Poster Kampanye Anti Bullying SDN 005 Pulau Burung
Pendahuluan
SDN 005 Pulau Burung merupakan salah satu sekolah yang terletak di bagian Utara Kabupaten Indragiri Hilir yang berbatasan langsung dengan kabupaten Kundur (kepulauan Riau) dan Kabupaten Pelalawan. Lokasi sekolah ini terletak di ibu kota kecamatan Pulau Burung, walaupun berada di ibu kota kecamatan sekolah ini termasuk sekolah kecil karena jumlah siswa hanya 50 orang siswa. Salah satu tantangan yang menghadapi SD ini adalah Rapor Pendidikan pada Iklim keamanan sekolah yang menurun 12,59% pada tahun 2023. Salah satu sub indikator menunjukkan hasil kurang memuaskan pengalaman perundungan (Bullying) peserta didik. Bullying merupakan salah satu tindakan perilaku agresif yang disengaja dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang secara berulang – ulang dan dari waktu ke waktu terhadap seorang korban yang tidak dapat mempertahankan dirinya dengan mudah.
Berdasarkan rapor mutu pendidikan sekolah diatas, pada sub indikator pengalaman perundungan/bullying peserta didik menunjukkan skor yang rendah yaitu 55,45 dari skala 100 hal ini menunjukkan bahwa masalah bullying masih menjadi isu serius yang belum tertangani dengan baik di lingkungan sekolah.
Rendahnya pemahaman dan sikap terhadap bullying di kelas 6 mengindikasikan bahwa dimensi Profil Pelajar Pancasila belum terinternalisasi dengan baik. Hal ini bisa kita ketahui dari sikap siswa kurang menghormati dan menghargai sesama teman. Dapat dikatakan belum terlaksana optimalnya dimensi "Berakhlak Mulia" dan "Bergotong Royong". Selain itu, kurangnya kesadaran dan kritis terhadap isu perundungan menunjukkan bahwa dimensi "Bernalar Kritis" juga perlu diperkuat.
Dari hasil analisis diketahui beberapa faktor utama yang menyebabkan rendahnya pemahaman dan sikap terhadap bullying diantaranya kurangnya edukasi mengenai perundungan, minimnya keterlibatan orang tua dan budaya sekolah yang cenderung toleran terhadap perilaku bullying, disisi lain keterbatasan sumber daya untuk menangani kasus perundungan dilingkungan sekolah.
Dalam konteks ini, projek Profil Pelajar Pancasila menjadi sangat relevan, dimana Profil Pelajar Pancasila merupakan kegiatan yang bertujuan untuk mengembangkan potensi siswa yang berkarakter kuat dan mampu mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Melihat permasalahan diatas, diperlukan adanya kolaborasi dengan pendekatan yang komprehensif. Melalui Poster Kampanye anti-bullying (POSKAMLING) di kelas 6 disusun sebagai bagian dari strategi best practice untuk menanamkan kesadaran, pemahaman, dan sikap positif terhadap bullying di kalangan siswa, guru, orang maupun orang tua.
Fokus Best Practice
Best practice ini berfokus pada meningkatkan pemahaman dan sikap siswa terhadap perilaku perundungan (bullying) di kelas VI SDN 005 Pulau Burung melalui poster kampaye anti-bullying yang terintegrasi dengan nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila.
Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian diatas dapat didapat rumusan masalah sebagai berikut:
- Seberapa efektif poster kampanye anti-bullying dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap bullying di kelas 6 SDN 005 Pulau Burung?
- Bagaimana dampak pemanfaatan Poster Kampanye Anti Bullying terhadap siswa kelas 6 SDN 005 Pulau Burung?
Tujuan Penulisan Best Practice
- Meningkatkan pemahaman siswa terhadap bullying melalui poster, siswa diharapkan mengetahui bahaya bullying.
