Desakralisasi Ritual Tolak Bala Dalam Perspektif Fenomenologis: Tradisi Masyarakat Desa Pardamean Baru Mandailing Natal

mohegan sun online casino

result sdy

james bond casino royale watch

jetbet

Abstrak

Tradisi tolak bala memiliki makna yang mendalam dalam kehidupan masyarakat Desa Pardamean Baru di Mandailing Natal. Di tengah gelombang globalisasi dan modernisasi yang semakin kuat, tradisi semacam ini sering menghadapi tantangan berat yang berasal dari luar maupun dari dalam komunitas itu sendiri. Penelitian ini berupaya menggunakan pendekatan fenomenologis untuk menggali makna subjektif yang terkait dengan praktik penolakan bala di Desa Pardamean Baru. Metodologi penelitian mencakup wawancara mendalam dengan tokoh masyarakat yang memahami tradisi tolak bala, serta observasi partisipatif untuk memahami lingkungan sosial, budaya, dan tempat tradisi ini berlangsung. Selanjutnya, data yang terkumpul dianalisis secara kualitatif, dengan fokus pada pemahaman dan keterlibatan individu terhadap tradisi, serta relevansinya dalam kehidupan sehari-hari. Temuan penelitian menunjukkan bahwa tradisi tolak bala melampaui sekadar praktik keagamaan, melainkan meresap ke dalam berbagai aspek kehidupan Desa Pardamean Baru. Tradisi ini memiliki konotasi spiritual yang mendalam, karena masyarakat memandang ritual penolakan bala sebagai perlindungan terhadap ancaman dan bencana yang akan datang. Selain itu, praktik ini mempererat ikatan antarpribadi dan memperkuat identitas kolektif komunitas. Studi ini menekankan perlunya memahami sudut pandang internal komunitas untuk menjaga dan melestarikan warisan budaya yang tak ternilai. Dengan memahami makna dan nilai intrinsik yang terkandung dalam tradisi tolak bala, diharapkan strategi yang lebih efektif dapat dirancang untuk mempertahankan tradisi ini di tengah perubahan zaman. Lebih lanjut, penelitian ini memperkaya wacana dalam fenomenologi dan antropologi budaya dengan menggambarkan pengalaman manusia dalam latar budaya dan spiritual yang kaya nuansa.

Kata Kunci

Tradisi Tolak Bala, Kearifan Lokal, Mitigasi Bencana, Mandailing Natal, Ketahanan Masyarakat

Penulis

Rayendriani Fahmei Lubis – Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan, Indonesia

