Konservasi Tanah Mendukung Pertanian Organik untuk Peningkatan Produktivitas Lahan

ug bet 88

gacor899 slot login

slot gacor hari ini dadu13

nz slot login

Abstrak

Pupuk organik seperti kompos dan pupuk kandang saat ini digunakan oleh petani untuk meningkatkan produktivitas tanah. Pengembangan usaha peternakan memiliki prospek yang cukup baik sebagai alternatif pengadaan pupuk kandang yang kaya, seperti kotoran sapi, kambing, dan ayam. Pengadaan pupuk organik dalam jumlah yang cukup untuk memenuhi semua kebutuhan tanaman pangan sulit direalisasikan, tetapi hal ini mendesak jika produksi pangan diharapkan mencapai tingkat optimal.

Pembangunan pertanian melalui teknik konservasi dengan mengintegrasikan peternakan dan tanaman (crop-livestock) serta penggunaan tanaman kacang-kacangan dalam bentuk tanaman lorong (alley cropping) dan tanaman penutup tanah (cover crop) sebagai pupuk hijau dan kompos harus didorong dan diintensifkan.

Kata kunci: Bahan organik, peningkatan produktivitas lahan

DOI

10.25181/prosemnas.v0i0.461

Referensi

  1. Juarshah, I: Konservasi Tanah Mendukung Pertanian Organik Untuk Peningkatan Produktivitas Lahan … Prosiding Seminar Nasional Pengembangan Teknologi Pertanian V Polinela 2016 67
  2. Sri Adiningsih,J. dan I.G.P. Wigena, Sri Rochayati, Wiwik Hartatik dan Desire,S. 1987.a. Penelitian Efisiensi Pemupukan di Kuamang Kuning Jambi. Hal 41-72. Dalam Penelitian Pola Usahatani Terpadu di Daerah Transmigrasi Jambi, Pusat Penelitian Tanah, Badan Litbang Pertanian
  3. Sudjadi, M. 1984. Masalah kesuburan tanah Ultisols dan kemungkinan pemecahannya. Hal. 3-10 dalam Prosiding Pertemuan Teknis Penelitian Pola Usahatani Menunjang Transmigrasi, Cisarua, Bogor 27 - Februari 1984. Departemen Pertanian, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.
  4. Suwardjo, H., A. Abdurachman, and S. Abujamin. 1989. The use of crop residue mulch to minimize tillage frequency. Pembrit. Penel. Tanah dan Pupuk 8: 31-37
  5. Setyorini, D., R. Saraswati, dan E.K. Anwar. 2006. Kompos. Dalam Pupuk Organik dan Pupuk Hayati. BBSDLP. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian pp 11-40
  6. Tala’ohu.S.H, A. Abdurachman, dan H. Suwardjo, 1992. Pengaruh teras bangku, gulud, slot mulsa Flemingia dan strip rumput terhadap erosi, hasil tanaman dan ketahanan tanah tropudult di Sitiung, hlm 79-89 dalam Pros. Pertemuan Teknis Penelitian Tanah. Bid. Konservasi Tanah dan Air, 22-24 Agustus Puslitbangtanak, Bogor.
  7. Wade, M.K., D.W. Gill.H. Subagio,M. Sudjadi, and Sanhes. 1986. Overcoming soil fertility constrains in a transmigration areaof Indonesia. Trop Soil Bulleti No.88-.101 North Carolin State Univ. Raleigh
  8. Duxbury, J.M. Smith, S Doran, J.W. 1989. Soil organic matter as a source and sink of plant nutriens. In Coleman, D.C., Oades, J.M., and Uehara,G (eds) Dynamic of soil organic matter in tropical ecosystem Honolulu, Hawaii : University of Hawaii Prees.
  9. Erfandi.,D. Mahmudin Nur, dan Tstoro, 1988. Perbaikan Lingkungan sifat-sifat fisik tanah dengan strip vetiver dan residu pupuk kandang. Pros. Pertemuan Pembahasan dan Komunikasi Hasil Penelitian Tanah dan Agroklimat. Bid. Fisika dan Konservasi Tanah.
  10. Erfandi, D. dan S. Widati. 2008. Dekomposisi Bahan Organik dan Kondisi Sifat Fisik Tanah dalam Upaya Mengatasi Degradasi Lahan. Pros. Seminar dan Kongres Nas. MKTI VI. Pp. 561-572.
  11. Hafif, B Santoso S. Adiningsih dan Suwardjo, 1992. Evaluasi cara pengelolaan tanah untuk reklamasi dan konservasi lahan terdegradasi. Pemberitaan Penelitian Tanah dan Pupuk No. 11 hlm 7-12
  12. Harris, W.L.G Chester, and D.N Allen. 1974. Ryname at Soil Agregation Adv Agron 18: 107-179
  13. Haryati,U., Mn, dan Suwardjo, 1992. Evaluasi beberapa model teras pada Latosol Gunasari DAS Citanduy dalam Pros. Pertemuan Teknis Penelitian Tanah. Bidang Konservasi Tanah dan Air, 22-24 September 1989. Puslitbangtanak, Bogor. pp 187-195.S.