- Mendorong partisipasi aktif siswa dalam menciptakan lingkungan yang bebas dari bullying dengan nilai profil pelajar Pancasila, terutama pada dimensi berakhlak mulia.
Manfaat
Bagi peserta didik
- Siswa memahami dampak negatif bullying
- Penerapan nilai-nilai Pancasila yaitu sikap beriman, bertakwa, berakhlak mulia
- Mengembangkan kreativitas dan kemampuan berinovasi
Bagi Guru
- Guru dapat menggunakan poster sebagai alat bantu pembelajaran
- Menciptakan komunikasi yang lebih terbuka dan saling mendukung
Bagi Sekolah
- Terciptanya lingkungan belajar yang lebih aman, nyaman, dan kondusif
- Mendorong kolaborasi antara siswa, guru, dan orang
- Sekolah menjadi contoh penerapan nilai-nilai Pancasila
Metode Penelitian
Deskripsi
Implementasi dari pelaksanaan kampanye poster anti-bullying adalah siswa kelas 6 SDN 005 Pulau Burung yang memiliki bertujuan yaitu meningkatkan pemahaman siswa terhadap bahaya atau dampak negatif bullying dan membentuk karakter siswa yang berdasarkan nilai-nilai Pancasila. Kampanye ini memanfaatkan poster edukatif yang dibuat sendiri oleh siswa, kemudian ditempelkan di papan mading dan disebarkan di media sosialnya untuk menarik perhatian dan meningkatkan kesadaran siswa mengenai pentingnya mencegah bullying. Nilai-nilai Pancasila seperti dimensi berakhlak mulia, mandiri dan bergotongroyong diintegrasikan dalam pesan-pesan kampanye untuk membentuk karakter siswa yang berempati, peduli, dan bertanggung jawab.
Ruang lingkup
- Penyusunan materi: Materi poster dikemas secara informatif dan menarik, berisi pesan mengenai jenis-jenis bullying, bahaya bullying, dan bagaimana melaporkannya kepada guru atau orang dewasa. Poster di desain melalui canva yang berikan pesan moral yang mengedepankan nilai-nilai profil pelajar Pancasila.
- Pembuatan dan Penyebaran Poster: Siswa dibantu oleh guru merancang poster anti bullying. Poster dirancang menggunakan canva dengan desain yang menarik dan mudah dipahami oleh siswa. Poster ditempelkan/dis ebarkan ditempat yang strategis, di mading, ruang kelas maupun media sosial siswa.
Poster
Poster pendidikan merupakan desain yang berisi kalimat dan gambar yang bertujuan memberikan informasi tentang pendidikan yang bersifat memberi motivasi semangat kepada pembaca. Sedangkan pendapat lain menyatakan bahwa manfaat poster adalah sebagai berikut: (1) sebagai penggerak perhatian; (2) sebagai petunjuk; (3) sebagai peringatan, pengalaman kreatif; (4) untuk kampanye.
Kampanye
Kampanye merupakan suatu bentuk aksi komunikasi yang bertujuan untuk menciptakan impak tertentu kepada orang banyak sesuai rencana. Metode Kampanye antara lain: Kampanye tatap muka, Kampanye Elektronik, dan Kampanye Cetak.
Bullying
Perundungan/Bullying adalah perilaku tidak menyenangkan baik secara verbal, fisik, ataupun sosial di dunia nyata maupun dunia maya yang membuat seseorang merasa tidak nyaman, sakit hati dan tertekan baik dilakukan oleh perorangan atau pun kelompok. Tempat terjadinya bullying bisa dimana saja, bisa di rumah, di sekolah, di lingkungan masyarakat dan bisa juga terjadi di media sosial atau yang sering disebut sebagai cyber bullying. Jenis–jenis bullying pun bermacam–macam ada bullying fisik, bullying verbal dan non verbal.