Idris Saleh – Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan, Indonesia

DOI

doi

Daftar Pustaka

  • “Advice for the Public on COVID-19 – World Health Organization.” Diakses 17 Februari 2024.
  • Aisyah, Siti Nur. “Tradisi Ritual Tolak Bala Bulan Safar Masyarakat Jawa Di Pematang Muawan, Rokan Hilir, Riau.” As-Syar’i: Jurnal Bimbingan & Konseling Keluarga 5, no. 3 (8 September 2023): 1063–78. doi:10.47467/as.v5i3.5100.
  • Amalia, Putri, dan Abdul Rahman Hi Abdul Qayyum. “Analisis ‘Urf Terhadap Tradisi Naung Ri Ere Sebagai Kepercayaan Tolak Bala Pasca Pernikahan:” Shautuna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbandingan Mazhab, 31 Januari 2023, 149–62. doi:10.24252/shautuna.30264.
  • Apjan, Syarifah Sajila. “Tolak Bala: A Relation Between Islam and Tradition.” Millati: Journal of Islamic Studies and Humanities 4, no. 1 (15 Juni 2019): 87–98. doi:10.18326/mlt.v4i1.87-98.
  • Ardinsyah. Wawancara dengan Bapak Ardinsyah selaku Kepala Desa, Agustus 2023.
  • Arikunto, Suharsimi. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta, 2010.
  • Asdlori, Asdlori. “Phenomenological Approaches In Religious Studies.” International Journal of Scientific Research and Management (IJSRM) 11, no. 06 (10 Juni 2023): 1404–9. doi:10.18535/ijsrm/v11i0601.
  • Azwar, Saifuddin. Metodologi Penelitian. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2000.
  • Bell, Catherine. “Discourse and Dichotomies: The Structure of Ritual Theory.” Religion, 1 April 1987.
  • Bennett, Karen. “Translation and the Desacralization of the Western World: From Performativity to Representation.” Alif: Journal of Comparative Poetics, no. 38 (Januari 2018): 91–120.
  • Campo, Juan Eduardo. “Authority, Ritual, and Spatial Order in Islam: The Pilgrimage to Mecca.” Journal of Ritual Studies 5, no. 1 (1991): 65–91.
  • Cuțaru, Caius. “Desacralization and Resacralization in Mircea Eliade’s Vision.” Teologia 69, no. 4 (2016): 11–27.
  • Dafirah, Dafirah, Pammuda Pammuda, Bahar Akkase Teng, dan Esti Pertiwiningsih. “Songka Bala: Reflection of the Tenth Muharram Tradition for the Tenro Community,” 39–46. Atlantis Press, 2018.
  • Darsan. Wawancara dengan Bapak Darsan selaku KAUR Pembangunan Desa Pardamean Baru, Agustus 2021.
  • Duca, Federica, dan Sarah Meny-Gibert. State–Society Relations around the World through the Lens of the COVID-19 Pandemic: Rapid Test. Taylor & Francis, 2023.
  • Dzulkifli, Mohammad. “Konsistensi Tradisi Tahlilan Dan Kenduri Di Kampung Sapen Perspektif Fenomenologi Agama.” Empirisma: Jurnal Pemikiran Dan Kebudayaan Islam 30, no. 1 (2021): 31–41. doi:10.30762/empirisma.v30i1.419.
  • Emzir. Metode Penelitian Pendidikan : Kuantitatif dan Kualitatif. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2011.
  • Fakhriati, Fakhriati, Daratullaila Nasri, Mu’jizah Mu’jizah, Yeni Mulyani Supriatin, Asep Supriadi, Musfeptial Musfeptial, dan Kustini Kustini. “Making Peace with Disaster: A Study of Earthquake Disaster Communication through Manuscripts and Oral Traditions.” Progress in Disaster Science 18 (April 2023): 100287. doi:10.1016/j.2023.100287.
  • Fallding, Harold. “Secularization and the Sacred and Profane.” The Sociological Quarterly, 1 Juni 1967.
