Analisis Pola Operasi Lalu Lintas Kereta Api Pada Stasiun Berjalur Empat dan Enam dengan Metode Conflict Rate

ASIA 4D TOGEL LOGIN

akun demo slot x1000

totowin slot

slot demo juicy fruits

Abstrak

Jalur kereta api ganda Sembawa-Betung merupakan salah satu rute yang direncanakan dalam proyek Trans Sumatra Railways di Pulau Sumatera yang didedikasikan untuk transportasi penumpang dan barang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem operasi kereta api pada jalur ganda Sembawa-Betung, yang meliputi panjang efektif dan tata letak khas jalur kereta api, manajemen lalu lintas kereta api, potensi rute perjalanan kereta api yang dapat dibentuk, digunakan, dan mengalami konflik, serta perhitungan tingkat pembebanan rute pada frekuensi kereta api. Berdasarkan analisis yang dilakukan menggunakan metode Conflict Rate, dapat disimpulkan bahwa utilisasi rute beserta frekuensi kereta api yang dilayani di Stasiun Sembawa, Stasiun Pangkalan Balai, dan Stasiun Suak Tapeh hampir mencapai tingkat maksimum konflik yang diizinkan, sehingga dapat meningkatkan kemungkinan kecelakaan kereta api jika ada penambahan jumlah kereta api yang dilayani tanpa pembangunan jalur kereta api tambahan di stasiun. Di sisi lain, utilisasi rute beserta frekuensi kereta api yang dilayani di Stasiun Betung masih jauh di bawah batas maksimum konflik yang diizinkan, sehingga ada kemungkinan untuk meningkatkan frekuensi kereta api tanpa perlu penambahan jalur kereta api di stasiun.

Kata Kunci

Tingkat konflik, frekuensi kereta api, jalur kereta api, sistem operasi kereta api, stasiun kereta api

Daftar Pustaka

  1. Afriyanah, S. R. (2017). “Kajian model pemilihan moda kereta api atau bus menuju stasiun kereta api kroya dan maos di kabupaten cilacap.” Jurnal Penelitian Transportasi Darat, 19(3), 183-194.
  2. de Carvalho, R. F. L., dan Prabasmara, P. G. (2020). “Revitalisasi stasiun kereta api kedundang di kulon progo (penekanan desain pada pola sirkulasi dan tata ruang).” Jurnal Arsitektur Pendapa, 3(1), 34-47.
  3. Direktur Jenderal Perkeretaapian. (2016). “Grafik perjalanan kereta api.” Jakarta, Indonesia.
  4. Fatharani, A. Q., dan Triana, S. (2018). “Kajian tarif kereta api penumpang pontianak–sanggau kalimantan barat.” Reka Racana: Jurnal Teknik Sipil, 4(1), 33-44.
  5. Jumardi, J., Ruli. R., Abdulhadi, A., Atika, S., Viki, A dan Zaki, A. Z. (2020). “Perkembangan transportasi kereta api di jakarta.” Jurnal Pemikiran Pendidikan dan Penelitian Kesejarahan, 7(1), 40-48.
  6. Kuswati, A. S. (2012). “Kriteria penetapan lokasi stasiun kereta api penumpang.” Warta Penelitian Perhubungan, 24(3), 244-259.
  7. Kuswati, A. S., Maimunah, S., dan Herawati, H. (2011). “Peran infrastruktur kereta api terhadap perekonomian daerah.” Warta Penelitian Perhubungan, 23(2), 172-190.
  8. Pachl, J. (2004). “Railway operation and control.” Mountlake Terrace, USA: VTD Rail Publishing.
  9. Peraturan Dinas No. 10. (1986). “Perencanaan konstruksi jalan rel.” Jakarta, Indonesia.
  10. Peraturan Menteri Perhubungan No. 29. (2011). “Persyaratan teknis bangunan stasiun kereta api.” Jakarta, Indonesia.
  11. Peraturan Menteri Perhubungan No. 33. (2011). “Jenis, kelas, kegiatan di stasiun kereta api.” Jakarta, Indonesia.
  12. Peraturan Menteri Perhubungan No. 35. (2011). “Syarat pembuatan gapeka.” Jakarta, Indonesia.
  13. Peraturan Menteri Perhubungan No. 43. (2011). “Rencana induk perkeretaapian nasional.” Jakarta, Indonesia.
  14. Peraturan Menteri Perhubungan No. 60. (2012). “Persyaratan teknis jalur kereta api.” Jakarta, Indonesia.
  15. Pramana, Y. I., Gustami, H., dan Lubis, M. M. (2019). “Analisis kepuasan pengguna jasa transportasi kereta api dalam proses distribusi CPO di Sumatera Utara (studi kasus: PT. Kereta Api Divre 1 Sumatera Utara).” Jurnal Ilmiah Pertanian (JIPERTA), 1(2), 202-211.
  16. Rachman, N. F., dan Sunardi, S. (2020). “Simulasi aplikasi monitoring kereta api berbasis android.” Jurnal Perkeretaapian Indonesia, 4(1), 48-55.
  17. Saputra, D., Osly, P. J., & Meutia, W. (2020). “Analisis kinerja operasional kereta api pangrango bogor – sukabumi.” Indonesian Journal of Construction Engineering and Sustainable Development (CESD), 2(2), 66-73.
  18. Setiawan, D. M. (2016a). “Pembatasan kecepatan maksimum dan kaitannya terhadap kapasitas lintas jalur kereta api Muara Enim – Lahat Sumatera Selatan”. Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil 2016 ISSN: 2459-9727, Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta.
  19. Setiawan, D. M. (2016b). “Kajian pola operasi Jalur ganda kereta api Muara Enim-Lahat.” Jurnal Ilmiah Semesta Teknika, 19(1), 37-47.
  20. Setiawan, D. M. (2018). “Pengaturan lalulintas kereta api di stasiun cicalengka untuk mendukung pengoperasian jalur ganda kereta api bandung-cibatu.” Jurnal Ilmiah Semesta Teknika, 21(1), 1-9.
  21. Setiawan, D., Muthohar, I., dan Murwono, D. (2015). “Analisis conflict rate pada perhitungan kapasitas sistem interlocking yang mempengaruhi penyusunan formulasi kapasitas stasiun,” Prosiding International Symposium FSTPT ke-18 Universitas Lampung, 325-334.
  22. Undang-Undang Republik Indonesia No. 23. (2007). “Perkeretaapian.” Jakarta, Indonesia.
  23. Utomo, D. P., dan Harjono, M. S. (2019). “Binomial logit modeluntuk pemilihan moda antara pesawat udara, kereta api eksekutif dan kereta api ekspres.” Majalah Ilmiah Pengkajian Industri, 13(1), 85-92.
slotted rail

â–˛ Kembali ke atas

Platform Lainnya

legales online casino schweiz

how to play bingo

bet jams

royal777

Berita Piala Dunia

zeta futsal

mantap 89 slot online login

pools88

server 888 casino

Jika Anda memiliki pertanyaan, silakan kirim email ke [email protected]

â–˛ Kembali ke atas