Dampak Bullying
Dampak bullying sangatlah fatal dan berisiko menjadi lingkaran setan. Dampak bullying sebagai berikut:
- Bagi Korban: Kesakitan fisik dan psikologis; Kepercayaan diri yang merosot; Malu, Trauma, merasa sendiri, serba salah; Takut Sekolah; Korban mengasingkan diri dari sekolah; Menderita Ketakutan Sosial; Timbul keinginan untuk bunuh diri dan mengalami gangguan jiwa.
- Bagi Pelaku: Pelaku perundungan/bullying akan belajar bahwa tidak ada risiko apapun bagi mereka bila mereka melakukan kekerasan, agresi maupun mengancam anak lain; Ketika dewasa, pelaku memiliki potensi lebih besar untuk menjadi pelaku kriminal dan akan bermasalah dalam fungsi sosialnya.
- Bagi Saksi: Mengalami perasaan yang tidak menyenangkan dan mengalami tekanan psikologis yang berat; Merasa terancam dan ketakutan akan menjadi korban selanjutnya; Dapat mengalami penurunan prestasi di kelas karena perhatian masih terfokus pada bagaimana menghindari menjadi target perundungan/bullying dari pada tugas akademik.
Upaya Pencegahan Bullying
Ada 5 unsur pencegahan untuk perundungan:
- Pencegahan oleh Anak: Mengembangkan budaya relasi/pertemanan yang positif; Ikut serta membuat dan menegakkan aturan sekolah terkait pencegahan bullying; Ikut membantu teman yang menjadi korban; Saling mendukung satu sama lain; Memahami dan menerima perbedaan tiap individu di lingkungan sebaya; Merangkul teman yang menjadi korban bullying.
- Pencegahan oleh Keluarga: Membangun komunikasi antara anak dengan orang tua; Sosialisasi dan advokasi terkait hak anak pada orang tua; Menyiapkan anak untuk menghadapi perundungan dengan berkata tidak; Melaporkan kepada sekolah jika anak menjadi korban; Memberikan pengertian kepada pelaku perundungan untuk ikut mencegah.
- Pencegahan oleh Satuan Pendidikan: Adanya layanan pengaduan kekerasan/media bagi murid untuk melaporkan bullying secara aman dan terjaga kerahasiaannya; Melibatkan siswa dalam menyusun program anti bullying di sekolah; Memberikan bantuan bagi siswa yang menjadi korban bullying; Guru memberi keteladanan dalam berperilaku positif dan tanpa kekerasan; Melakukan kolaborasi dengan siswa, guru dan wali murid.
- Pencegahan oleh Masyarakat: Sekolah menjalin kerjasama bersama masyarakat dalam mengembangkan budaya anti kekerasan (bullying); Melakukan pengawasan terhadap praktik yang mengarah pada bullying di lingkungan sekitar satuan Pendidikan; Bersama dengan satuan pendidikan memberikan bantuan pada siswa yang menjadi korban dengan melibatkan stakeholder terkait.
- Pencegahan oleh Pemerintah Pusat: Sosialisasi terkait Permendikbud 82 Tahun 2015 sampai pada level bawah diikuti dengan penerbitan KIE; Sosialisasi kebijakan Satuan pendidikan ramah anak dan Konvensi Hak Anak pada satuan Pendidikan; Melakukan monev dengan membentuk lembaga layanan atau call center pengaduan.
Poster Kampanye Anti Bullying
Poster Kampanye Anti Bullying merupakan media yang berisi pesan berdasarkan nilai-nilai Pancasila yang dilakukan siswa baik secara individu maupun berkelompok.
Nilai Penting Poskamling
Poster kampanye anti-bullying memiliki nilai penting yaitu berdampak positif kepada siswa, guru, dan lingkungan sekolah. Siswa mampu mendesain poster anti bullying sendiri guna meningkatkan kreativitas dan pemahaman siswa tentang bullying. Poster kampanye ini mendukung pendidikan karakter dengan penerapan nilai-nilai profil pelajar Pancasila seperti empati, rasa hormat, dan toleransi. Memperkuat kolaborasi siswa dan guru maupun orang tua dalam menciptakan lingkungan yang bebas bullying.