  14. Hue, N.V., Craddock, G., and Adam, F. 1986. Effect of organic acids on aluminum toxicities in subsoil. Soil Science Sosiety of Amirica J. 50 :28-34.
  15. Kertanegoro, B.D. 1981. Bahan organik sebagai komponen fase padat. Dalam Notohadiputro A.S (Eds). Pengantar Ilmu Tanah, Departemen Ilmu Tanah,FakultasPertanian Universiytas Gajah Mada, Yogyakarta.
  16. Parton, W.J D.S Schmid, C.V Call, and D.S. Ojima.1987. Analysis of factor controlling soil organic matter levels in great plain grass land. Soil land. Soil Soc.J. 51:1173-1179
  17. Lukman Hakim, H.S. dan Djoko Santoso. 1980. Usaha Peningkatan Bahan organik melalui pengelolaan pola tanam tanaman pangan dan pupuk hijau. Prosiding Pertemuan Teknis, Pusat Penelitian Tanah Bogor.
  18. Rachman, A., A. Dariah, dan D. Santoso. 2006. Pupuk Hijau. Dalam Pupuk Organik dan Pupuk Hayati. Hlm -57. Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian. Balai Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Risalah Diskusi ilmiah Hasil Penelitian Pertanian Lahan kering dan Konservasi di daerah Aliran Sungai, Malang 1-3 Maret 1988. P3HTA. Badan Litbang Pertanian.
  19. Rawls, 1982. Estimating Soil bulk density from particle Size analysis and organic matter content. J. Sci -125 (eds).
  20. Rahman, A..H. Suwardjo, L dan H. Sembiring 1989. Efisiensi teras bangku dan teras gulud dalam pengedalian erosi. Dalm risalah Diskusi Ilmiah Hasil Penelitian Pertanian Lahan Kering dan Konservasi Tanah di Daerah Aliran Sungai. Batu ( Malang) 1-3 Maret 1989. P3HTA, Badan Litbang Pertanian.
  21. Santoso, D., J. Purnomo, I G. P. Wigena, dan E. Tuherkih. 1994. Teknologi konservasi vegetatif. Olah Tanah Konservasi. dalam Konservasi Tanah pada Lahan Kering Berlereng. Puslittanak. Badan Litbang Pertanian. pp 77-108
  22. Sohn, J.B. and M. Peech. 1958. Retention and fixation of ammonia by soil. Soil Sci. 85: 1-9
  23. Sri Adiningsih, J. 1992. Peranan efisiensi penggunaan pupuk untuk melestarikan swasembada pangan. Orasi Pengukuhan Ahli Peneliti Utama. Pusat Penelitian Tanah dan Agroklimat, Bogor.
  24. Abdurachman A., I. Juarsah, dan U. Kurnia. 2000. Pengaruh penggunaan berbagai jenis dan takaran pupuk kandang terhadap produktivitas tanah Ultisols terdegradasi di Desa Batin, Jambi. dalam Pros. Seminar Nasional Sumber Daya Tanah, Iklim, dan Pupuk. Buku II. Bogor, 6-8 des. 1999. Puslittanak. pp. 303- Lingkungan. Puslitbangtanak. Bogor. pp. 147-182.
  25. Adam, W.A, 1973. The effect of organic mattern the bulk and the true densities of some incluvated Podsolic Soil. J, Sci 24 :10-7.
  26. Adiningsih, S.J. dan I.G.P. Wigena, S. Rochayati, W. Hartatik dan S. Desire. 1985. Penelitian Efesiensi Pemupukan di Kuamang Kuning Jambi. Hal 41-72. Dalam Penelitian Pola Usahatani Terpadu di Daerah Transmigrasi Jambi, Pusat Penelitian Tanah, Badan Litbang Pertanian.
  27. Agus, F. 2000. Kontribusi bahan organik untyk meningkatkan produksi pangan pada lahan kering bereaksi masam. hlm 87-104 dalam Pros. Seminar Nasional Sumber Daya Lahan. Buku III. Cisarua-Bogor, 9- Februari 1999. Pusat Penelitian Tanah dan Agroklimat.
  28. Brady, N.C. 1974. The Nature and Properties of Soil 8 th ed. Mac Millan Publishing Co. Technical Notes 5 : -29.
  29. D.A. Suriadikarta, T. Prihatini, d Setyorini, dan W. Hartatik ( 2005). Teknologi Pengelolaan Bahan Organik Tanah, Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanah dan Agroklimat, Badan Litbang Pertanian, Departemen Pertanian.
granger slot

▲ Kembali ke atas

Platform Lainnya

golden pig slot machine

las vegas casino rooms

nos89 slot

AAA4D

Berita Piala Dunia

dabo gaming slot login

what are slotting fees

infinity slots real money

mega777 slot

Jika Anda memiliki pertanyaan, silakan kirim email ke [email protected]

▲ Kembali ke atas