Comic 8: Casino Kings - Bagian 2 (2016)
casino 1995 movie free download
Comic 8: Casino Kings - Bagian 2 (2016)
Delapan agen rahasia ditugaskan untuk menyamar sebagai pelawak stand-up dalam mencari seorang komedian yang menjadi penghubung dengan penjahat utama bernama The King, pemilik kasino paling spektakuler di Asia.
Kru
- Sutradara: Anggy Umbara
- Ko-Sutradara: Adink Liwutang
- Produser: Frederica
- Penulis: Fajar Umbara, Anggy Umbara
- Sinematografi: Dicky R. Maland
- Penyunting: Cesa David Luckmansyah, Bounty Umbara
- Penata Suara: Mohamad Ikhsan Sungkar, Khikmawan Santosa, Madunazka
- Studio: Falcon Pictures
Pemeran
- Mongol Stres
- Ernest Prakasa
- Arie Kriting
- Ge Pamungkas
- Babe Cabita
- Kemal Palevi
- Bintang Timur
- Fico Fachriza
- Indro
- Agus Kuncoro
- Candil
- Sophia Latjuba
- Donny Alamsyah
- Hannah Al Rashid
- Yayan Ruhian
- Prisia Nasution
- Joe P Project
- Boy William
- Dhea Ananda
- Pandji Pragiwaksono
- Nikita Mirzani
- Agung Hercules
- Ence Bagus
- Cak Lontong
- Bagus Netral
- Ray Sahetapy
- Willy Dozan
- George Rudy
- Barry Prima
- Lydia Kandou
- Sacha Stevenson
- Soleh Solihun
- Gandhi Fernando
- Andi Awwe Wijaya
Genre: Kejahatan, Komedi, Aksi
Negara: Indonesia
Bahasa: Indonesia
Rilis: 3 Maret 2016 (Indonesia, 13+)
Durasi: 95 menit
Distribusi Rating
| Rating | Jumlah |
|---|---|
| Setengah bintang | 87 (4%) |
| ★ | 113 (5%) |
| ★½ | 79 (4%) |
| ★★ | 369 (17%) |
| ★★½ | 265 (13%) |
| ★★★ | 538 (25%) |
| ★★★½ | 215 (10%) |
| ★★★★ | 241 (11%) |
| ★★★★½ | 47 (2%) |
| ★★★★★ | 157 (7%) |
Rata-rata: 3.0
Ulasan Populer
Penutup dari trilogi Comic 8 ini lebih banyak bermain di action daripada komedi nya tapi dengan visual effect asal jadi dan keliatan ngawur banget visual effect nya asli dah, plus logika film nya makin kesini makin wah udah sih ancur amblesss. Tapi gimana ya? Filmnya sangat menghibur dan seru banget, gue menikmati banget tiap-tiap scene yang disuguhin dengan cara yang enggak logis sama Anggy Umbara, tapi ya itulah dia hal paling menyenangkan dari film ini wkwkwk.
Komedi berkurang, aksi lebih banyak, cerita yang sama. Sebagai akhir dari trilogi Comic 8, wajar jika film ini lebih fokus pada aksi daripada komedi. Seberapa lucu komedinya? Saya rasa ini yang paling lemah, tapi bukan berarti tidak lucu. Ceritanya menjadi sangat membosankan karena mengikuti formula yang sama dengan dua film sebelumnya. Cuci otak dan pengkhianatan digunakan terlalu sering hingga cepat basi. Semuanya terburu-buru, eksekusi akhir yang kacau, dan kematian yang sangat antiklimaks. Teknis film seperti sinematografi, pencahayaan, soundtrack, dll sama seperti Bagian Pertama. Tidak ada peningkatan dan tidak ada penurunan. Trilogi Comic 8 lucu dan menghibur, tapi mereka bisa membuat cerita yang lebih baik.
Platform Lainnya
juegos de casino con dinero real
Berita Piala Dunia
Jika Anda memiliki pertanyaan, silakan kirim email ke [email protected]