  • Fatmawati, dan Jagad Aditya Dewantara. “Social Resilience of Indigenous Community on the Border: Belief and Confidence in Anticipating the Spread of COVID-19 through the Besamsam Custom in the Dayak Community.” Journal of Community & Applied Social Psychology 32, no. 6 (2022): 1216–33. doi:10.1002/casp.2611.
  • Fauziah, Balqis, dan Rae Chalista. “The Revival of Indigenous Identity in Indonesia.” Juris Gentium Law Review 6, no. 2 (t.t.): 1–3.
  • Fitriasari, Ersa Tri. “The Functions of Social Capital and Local Wisdom in Handling Covid-19 Pandemic in West Kalimantan.” International Journal of Science and Society 4, no. 4 (14 November 2022): 278–88. doi:10.54783/ijsoc.v4i4.573.
  • Fitrisia, Azmi. “Upacara ‘Tolak Bala’ Refleksi Kearifan Lokal Masyarakat Nelayan Kenagarian Painan Kabupaten Pesisir Selatan Provinsi Sumatera Barat Terhadap Laut.” Humanus: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Humaniora 13, no. 1 (30 Juni 2014): 51–58.
  • Hanik, Umi, dan Nur Kahmidah. Ekoteologi Masyarakat Lombok dalam Tradisi Bau Nyale. Malang: CV. Literasi Nusantara Abadi, 2022.
  • Hasan, Nor, Muhammad Taufiq, Abd Hannan, dan Muhammad Iqbal Ghafiri Enhas. “Tradition, Social Values, and Fiqh of Civilization: Examining the Nyadran Ritual in Nganjuk, East Java, Indonesia.” Samarah: Jurnal Hukum Keluarga Dan Hukum Islam 7, no. 3 (16 November 2023): 1778–1802. doi:10.22373/sjhk.v7i3.20578.
  • Huda, M. Dimyati, dan Purwadi. “Menyingkap Kearifan Spiritual: Analisis Ritual Nyadran Di Makam Raja Mataram Kotagede Dengan Pendekatan Teologis.” Empirisma: Jurnal Pemikiran Dan Kebudayaan Islam 33, no. 1 (2024): 1–18. doi:10.30762/empirisma.v33i1.1275.
  • Imanda, Rahmat, Zulheldi Zulheldi, Widia Fithri, dan Edriagus Saputra. “Tradisi Tolak Bala Sebelum Tanam Padi Pada Masyarakat Desa Simaroken Kabupaten Pasaman (Kajian Living Al-Qur’an).” Hikmah 18, no. 1 (16 Agustus 2021): 41–53. doi:10.53802/hikmah.v18i1.104.
  • Iteanu, André. “Sacred and profane revisited.” Ethnos 55, no. 3–4 (1 Januari 1990): 169–83. doi:10.1080/00141844.1990.9981412.
  • Kamiruddin, Kamiruddin. “Fungsi Sosiologis Agama (Studi Profan Dan Sakral Menurut Emile Durkheim).” TOLERANSI: Media Ilmiah Komunikasi Umat Beragama 3, no. 2 (8 Desember 2011): 157–76. doi:10.24014/trs.v3i2.1060.
  • Kartolo, Rahmat, Sutikno Sutikno, Rahmadi Ali, dan Harianto Ii. “Changes of The Function of The New Meaning of Ritual Reject Bala Malay Serdang.” MIMBAR : Jurnal Sosial Dan Pembangunan, no. 0 (31 Desember 2022): 335–40. doi:10.29313/mimbar.v0i0.9890.
  • Lofland, John. “Styles of Reporting Qualitative Field Research.” The American Sociologist 9, no. 3 (1974): 101–11.
  • LoisChoFeer, Addrianus Josef, dan Diaz Restu Darmawan. “Tradisi Tolak Bala Sebagai Adaptasi Masyarakat Dayak Desa Umin Dalam Menghadapi Pandemi Di Kabupaten Sintang.” Habitus: Jurnal Pendidikan, Sosiologi, & Antropologi 5, no. 1 (31 Juli 2021): 53–68. doi:10.20961/habitus.v5i1.53723.
  • Maarif, Samsul. “Human (Relational) Dignity: Perspectives of Followers of Indigenous Religions of Indonesia.” Religions 14, no. 7 (Juli 2023): 848. doi:10.3390/rel14070848.
  • Manan, Abdul, Kamarullah, Rahmad Syah Putra, Saprizal, Cut Intan Salasiyah, dan Muhammad Arif Fadhilah. “Tulak Bala as an Outbreak Prevention Within Sharia-Based Community,” 145–50. Atlantis Press, 2021. doi:10.2991/assehr.k.210909.034.
