Hidangan Khas Nusantara di Kompleks Judi Online di Kamboja
napoleon sports & casino revenue
Hidangan Khas Nusantara di Kompleks Judi Online di Kamboja
Jakarta - Kawasan sekitar gedung Trimulia Soho di Kota Sihanoukville, Provinsi Preah Sihanouk, Kamboja dipenuhi oleh ratusan pemuda asal Indonesia yang bekerja di perusahaan situs judi online. Bukan hanya pekerja Indonesia, kompleks perkantoran itu juga dipenuhi oleh rumah makan yang menyajikan berbagai sajian khas Nusantara.
Seorang warga negara Indonesia bernama Teddy–bukan nama sebenarnya–mengatakan bahwa dia pernah bekerja di situs judi online yang berkantor di Trimulia.
Rumah makan yang berjejer di Kompleks Trimulia antara lain menawarkan hidangan pecel ayam, soto ayam, mi Aceh, bakso, hingga cilok. Di dekat elevator lantai dasar bahkan tertempel pengumuman berbahasa Indonesia yang memberi tahu para pekerja agar menukar kartu identitas jika belum memiliki akses ke gedung.
Bekas losmen tempat tinggal Teddy, berada sekitar 3 kilometer dari Trimulia, juga sudah seperti permukiman orang Indonesia. Ada rumah makan Padang dan jajanan khas kampung-kampung di Nusantara.
Adapun Teddy, sejak 2023, bertugas sebagai spesialis optimisasi mesin pencari (SEO) di perusahaan situs judi online. Ia bertanggung jawab untuk memastikan situs judinya selalu berada di peringkat atas mesin pencarian Google. Tugas lain adalah menyiapkan nama domain situs cadangan jika Kementerian Komunikasi dan Digital Indonesia membekukannya.
"Makanya situs web judol enggak akan bisa disetop,"tuturnya.
Seorang pria asal Bekasi, Jawa Barat, sudah setahun bekerja di situs judi online yang berkantor di kompleks Kompong Dewa, Sihanoukville, Provinsi Preah Sihanouk, Kamboja. Di tempat itu, dia ditempatkan sebagai pemasaran hubungan pelanggan pada sebuah perusahaan judi online yang mengelola belasan situs. Untuk pekerjaannya itu, dia mendapat imbalan Rp 18 juta per bulan. Adapun dua wanita asal Manado yang juga bertugas di bagian pemasaran, memiliki gaji Rp 10 juta per bulan.
"Karena masih baru,"ujar perempuan itu.
Kompong Dewa terasa lebih eksklusif dibanding Trimulia. Sementara Trimulia berada di kawasan perkotaan, kompleks Kompong Dewa dikelilingi lahan kosong. Orang asing dilarang masuk tanpa kartu anggota. Di dalamnya terdapat hotel dan apartemen. Upaya memesan kamar di sana ditolak karena mereka tak mau menerima tamu yang bukan anggota klub Kompong Dewa. Kasino juga hanya mengizinkan anggota terdaftar yang bermain judi.
Tak hanya itu, di kawasan Kompong Dewa juga banyak pelat mobil anyar yang dibubuhi kode menggunakan bahasa Indonesia. Di antaranya bertuliskan "Tim Kuda", "Hoki", "Pasukan", hingga "Keluarga". Nama-nama itu mirip dengan nama situs judi online yang belakangan membanjiri Tanah Air.
Platform Lainnya
pemasangan bet pramuka sma putri
Berita Piala Dunia
Jika Anda memiliki pertanyaan, silakan kirim email ke [email protected]