didapat dari angin matahari sehingga ekor komet akan terlihat lebih jelas dan lebih panjang.
Selain itu, ekor komet juga disebut sebagai koma (coma). Ekor komet panjangnya mencapai jutaan kilometer. Istilah komet sendiri berasal dari bahasa Latin dan Yunani cometa atau cometes yang artinya berambut panjang. Inilah mengapa komet kerap disebut sebagai bintang berekor. Ekor komet terlihat memanjang dan selalu menjauhi matahari karena angin matahari, persis seperti rambut yang tertiup angin — rambut menjauhi arah datangnya angin.
Di tata surya, diperkirakan ada jutaan komet yang mengitari matahari, namun baru 3.634 komet yang diketahui. Sebagian komet berada di Sabuk Kuiper, dan sebagian besar lagi di Awan Oort. Komet yang paling terkenal adalah Komet Halley, dinamai dari astronom Inggris Edmund Halley yang berhasil menghitung orbitnya. Komet Halley terlihat setiap 76 tahun sekali. Catatan sejarah menunjukkan Komet Halley terlihat pada 1531, 1607, dan terakhir pada 1986. Komet Halley akan kembali terlihat pada pertengahan 2061 atau 2062.
Platform Lainnya
Berita Piala Dunia
Jika Anda memiliki pertanyaan, silakan kirim email ke [email protected]