MENGKAJI MAKNA YANG TERKANDUNG DALAM PUISI BERJUDUL “AKU” KARYA CHAIRIL ANWAR DENGAN PENDEKATAN SEMIOTIKA
MENGKAJI MAKNA YANG TERKANDUNG DALAM PUISI BERJUDUL “AKU” KARYA CHAIRIL ANWAR DENGAN PENDEKATAN SEMIOTIKA
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna yang terkandung dalam puisi “Aku” karya Chairil Anwar menggunakan pendekatan semiotika. Chairil Anwar, sebagai salah satu penyair terkemuka dalam sastra indonesia, melalui puisi ini menyuarakan semangat individualisme, kebebasan, dan pemberontakan. Penelitian ini menggunakan teori semiotika Ferdinand de Saussure dan Roland Barthes untuk menganalisis tanda-tanda linguistik dan simbol-simbol dalam puisi. Analisis menunjukkan bahwa frasa seperti “binatang jalang” dan “hidup seribu tahun lagi” memiliki makna konotatif yang mendalam, menggambarkan karakter pemberontak dan aspirasi untuk keabadian. Selain itu, konteks sosial-historis pada masa pendudukan jepang memperkuat makna puisi ini sebagai ungkapan perlawanan terhdap penindasan dan semangat kemerdekaan. Dengan demikian, puisi “Aku” tidak hanya merupakan karya sastra yang estetis, tetapi juga refleksi dari kondisi sosial-politik zamannya, mengandung pesan yang kuat tentang kebebasan dan identitas. Penelitian ini memberikan wawasan baru tentang kekayaan simbolik dan linguistik dalam puisi “Aku,” memperkaya pemahaman dan apresiasi terhadap karya Chairil Anwar dalam khazanah sastra indonesia.
Penulis: Fauzan Nur Imaduddin, Universitas Ma'arif Nahdlatul Ulama Kebumen
DOI: doi
Diterbitkan: 2025-12-02
Edisi: Vol. 6 No. 2 (2025), Bagian: Artikel
Platform Lainnya
dompet kecil banyak slot kartu
Berita Piala Dunia
Jika Anda memiliki pertanyaan, silakan kirim email ke [email protected]