10 Pesilat Pagar Nusa Asjap Kembali Unjuk Gigi Pada Kejuaraan Silat Terbuka, "Sultan Kacirebonan Competition 2024"
10 Pesilat Pagar Nusa Asjap Kembali Unjuk Gigi Pada Kejuaraan Silat Terbuka, "Sultan Kacirebonan Competition 2024"
Kota Cirebon – Bertempat di Gelanggang Olah Raga (GOR) Bima Kota Cirebon, event turnamen bela diri terbuka segala usia pelajar yang memperebutkan Piala Menpora dan Piala Bergilir Sultan Kacirebonan telah selesai diselenggarakan. Event yang melibatkan Pemerintah Daerah Kota Cirebon, KONI Cirebon, IPSI Cirebon, dan Kesultanan Kacirebonan Cirebon sebagai penyelenggaranya berlangsung sukses tanpa ekses. Ratusan pesilat dari berbagai perguruan pencak silat yang masih berstatus pelajar, dari tingkat SD, SMP, dan SMA sederajat turut serta meramaikan gelaran tersebut. Dari puluhan perguruan pencak silat dari seni dan model berbeda yang tersebar di pelosok wilayah Tiga Cirebon, tampak para pesilat tangguh dari kesatuan silat besutan Gus Maksum, yakni Perguruan Silat Pagar Nusa (PN) Pimpinan Anak Cabang (PAC) Astana Japura (Asjap) Kecamatan Astana Japura Kabupaten Cirebon.
PAC Pagar Nusa Asjap tidak tanggung-tanggung, sebanyak 10 pesilat diturunkan dalam laga tersebut. Hasilnya cukup memuaskan, walaupun tidak berhasil memboyong kedua piala yang menjadi ikon kebanggaan pada pertandingan tersebut. Namun dari sepuluh pesilat yang diturunkan di hampir semua kelas yang diperlombakan, mereka berhasil membawa medali-medali. Kesepuluhnya mendapatkan juara semua, dengan perolehan 2 medali emas, 3 medali perak, dan 5 medali perunggu.
- Medali emas: Samani (kelas B 45 kg remaja, gelanggang C partai 118) dan Hilman (kelas A 42 kg remaja, gelanggang A partai 109).
- Medali perak: Satya Prabu (kelas L remaja 87 kg, gelanggang C partai 158), Kiki (kelas E remaja 55 kg, gelanggang C partai 144), dan Aby (kelas C remaja 50 kg, gelanggang A partai 126).
- Medali perunggu: Adlan (kelas E remaja 55 kg, gelanggang A partai 133), Farel (kelas D remaja 53 kg, gelanggang A partai 128), Hafidz (kelas C remaja 48 kg, gelanggang A partai 119), Hijri (kelas H remaja 53 kg, gelanggang C partai 104), dan Wiyan (kelas A usia dini 24 kg, gelanggang C partai 37).
Kesepuluh pesilat yang dilatih di perguruan pencak silat Nahdlatul Ulama Pagar Nusa PAC Asjap tersebut dengan gemilang mengukir prestasi, menurut Ibrahim Yahya Hasan selaku pelatih. Dirinya sangat bangga, karena para pesilatnya telah menjalankan apa yang menjadi keinginannya.
"Saya selaku pelatih dari mereka para pesilat tadi sangat bersyukur, bahwa selama mengikuti pertandingan ini, semua arahan saya sebagai pelatihnya telah dilaksanakan dengan baik, hingga mereka berhasil menjadi juara walaupun tidak berhasil membawa pulang piala. Saya juga ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Allah SWT, kepada junjungan kita Baginda Nabi Besar Muhammad SAW, kepada guru besar Pagar Nusa Gus Maksum, dan semua yang tidak bisa saya sebutkan namanya satu per satu di sini," pungkas Hasan atau yang akrab disapa Ide.
Kejuaraan Pencak Silat Sultan Kacirebonan Competition 2024 yang digelar selama tiga hari dari tanggal 5 hingga 7 Juli 2024 tersebut diharapkan mampu melahirkan para pesilat tangguh yang rendah hati hingga bisa bermanfaat untuk agama dan negara, terutamanya untuk kedua orang tua. Pencak silat adalah seni bela diri tradisional asli kebanggaan bangsa ini, namun keberadaannya hampir di ambang kepunahan jika saja para guru silat negeri ini sudah tidak peduli lagi pada jati diri ilmu bela diri sejati bernama silat/pencak silat tersebut.
Platform Lainnya
Berita Piala Dunia
Jika Anda memiliki pertanyaan, silakan kirim email ke [email protected]