LANUD ABDUL RACHMAN SALEH (ABD)
australian online casino reviews
Profil Lanud Abdulrachman Saleh
Pangkalan TNI Angkatan Udara Abdulrachman Saleh adalah satuan pelaksana Koopsau II, bertugas menyiapkan dan melaksanakan pembinaan serta mengoperasikan satuan-satuan di jajarannya, melaksanakan pembinaan potensi dirgantara, dan menyelenggarakan dukungan operasi bagi satuan-satuan dalam rangka melaksanakan tugas operasi udara.
Tugas Pokok
- Menyelenggarakan pembinaan dan penyiapan satuan dalam jajarannya.
- Mengumpulkan dan merekam data yang berguna untuk menyempurnakan taktik dan teknik dalam operasi dan latihan.
- Melaksanakan pembekalan dan pengadaan materiil bagi satuan jajarannya.
- Menyelenggarakan pemeliharaan alutsista sampai tingkat sedang.
- Menyelenggarakan pembinaan potensi Dirgantara.
- Menyelenggarakan pemeliharaan sarana dan prasarana serta fasilitas pendukung yang menjadi tanggung jawabnya.
- Mengadakan koordinasi dengan badan-badan dan instansi terkait di dalam dan di luar Lanud.
Visi
Membentuk suatu pangkalan operasi yang senantiasa siap operasional serta dapat melaksanakan tugas operasi dan latihan dengan melibatkan alutsista pesawat serta awak pesawat secara optimal dan mandiri, didukung oleh fasilitas sarana dan prasarana yang lengkap, serta mampu mengoptimalkan potensi dirgantara yang ada.
Misi
Bidang Operasi dan Latihan
- Melaksanakan seluruh tugas operasi dan latihan yang dibebankan kepada Lanud Abd Saleh secara optimal dalam rangka mendukung tugas Koopsau II.
- Melaksanakan evaluasi terhadap seluruh pelaksanaan tugas operasi maupun latihan untuk penyempurnaan taktik maupun teknik operasi satuan.
- Pengawasan terhadap pembinaan dan pelaksanaan program-program dan latihan kualifikasi awak pesawat secara bertahap, bertingkat, berlanjut, dan berkesinambungan dalam rangka mencapai profesionalisme awak pesawat sesuai yang diharapkan.
- Membentuk kelompok kerja untuk meninjau dan menelaah piranti lunak yang ada untuk disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang dihadapi.
- Melaksanakan latihan bersama antar satuan jajaran maupun dengan satuan lain untuk meningkatkan profesionalisme.
Bidang Personil
- Tercapainya pengawakan organisasi yang proporsional sesuai dengan struktur organisasi dalam POP Lanud Abdulrachman Saleh.
- Pembinaan personel yang berkaitan dengan job description sesuai struktur organisasi tugas.
- Memberikan telaah dan kajian kepada satuan atas tentang struktur organisasi dan pengawakannya demi tercapainya efektivitas dan efisiensi dalam pelaksanaan tugas.
- Memberikan pembekalan dan pengetahuan terhadap seluruh personel sebagai bekal untuk mengikuti pendidikan lanjutan.
- Memberikan kesempatan yang sama terhadap seluruh personel untuk mengikuti pendidikan di dalam maupun di luar negeri guna meningkatkan pengetahuan dan kemampuan untuk mencapai tingkat profesionalisme yang diinginkan.
- Melaksanakan kegiatan pelayanan administrasi personel maupun perawatan personel secara optimal terhadap seluruh prajurit/PNS Lanud Abd Saleh.
- Melaksanakan pembinaan mental maupun kesamaptaan jasmani seluruh personel Lanud Abd Saleh untuk mencapai tingkat yang diharapkan.
Bidang Logistik
- Melaksanakan pemeliharaan matsista, fasilitas, sarana, dan prasarana yang sudah ada.
- Memperbaiki dan menambah/membangun fasilitas serta sarana prasarana yang diperlukan.
Sejarah
Pangkalan TNI AU Abdulrachman Saleh sebelumnya adalah Pangkalan Udara Bugis yang dibangun oleh pemerintah kolonial Belanda sekitar tahun 1930, bersamaan dengan pendirian pangkalan udara lain seperti Maospati di Madiun, Panasan di Solo, Maguo di Yogyakarta, dan lainnya. Letaknya 17 km di sebelah timur kota Malang.
