Upgrade SSD XPG ADATA SX6000 Lite 128 GB Laptop Acer E5-476g

GANAS138

casino ban

1xlite bet

88asia slot

Spesifikasi SSD XPG Adata SX6000 Lite dan Acer E5-476G

Spesifikasi SSD Adata SX6000 Lite

  • Nama: Adata XPG SX6000 Lite
  • Kapasitas: 128 GB
  • Form Factor: M.2 2280
  • NAND Flash: 3D NAND
  • Dimensi: 80 x 22 x 2,15 mm
  • Interface: PCIe Gen 3 x 4
  • Kecepatan Baca: hingga 1800 MB/s, Tulis: hingga 600 MB/s

Sebagai catatan, kecepatan Baca dan Tulis SSD Adata SX6000 Lite di atas adalah kecepatan maksimalnya. Seberapa optimal spesifikasi tersebut dapat tercapai juga dipengaruhi oleh spesifikasi dan kondisi perangkat laptop yang dipasangi SSD tersebut.

Spesifikasi Laptop Acer E14 E5-476G-54U3

  • Nama laptop: Acer E14 E5-476G-54U3
  • Prosesor: Intel Core i5-8250U
  • RAM: 4 GB DDR4
  • HDD: 1000 GB
  • SSD: Slot khusus M.2
  • Kartu Grafis: NVIDIA GeForce MX150 dengan 2 GB VRAM
  • Layar: 14 inci

Laptop Acer E5-476G ini memiliki kapasitas dasar sebagaimana informasi di atas. RAM bawaan laptop adalah 4 GB DDR4 dan SSD tidak termasuk. Sebelumnya saya sudah meng-upgrade RAM-nya menjadi 8 GB DDR4. Kali ini saya hendak mengisi slot SSD yang kosong dengan SSD Adata XPG SX6000 Lite 128 GB.

Memasang SSD ke Laptop Acer E5-476G

Pemasangan SSD Adata XPG SX6000 Lite ke laptop Acer E5-476G tergolong mudah. Berbeda dengan beberapa seri laptop Acer yang lebih baru, untuk mencapai slot HDD atau RAM, laptop tersebut harus dibongkar seluruhnya. Namun, seri laptop Acer ini memiliki pintu belakang yang memungkinkan akses ke komponen yang dapat di-upgrade, yaitu HDD, SSD M.2, dan RAM.

Untuk pemasangan SSD M.2 Adata SX6000 Lite cukup mudah, mirip dengan cara memasang RAM. Hanya saja, untuk mengunci SSD ini kita memerlukan sebuah baut. Kita harus menyiapkan baut yang sesuai ukurannya sendiri karena tidak disertakan dalam paket pembelian.

Langkah selanjutnya adalah memeriksa mode boot yang berjalan di laptop. Untuk mengecek mode boot, masuk ke pengaturan BIOS. Pada laptop Acer E5-476G menggunakan tombol F2. Setelah masuk menu BIOS, pilih tab Boot, lalu periksa apakah mode boot-nya UEFI atau Legacy. Untuk laptop Acer ini mode boot-nya adalah UEFI. Catat hal ini karena nanti saat menentukan partisi untuk SSD kita harus mengkonfirmasi.

Kemudian keluar dari BIOS dan nyalakan laptop untuk memeriksa apakah SSD terdeteksi oleh sistem. Sistem Operasi yang berjalan adalah Windows 10. Untuk memeriksa SSD, masuk ke Manajemen Disk. SSD belum akan terdeteksi sebagai partisi karena statusnya masih belum teralokasi.

Untuk mencapai Manajemen Disk, klik tombol Windows/Search, ketik "Disk Management" tanpa tanda petik, lalu tekan Enter. Akan muncul jendela Manajemen Disk. Saat jendela muncul setelah SSD dipasang, akan ada pilihan apakah partisi SSD akan dijadikan MBR atau GPT. Pilih sesuai dengan jenis mode boot laptop yang sudah diperiksa di BIOS. Laptop Acer E5-476G menggunakan UEFI, jadi pilih GPT, bukan MBR.

Penentuan jenis partisi ini penting. Jika salah memilih, proses cloning Windows akan terhenti. Jadi, lakukan pengecekan jenis mode boot terlebih dahulu di BIOS. Setelah pemilihan, SSD siap diisi Sistem Operasi melalui instalasi fresh atau cloning. Saya memilih cloning Windows.

Cloning Sistem Operasi Windows 10 Pro dari HDD ke SSD

Cloning adalah menggandakan isi storage (harddisk/SSD) ke storage lain, lebih dari sekadar copy-paste. Dengan cloning, kita juga menggandakan sistem operasi dari storage asal ke storage tujuan. Tindakan ini dilakukan untuk memigrasikan isi HDD ke HDD/SSD lain tanpa perlu menginstal ulang Windows dan aplikasi.