Kebaharuan Inovasi
Kebaruan dari best practice ini yaitu pemanfaatan media sosial untuk menyebarkan poster dan pesan kampanye dengan mengintegrasikan nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila. Menggunakan media sosial tentang poster kampanye anti bullying yang mudah diakses oleh siswa, orang tua, dan masyarakat luas.
Alternatif Inovasi yang ditawarkan
Poster Kampanye Anti Bullying merupakan inovasi pembelajaran di kelas dengan tema projek penguatan profil pelajar pancasila "Bangunlah Jiwa dan Raganya" karena siswa mampu memberikan solusi pada masalah perundungan (bullying). Pemanfaatan chromebook/HP Android dalam pembuatan poster anti bullying memberikan pengalaman bagi siswa dalam melatih soft skill mendesain poster dengan berbantuan canva, dengan desain inovatif diharapkan dapat menjawab permasalahan bullying di lingkungan sekolah, hal ini sesuai dengan tema projek penguatan profil pelajar pancasila "Rekayasa dan Teknologi".
Hasil dan Pembahasan
Pelaksanaan Kampanye Anti-Bullying
Pelaksanaan Kampanye Poster Anti Bullying dilaksanakan sebulan sekali setiap awal bulan dengan melibatkan siswa seluruh, dan guru.
Tahap 1: Persiapan
- Melakukan survei awal untuk mengetahui tingkat pemahaman dan sikap siswa terhadap bullying.
- Membentuk tim kampanye yang beranggotakan siswa kelas 6 dan guru sebagai pilot projek best practice.
- Memberikan pembekalan materi anti bullying dan Membuat poster kampanye anti bullying
Tahap 2: Pelaksanaan
- Melakukan diskusi dan curah pendapat mengenai materi anti bullying.
- Melakukan sosialisasi kepada tim kampaye dan siswa kelas 6.
- Menempel poster kampaye anti bullying pada papan mading sekolah dan media sosial TIM anti Bullying kelas 6.
- Membuat tindak lanjut kampaye anti bullying dengan membuat pelaporan
Tahap 3: Evaluasi dan Tindak Lanjut
- Dilakukan evaluasi secara berkala mengenai perubahan pemahaman dan sikap anti bullying.
- Memberikan reward atau penghargaan kepada siswa yang aktif berpartisipasi dan menunjukkan perilaku anti-bullying.
Hasil yang Diperoleh
Pelaksanaan kampanye anti-bullying di kelas 6 diketahui berhasil meningkatkan pemahaman dan sikap siswa terhadap bullying. Kegiatan ini menunjukkan hasil positif dengan peningkatan signifikan dalam tingkat pemahaman siswa dan pengurangan peristiwa bullying di sekolah. Berikut adalah hasil yang diperoleh dari pelaksanaan kampanye anti-bullying yang disajikan dalam tabel:
| No | Kegiatan | Indikator Keberhasilan | Hasil yang dicapai |
|---|---|---|---|
| 1 | Survei Awal | Tingkat pemahaman dan sikap siswa terhadap bullying | 31% siswa memiliki pemahaman siswa tentang bullying |
| 2 | Pembentukan Tim Kampanye | Tim kampanye terbentuk dengan anggota aktif | Tim kampanye terbentuk terdiri dari 2 guru, 10 siswa |
| 3 | Kampanye | Materi kampanye yang menarik dan informatif | Poster dibuat oleh siswa kemudian disebarkan di media sosialnya |
| 4 | Sosialisasi | Jumlah partisipasi siswa | Partisipasi 87% siswa |
| 5 | Media | Jumlah poster yang di posting di media sosial dan respon orang lain | 14 postingan poster kampanye di media sosial dengan 30 komentar positif dari siswa dan orang tua |
| 7 | Evaluasi dan Penilaian | Perubahan tingkat pemahaman dan sikap siswa setelah kampanye | Pemahaman siswa tentang bullying meningkat dari 31% menjadi 87% |
| 8 | Pemberian Reward sebagai duta anti Bullying | Jumlah siswa yang menerima penghargaan dan dampak positifnya | 6 siswa menerima penghargaan atas partisipasi aktif dalam kampanye |
Untuk mengetahui tingkat pemahaman dan sikap siswa terhadap bullying / perundungan dengan melakukan wawancara dengan siswa dan menggunakan instrumen kuesioner.
