KONFLIK MONYET EKOR PANJANG (Macaca fascicularis) DAN MANUSIA PADA BERBAGAI TIPE PENGGUNAAN LAHAN DI SUAKA MARGASATWA PALIYAN DAN SEKITARNYA
Konflik Monyet Ekor Panjang dan Manusia
Tujuan Penelitian
- Mengetahui populasi dan sebaran monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) di Suaka Margasatwa Paliyan.
- Mengetahui karakteristik biotik dan abiotik pada lokasi konflik di berbagai tipe penggunaan lahan di Suaka Margasatwa Paliyan dan sekitarnya.
- Mengetahui karakteristik konflik monyet ekor panjang dan manusia di Suaka Margasatwa Paliyan dan sekitarnya.
Metode Penelitian
Lokasi penelitian di Suaka Margasatwa Paliyan, Desa Karang Asem, Desa Karang Duwet (Kecamatan Paliyan) serta Desa Jetis, Desa Kepek, Desa Monggol (Kecamatan Saptosari). Metode yang digunakan: concentration count untuk populasi, protokol sampling untuk karakteristik biotik dan abiotik, serta survei untuk karakteristik konflik.
Hasil Penelitian
Populasi: Diperkirakan 80 individu dalam tiga kelompok: Kelompok A 19, B 20, C 41 individu. Sebaran terbanyak di hutan rakyat.
Karakteristik Biotik dan Abiotik: Penutupan tajuk tertinggi di suaka margasatwa 85%, hutan rakyat 77,67%, suaka margasatwa (agroforestri) 35%, ladang 29,67%. Penutupan semak dan tumbuhan bawah tertinggi di ladang 74,67%, suaka margasatwa 68%, hutan rakyat 60%, suaka margasatwa (agroforestri) 59,67%. Kerapatan semak dan tumbuhan bawah tertinggi di suaka margasatwa 4849,75, suaka margasatwa (agroforestri) 4616,43, ladang 4491,44, hutan rakyat 2833,19.
Karakteristik Konflik: Frekuensi konflik tertinggi di ladang (207), suaka margasatwa agroforestri (115), hutan rakyat (21), pemukiman (17), suaka margasatwa (4). Konflik tidak tergantung musim. Faktor utama adalah kebutuhan pakan. Kerugian materi per musim tanam Rp960.000–Rp1.820.000. Kerugian imateriil berupa ketakutan perempuan. Tanaman yang sering dirusak: jagung, kacang tanah, ketela pohon, kolonjono. Penyelesaian konflik meliputi pemasangan jaring, kompensasi, perbaikan habitat, peningkatan kesejahteraan masyarakat, penegakan kesepakatan, peningkatan kesadaran, perubahan rencana tata ruang, dan pemanenan lestari.
Kata Kunci: Macaca fascicularis, manusia, konflik, penggunaan lahan.
Platform Lainnya
Berita Piala Dunia
Jika Anda memiliki pertanyaan, silakan kirim email ke [email protected]