Saya akan melakukan cloning dari HDD laptop Acer E5-476G ke SSD Adata XPG SX6000 Lite. Karena kapasitas SSD hanya 128 GB sedangkan HDD 1 TB, saya hanya meng-cloning sistem operasinya. HDD tetap digunakan karena laptop memiliki slot khusus untuk SSD M.2.

Banyak aplikasi untuk cloning Windows, seperti EaseUS Todo Backup, Mini Tool Partition Wizard, Macrium Reflect, dll. Kali ini saya menggunakan EaseUS Todo Backup 12.0 versi trial. Langkah-langkahnya cukup mudah.

Langkah Persiapan

  1. Pasang SSD ke laptop.
  2. Cek mode boot laptop (UEFI atau LEGACY) melalui BIOS.
  3. Nyalakan laptop.
  4. Masuk ke Manajemen Disk.
  5. Akan muncul opsi partisi MBR/GPT: pilih MBR jika mode boot LEGACY; pilih GPT jika UEFI.

Memulai Cloning dengan EaseUS Todo Backup Home 12.0

  1. Jalankan aplikasi EaseUS Todo Backup Home 12.0.
  2. Buka menu sidebar dengan mengklik ikon tiga garis di pojok kiri atas.
  3. Pilih "System Clone".
  4. Akan muncul beberapa partisi HDD dan SSD. Centang partisi target yaitu SSD.
  5. Klik "Advance Option" di bagian bawah jendela.
  6. Centang opsi "Optimize for SSD".
  7. Klik "Proceed" dan tunggu hingga selesai.
  8. Setelah selesai, restart laptop, lalu masuk ke BIOS. Pilih tab Boot.
  9. Cari Boot Priority Order, pilih SSD sebagai prioritas booting utama.
  10. Tekan F10, pilih Yes. Laptop akan menyala dengan Sistem Operasi di SSD. Selesai.

Setelah ini, SSD berhasil digunakan dan performanya dapat dirasakan.

Membandingkan Performa HDD dan SSD di Laptop Acer E5-476G Windows 10 Pro

Peningkatan performa laptop setelah upgrade SSD sudah banyak dibahas. Berikut beberapa aspek yang saya rasakan: Kecepatan Baca & Tulis, Booting Windows, Muat Aplikasi, dan Render Video.

1. Tes Baca dan Tulis HDD vs SSD

Salah satu fokus utama SSD adalah kecepatan baca dan tulis. Untuk mengujinya, saya menggunakan aplikasi benchmark CrystalDiskMark 7. Hasilnya menunjukkan bahwa kecepatan baca dan tulis SSD sudah sesuai spesifikasi, meskipun tidak mencapai skor maksimal, namun selisihnya wajar. Dibandingkan dengan HDD, kecepatan SSD berkali-kali lipat.

2. Booting Windows 10 Pro

Kecepatan booting menjadi lonjakan performa pertama yang terasa. Setelah dihitung, booting Windows 10 Pro dengan SSD membutuhkan waktu sekitar 19 detik, lebih cepat sekitar 10 detik dibandingkan dengan HDD yang membutuhkan setengah menit.

3. Muat Aplikasi

Kebutuhan utama saya adalah editing video menggunakan Wondershare Filmora. Saat menggunakan HDD, waktu muat aplikasi Filmora sekitar 49 detik, sedangkan dengan SSD menjadi sekitar 41 detik. Selain itu, muat jendela Computer Management juga jauh lebih cepat dengan SSD (kurang dari 5 detik) dibandingkan HDD (lebih dari 30 detik).

4. Render Video dengan Wondershare Filmora

Saya membandingkan kecepatan render video. Berikut data yang diperoleh:

HDD/SSDRender untuk pemutaran lancarEkspor Video dengan GPU DipercepatEkspor Video tanpa GPU Dipercepat
HDD11 menit 01 detik21 menit 35 detik22 menit 29 detik
SSD06 menit 41 detik22 menit 33 detik21 menit 46 detik

Kesimpulan: Kecepatan baca/tulis SSD sesuai spesifikasi; booting Windows lebih cepat; muat aplikasi lebih cepat; render preview lebih cepat; namun ekspor video kecepatannya kurang lebih sama antara HDD dan SSD.

Demikian informasi tentang upgrade SSD ke laptop Acer E5-476G. Semoga bermanfaat.

ssg88 slot

▲ Kembali ke atas

Platform Lainnya

arti withdraw di slot

iklan4d slot

8728com slot

garda bet

Berita Piala Dunia

game arcade ps1

q88bet

online gaming slots

nba basketball betting

Jika Anda memiliki pertanyaan, silakan kirim email ke [email protected]

▲ Kembali ke atas