  • Martini, Sri. “Tradisi Bersih Desa Putukrejo Nganjuk Jawa Timur melalui Kearifan Lokal Wayang Timplong.” Jurnal Spatial Wahana Komunikasi dan Informasi Geografi 23, no. 2 (30 Maret 2023): 9–19. doi:10.21009/spatial.232.02.
  • Mulyadi, Achmad. “Memaknai Praktik Tradisi Ritual Masyarakat Muslim Sumenep.” Endogami: Jurnal Ilmiah Kajian Antropologi 1, no. 2 (8 Juni 2018): 124–35.
  • Muslim, Ahmad Shobiri, dan Saiful Mujab. “KEARIFAN LOKAL DAN PERAN ELIT AGAMA DALAM MERAWAT TOLERANSI ANTAR UMAT BERAGAMA DI AKAR RUMPUT.” Empirisma: Jurnal Pemikiran Dan Kebudayaan Islam 28, no. 1 (2019): 31–40. doi:10.30762/empirisma.v28i1.135.
  • Ningsih, A. S. Retno, Yunus Winoto, dan Elnovani Lusiana. “Keterkaitan Ritual Tolak Bala (Ghatib beghanyut) dengan Pelestarian Nilai-nilai Keagamaan.” Tamaddun: Jurnal Kebudayaan dan Sastra Islam 23, no. 1 (13 Juli 2023): 69–77. doi:10.19109/tamaddun.v23i1.17015.
  • Nur, Nurhasanah, dan Muhammad Syahran Jailani. “Tradisi Ritual Bepapai Suku Banjar: Mandi Tolak Bala Calon Pengantin Suku Banjar Kuala-Tungkal Provinsi Jambi, Indonesia.” Khazanah: Jurnal Studi Islam Dan Humaniora 18, no. 2 (31 Desember 2020): 287–308. doi:10.18592/khazanah.v18i2.3920.
  • Nurhikmah, Nurhikmah, Nurhidayat Muhammad Said, Abdul Malik, dan Muhammad Taufiq Syam. “Adaptasi Dakwah Dalam Tradisi Tolak Bala Masyarakat Kota Parepare (Adaptation of Da’wah in the Tradition of Tolak Bala in the Community of Parepare City).” Jurnal Dakwah Risalah 32, no. 1 (11 Juli 2021): 20–39. doi:10.24014/jdr.v32i1.12857.
  • Pabst, Adrian. “Chapter 7. The Paradox of Faith: Religion beyond Secularization and Desecularization.” Dalam Chapter 7. The Paradox of Faith: Religion beyond Secularization and Desecularization, 157–82. New York University Press, 2011. doi:10.18574/nyu/9780814772805.003.0008.
  • Panjaitan, Lopiana Margaretha, dan Dadang Sundawa. “Pelestarian Nilai-Nilai Civic Culture dalam Memperkuat Identitas Budaya Masyarakat: Makna Simbolik Ulos dalam Pelaksanaan Perkawinan Masyarakat Batak Toba di Sitorang.” Journal of Urban Society’s Arts 3, no. 2 (31 Oktober 2016): 64–72. doi:10.24821/jousa.v3i2.1481.
  • Picard, Michel, dan Rémy Madinier. The Politics of Religion in Indonesia: Syncretism, Orthodoxy, and Religious Contention in Java and Bali. Routledge, 2011.
  • Pratama, Aji, Wirman Wirman, dan Ryandi Ryandi. “Korelasi Kearifan Lokal Dengan Kepercayaan Lokal Terhadap Tolak Bala Di Paluta.” YASIN 3, no. 6 (26 September 2023): 1358–69. doi:10.58578/yasin.v3i6.1842.
  • Priambadi, Kabul, dan Abraham Nurcahyo. “Tradisi Jamasan Pusaka Di Desa Baosan Kidul Kabupaten Ponorogo (Kajian Nilai Budaya Dan Sumber Pembelajaran Sejarah).” AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA 8, no. 2 (20 Juli 2018): 211–20. doi:10.25273/ajsp.v8i2.2678.
  • Rasyid, Arbanur, Rayendriani Fahmei Lubis, Muhammad Wandisyah R. Hutagalung, Maulana Arafat Lubis, Mohd Roslan Mohd Nor, dan Afifah Vinandita. “Local Wisdom Recognition in Inter-Ethnic Religious Conflict Resolution in Indonesia from Islah Perspective.” JURIS (Jurnal Ilmiah Syariah) 22, no. 1 (13 Juni 2023): 13–26. doi:10.31958/juris.v22i1.8432.