| No. | Instrumen Penilaian | Hasil Rekapitulasi Jawaban | % Jawaban Responden | Persentasi Ketercapaian | Kategori | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| B | S | |||||
| 1 | Apakah yang dimaksud dengan bullying? | 2 | 13 | 13% | 31% | D |
| 2 | Bullying dapat berupa: | 7 | 8 | 47% | ||
| 3 | Siapa yang bisa menjadi korban bullying? | 6 | 9 | 40% | ||
| 4 | Ketika ada kawan mengejek kamu dengan mengatai dengan Bahasa kotor, hal ini termasuk bullying? | 4 | 11 | 27% | ||
| 5 | Cara yang benar melaporkan peristiwa bullying? | 4 | 11 | 27% |
Ket: B = Benar, S = Salah
Berdasarkan hasil analisis diatas ketercapaian pemahaman siswa mengenai bullying perlu untuk ditingkatkan. Setelah dilakukan sosialisasi dan pemberian materi tentang bullying hasil pemahaman siswa terhadap bullying meningkat sebagaimana tabel berikut:
| No. | Instrumen Penilaian | Hasil Rekapitulasi Jawaban | % Jawaban Responden | Persentasi Ketercapaian | Kategori | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| B | S | |||||
| 1 | Apakah yang dimaksud dengan bullying? | 14 | 1 | 93% | 87% | A |
| 2 | Bullying dapat berupa | 13 | 2 | 87% | ||
| 3 | Siapa yang bisa menjadi korban bullying? | 12 | 3 | 80% | ||
| 4 | Ketika ada kawan mengejek kamu dengan mengatai dengan Bahasa kotor, hal ini termasuk bullying? | 14 | 1 | 93% | ||
| 5 | Cara yang benar melaporkan peristiwa bullying? | 12 | 5 | 80% |
Kesimpulan
Kesimpulan
- Poster Kampanye anti-bullying (Poskamling) di kelas 6 SDN 005 Pulau Burung diketahui 87% efektif meningkatkan pemahaman dan sikap terhadap bullying. Siswa memahami dampak negatif perundungan (bullying).
- Pemanfaatan Poster Kampanye anti-bullying berdampak positif terhadap perilaku siswa. Hal ini diketahui ucapan siswa secara verbal maupun non verbal tidak menunjukan kearah bullying. Penerapan Nilai-nilai Profil pelajar Pancasila seperti gotong royong, menghormati, dan kepedulian sosial terintegrasi dalam setiap aspek poster kampanye antibullying yang mampu memperkuat karakter moral dan sosial siswa.
Rekomendasi
- Kegiatan ini hendaknya dilakukan secara berkelanjutan dan konsisten.
- Dalam menyusun program anti bullying di sekolah hendaknya melibatkan semua pihak terkait yang ada di sekolah agar kegiatan ini efektif dapat dilakukan dengan baik. Dalam pelaksanaan dapat melibatkan orang tua murid dan masyarakat sekitar sebagai mitra sekolah dalam pencegahan bullying dilingkungan sekolah.
Platform Lainnya
Berita Piala Dunia
free casino games slots machine
Jika Anda memiliki pertanyaan, silakan kirim email ke [email protected]