Pada masa Jepang, Pangkalan Udara Bugis digunakan oleh Angkatan Darat Jepang (Rikugun) sebagai tempat persediaan barang keperluan militer. Setelah Jepang kalah perang, pangkalan dikuasai dan dihidupkan kembali kegiatan penerbangan dengan memperbaiki pesawat-pesawat peninggalan Jepang, serta melakukan penertiban organisasi dan mendidik kader baru dengan merintis Sekolah Radio Udara (SRU) dan Sekolah Militer Udara (SMO).
Berdasarkan ketetapan pemerintah nomor 6/SD/1946 tanggal 9 April 1946, organisasi TNI Angkatan Udara disahkan, dan kedudukan TNI AU disejajarkan dengan angkatan lain. Pimpinan Markas Tertinggi TNI AU di Yogyakarta menetapkan Komodor Prof. Dr. Abdulrachman Saleh sebagai Komandan Pangkalan Udara Bugis merangkap Komandan Pangkalan Udara Maospati Madiun. Serah terima dilaksanakan pada 9 April 1946 di Markas TRI Udara Jalan Dempo Malang, disaksikan utusan Divisi VIII Letnan Kolonel Soekotjo.
Selama lebih kurang 4 bulan di bawah pimpinan Komodor Prof. Dr. Abdulrachman Saleh, Pangkalan Udara Bugis mengalami kemajuan. Namun, dengan adanya agresi militer Belanda pada 21 Juli 1947, kota Malang dan Pangkalan Udara Bugis diduduki pasukan Belanda pada clash pertama dan kedua.
Setelah agresi berakhir dan kedaulatan diakui, berdasarkan perjanjian Konferensi Meja Bundar, serah terima wewenang pangkalan dilakukan secara bertahap. Pangkalan Udara Bugis diserahkan pada 17 April 1950 dari Leutenant Bakker (Komandan Pangkalan Udara Bugis, mewakili Angkatan Udara Kerajaan Belanda) kepada Opsir Muda Udara II Soewarna (mewakili Angkatan Udara Republik Indonesia).
Komodor Prof. Dr. Abdulrachman Saleh gugur pada 29 Juli 1947 dalam misi kemanusiaan karena pesawat Dakota VT-CLA yang ditumpanginya ditembak jatuh oleh pesawat Belanda. Atas jasa-jasanya, pimpinan TNI AU menetapkan untuk mengabadikan namanya menggantikan nama Pangkalan Udara Bugis, diresmikan pada 17 Agustus 1952.
Profil Komandan
Marsekal Pertama TNI Reza Ranesa Rasyid Sastranegara, S., M., MNSS., lahir di Jakarta pada 26 September 1973. Dilantik menjadi Letnan Dua pada 19 Desember 1996. Mengikuti pendidikan Sekolah Penerbang LVI dan diwisuda sebagai Penerbang pada tahun 1998, Instructional Technique/Training Development Course Australia (2003), IMAA Course (2004), Sekkau (2005), Sekolah Instruktur Penerbang (SIP) TNI AU dan Suspalambangja (2007), UN Military Observer Course (UNMOC) (2008), Sesko Angkatan di Singapura (2010), Sesko TNI (2019), dan Australian Defence and Strategic Study Course (Lemhanas) di Australia (2024). Pada 29 April 2025 dilantik menjadi Komandan Lanud Abdulrachman Saleh.
Struktur Organisasi
Lanud Abdulrachman Saleh merupakan Pangkalan TNI AU tipe A yang dipimpin oleh seorang Komandan Pangkalan berbintang satu (Marsekal Pertama TNI). Komandan Lanud dibantu oleh Staf Pelaksana yaitu Dinas Personel, Dinas Operasi, dan Dinas Logistik, serta Staf Khusus Komandan meliputi Ruops, Intelpam, Progar, Pekas, Pengadaan, GPL, Hukum, Senkom, Sekretariat, dan Pentak. Komandan Lanud juga membawahi Satuan Tingkat Pelaksana yaitu Wing 2 Lanud yang mencakup Skadron Udara 32 (pesawat angkut C-130 Hercules), Skadron Udara 4 (pesawat angkut sedang Cassa 212), dan Skadron Udara 21 (pesawat tempur taktis OV-10 Bronco, digroundkan). Selain itu, terdapat Satuan Polisi Militer, Skadron Teknik 022, dan Rumah Sakit.
Platform Lainnya
Berita Piala Dunia
Jika Anda memiliki pertanyaan, silakan kirim email ke [email protected]