  • Saputra, Heru S. P., Titik Maslikatin, dan Edy Hariyadi. “Ritual Discourse: Local Wisdom In The Traditional Literature Of Using Ethnic Group In Indonesia.” Proceeding of The International Conference on Literature 1, no. 1 (2019): 850–58. doi:10.24815/.v1i1.14827.
  • Saputra, Teuku Amnar, dan Zuriah Zuriah. “Tulak Bala sebagai Tradisi Masyarakat Aceh dalam Menghadapi Virus Corona.” JURNAL AL-IJTIMAIYYAH 6, no. 2 (30 Desember 2020): 1–16. doi:10.22373/al-ijtimaiyyah.v6i2.7079.
  • Setiadi, Elly M., Kama Abdul Hakam, dan Ridwan Effendi. Ilmu Sosial & Budaya Dasar. Jakarta: Kencana, 2017.
  • Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta, 2013.
  • Sulaeman, Mubaidi. “Mistisisme Jalal Al-Din Al-Rumi Dalam Perspektif Annemarie Schimmel.” Jurnal Ilmiah Spiritualis: Jurnal Pemikiran Islam Dan Tasawuf 5, no. 2 (2019): 153–81. doi:10.53429/spiritualis.v5i2.66.
  • Sulaiman, Mubaidi. “Integrasi Antara Agama, Filsafat dan Seni Dalam Ajaran Tari Tradisional di Lembaga Seni dan Budaya Lung Ayu Kabupaten Jombang.” PhD Thesis, IAIN Kediri, 2013.
  • Sulistyowati, Mulia. “Mitos Dan Nilai Local Wisdom (Kearifan Lokal) Tradisi Larung Sesaji Sebagai Tolak Bala Di Kawah Gunung Kelud Desa Sugih Waras Kabupaten Kediri.” Prosiding Seminar Nasional Dan Call For Paper Peranan Psikologi Bencana Dalam Mengurangi Risiko Bencana, 9 Agustus 2018, 41–48.
  • Suyoto, Suyoto, dan Aris Setiawan. “The Meaning of Gendhing Kodhok Ngorek in the Panggih Procession of a Traditional Javanese Wedding Ceremony.” Journal of Urban Society’s Arts 10, no. 1 (21 Agustus 2023): 53–62. doi:10.24821/jousa.v10i1.8472.
  • Wawancara dengan Ibu Kepala Desa Pardamean Baru, Agustus 2023.
  • Wawancara dengan Bapak Azhari selaku Tokoh Agama, Agustus 2023.
  • Wawancara dengan Bapak Darsan Selaku KAUR Pembangunan Desa Pardamean Baru, Agustus 2023.
  • Wawancara dengan Bapak Majran Situmeang selaku masyarakat Desa Pardamean Baru, Agustus 2023.
  • Wawancara dengan Ibu Kulma Fatima selaku masyarakat desa, Agustus 2023.
  • Wawancara dengan Riki sebagai Naposo Nauli Bulung desa Pardamean Baru, Agustus 2023.
  • Wulandari, Tantri. “Agama: Antara Yang Sakral, Yang Profan Dan Fenomena Desakralisasi.” Refleksi Jurnal Filsafat Dan Pemikiran Islam 14, no. 2 (1 Juli 2014): 165–77. doi:10.14421/ref.v14i2.1106.
  • Yusuf, M., dan Abd Basyid. “Tradisi ‘Mbeleh Wedhus Kendhit’ Sebagai Sarana Tolak Balak Di Masa Pandemi Covid-19.” Sosial Budaya 17, no. 2 (31 Desember 2020): 149–59. doi:10.24014/sb.v17i2.11272.
  • Zahrah, Fatimah al. “Pemaknaan Simbol-Simbol Dalam Tahlilan Pada Tradisi Satu Suro Di Makam Raja-Raja Mataram Kotagede-Yogyakarta.” Al-Tadabbur 6, no. 2 (2020): 265–77.
  • Zeidler, James A. “Modeling cultural responses to volcanic disaster in the ancient Jama–Coaque tradition, coastal Ecuador: A case study in cultural collapse and social resilience.” Quaternary International, Volcanic Activity and Human Society, 394 (11 Februari 2016): 79–97. doi:10.1016/j.2015.09.011.
tradisi sabung ayam

▲ Kembali ke atas

Platform Lainnya

radar hoki slot

hippodrome casino dress code

gacor situs

tiktaktogel slot

Berita Piala Dunia

betting website offers

PIALA123

bonus rollingan slot

babeh188 slot login rtp

Jika Anda memiliki pertanyaan, silakan kirim email ke [email protected]

▲ Kembali ke atas